Sate Kerbau

Sate Kerbau Pak Min Jastro: Empuk, Manis, dan Gurih

Sate Kerbau Pak Min Jastro: Empuk, Manis, dan Gurih
5 (100%) 1 vote

Halo travelers, jika Anda sedang liburan di Semarang dan punya waktu libur yang agak panjang, tak ada salahnya mengeksplor daerah di sekitarnya, seperti Kendal, Ungaran, Demak atau Kudus. Beberapa artikel di Hello Semarang sebelumnya sudah cukup banyak mengulas tentang kota Demak dan Ungaran kan? Nah kali ini saya mau mengajak Anda jalan-jalan ke Kudus untuk menikmati wisata kuliner di sana. Kudus dikenal dengan kuliner khas olahan dari daging kerbau. Salah satunya sate.

Sate kambing atau ayam, pasti Anda sudah sering menikmatinya kan? Bagaimana dengan sate kerbau?

Sebelumnya saya mau cerita sedikit, mengapa daging kerbau begitu populer di Kudus. Menurut beberapa sumber, hal ini bermula dari jaman Sunan Kudus menyebarkan agama Islam di Kudus. Ketika itu agama mayoritas di Kudus adalah agama Hindu. Dan menurut kepercayaan Hindu, sapi adalah binatang suci yang tidak boleh dikonsumsