Sam Poo Kong

Sam Poo Kong, Menelusuri Jejak Cheng Ho Di Semarang

Sam Poo Kong, Menelusuri Jejak Cheng Ho Di Semarang
5 (100%) 4 votes

Nama Klenteng Sam Poo Kong sudah tidak asing lagi dan menjadi salah satu tujuan wisata Semarang. Jadi bila Anda liburan di Semarang sempatkan untuk mampir ke Sam Poo Kong.

Sam Poo Kong konon dulu merupakan tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang laksamana Tiongkok beragama Islam bernama Zheng He atau Cheng Ho. Pendaratan Cheng Ho bermula ketika sedang melewati perairan laut Jawa, ada seorang awak kapalnya yang sakit, kemudian kapal tersebut merapat di pantai utara Semarang dan mendirikan masjid di tepi pantai yang sekarang berubah fungsi menjadi Klenteng. Karena sedimentasi yang tinggi di Semarang membuat daratan semakin luas ke utara, sehingga klenteng yang tadinya di dekat pantai menjadi jauh dari garis pantai.

Klenteng yang terletak di daerah Simongan ini bisa ditempuh dengan berbagai cara. Bila Anda menggunakan moda transportasi umum, mudah kok mencapainya. Kalau dari arah barat Semarang kita bisa turun di terminal bus Mangkang dan dilanjutkan dengan bus kota jurusan Mangkang – Penggaron turun di depan Lapas Wanita Bulu. Bila menggunakan Trans Semarang, dari Terminal Mangkang turun saja di Shelter Ada Bulu (Shelter Sugiyopranoto 2). Kemudian bisa dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 1 km, kearah selatan dengan menyusuri sungai Banjir Kanal Barat, atau bisa dengan naik becak, minta diantar ke klenteng Sam Poo Kong dengan ongkos sekitar Rp. 7.500,00 – Rp. 10.000,00. Bila dari arah utara Semarang, bisa turun di terminal Terboyo, kemudian dilanjutkan dengan bus kota jurusan Terboyo – Banyumanik, turun di depan RSUP dr. Kariadi atau naik bus trans Semarang jurusan Terboyo – Sisemut turun di shelter Kariadi. Yang dari arah selatan Semarang bisa turun bus di Banyumanik, kemudian diteruskan dengan bus kota jurusan Banyumanik – Terboyo, turun di halte depan RSUP Kariadi. Bisa juga naik trans Semarang dari Banyumanik, yaitu naik bus trans Semarang jurusan Sisemut – Terboyo, turun di halte Kariadi, busnya warna merah ya…. Dari RS Kariadi bisa ditempuh dengan jalan kaki kearah barat menyusuri jalan Kaligarang dan kemudian melewati jembatan Banjir Kanal Barat sekitar 750 meter. Atau naik becak juga bisa dengan ongkos sekitar Rp. 7.000,00 – Rp. 10.000,00 tergantung negosiasi dengan bapak tukang becak. Dari Banyumanik juga dapat menggunakan bus jurusan Banyumanik-Mangkang via Pamularsih, bisa turun persis di depan lokasi. Oiya kalau ongkos naik bus kota Rp. 4.000,00 sedangkan Trans Semarang hanya Rp. 3.500,00.

Pintu masuk utama Sam Poo Kong

Pintu masuk utama Sam Poo Kong

Dari area parker mobil, kita bisa langsung melihat pintu gerbang selayaknya klenteng yang ada di Negara China sana. Hehehe kayak pernah ke China saja ya. Cukup dengan Rp. 3.000,00 kita bisa masuk ke area Sam Poo Kong. Kalau ingin masuk lebih dalam lagi ketempat sembahyang, akan dikenakan tiket tambahan sebesar Rp. 20.000,00 bagi wisatawan yang hanya ingin melihat-lihat tempat pemujaan. Bagi yang ingin berdoa bisa gratis masuk asalkan membawa hio. Dupa atau hio bisa didapatkan di stand souvenir yang ada di komplek klenteng, seharga Rp. 10.000,00. Kalau mau irit atau karena uangnya ngepas, masuk di halaman saja sudah cukup kok, view ala negeri China bisa di dapat. 😀

Bangunan baru di kompleks Sam Poo Kong

Bangunan baru di kompleks Sam Poo Kong

Bangunan klenteng ini di dominasi warna merah. Warna merah bagi orang China bermakna antusiasme, semangat dan keberuntungan. Warna ini sering mendominasi pada saat perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa, karena bisa mendorong kearah yang positif atau yang lebih baik. Bisa jadi merupakan sebuah ungkapan agar kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng 1

Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Klenteng 2

Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Klenteng 3

Bangunan klenteng Sam Poo Kong berbentuk bangunan tunggal beratap susun yang membedakan dengan bangunan klenteng pada umumnya. Di dalam kompleks bangunan yang dipagari, terdapat 3 bangunan untuk klenteng yang dinamai sesuai dengan peruntukannya disertai tempat pemujaan.

Patung Laksamana Cheng Ho

Patung Laksamana Cheng Ho

Di Sam Poo Kong ini juga terdapat patung Laksamana Cheng Ho yang sejak tahun 2011 menghiasi kompleks klenteng. Patung tersebut terbuat dari perunggu dengan tinggi 10,7 meter. Bila Anda ingin mengenal lebih dekat siapa Cheng Ho bisa datang ke kuil ini dan melihat relief perjalanannya yang terpahat di dinding luar goa batu.

Selain melihat kemegahan bangunan klenteng, kita juga bisa berfoto dengan kostum khas Tionghoa. Dengan menbayar Rp. 80.000,00 , untuk sewa kostum dan bisa berfoto di lokasi yang Anda inginkan. Stand untuk foto hanya dibuka dari jam 09.00 pagi hingga jam 17.00 saja. Selebihnya tidak dilayani.

TIKET KE SEMARANG
Lembayung Senja Di Sam Poo Kong

Lembayung Senja Di Sam Poo Kong

Mungkin kita terbiasa berkunjung ke tempat ini pada pagi atau siang hari. Sesekali cobalah untuk berkunjung pada sore atau malam hari. Klenteng ini dibuka hingga jam 21.00 malam, jadi jangan takut sudah tutup. Kita dapat menikmati sunset dari Sam Poo Kong ini. Bagi kita yang bukan penghobi fotografi tentu akan biasa saja. Tetapi bagi penggemar fotografi dapat menjadi referensi tersendiri, karena dapat mengabadikan Sam Poo Kong dari sisi lain.

(Visited 8,347 times, 1 visits today)



'Sam Poo Kong, Menelusuri Jejak Cheng Ho Di Semarang' have 9 comments

  1. March 12, 2015 @ 2:26 pm @dwipram

    Waah.. bagus, tapi sayang motretnya pas cuaca mendung, ya.. Foto-foto diorama di belakang kelenteng juga bisa jadi satu cerita sendiri, tuh… (y)

    Reply

    • March 12, 2015 @ 3:48 pm Inung Djuwari

      Bener Pak Dwi…diorama bisa mjd cerita tersendiri. Iya ni Pak Dwi saya beberapa kali kesini pas mendung terus. Pernah sih siang, panas bangettt tapi pas rame, jadi tidak bisa ambil foto secara leluasa.

      Reply

  2. March 12, 2015 @ 7:32 pm Hidayah Sulistyowati

    Aku kesini kok gak pernah foto2 ya, kudu kesini khusus bikin foto session nih 😀

    Reply

  3. March 12, 2015 @ 10:07 pm Uniek Kaswarganti

    Jebulnya wes suwe aq enggak ke sini, udah baguuuuss banget yak. Hayuk Nung habis jajan bakso kita ke sana hihiiiii

    Reply

  4. May 29, 2015 @ 6:19 am Bimo Aji Widyantoro

    Waktu pertama kali datang kesini bangunannya keren. Sempet ditawari foto pake baju cina juga.
    Pas pulang dari Semarang dikirain saya habis jalan-jalan ke Cina padahal foto nya di Semarang

    Reply

    • May 29, 2015 @ 4:25 pm Inung Djuwari

      iya mas Bimo, saya juga pernah tertipu oleh seorang teman….tak kirain di China, ternyata di Sampookong.
      Emang keren banget kok… Semoga teman-teman mas Bimo banyak yang tertarik datang ke Semarang, berwisata ke Semarang. Nggak usah ke China dulu, tetapi ke little China dulu nggak apa-apa kan? 😀
      Terima kasih mas Bimo sudah berkunjung kemari….. 🙂

      Reply

  5. January 28, 2016 @ 2:01 pm mona

    Mbk. Klo dari lawang sewu mau k kuil sam po kong naeknya apa ya. Mhn penceraganya. Mksh. :))

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool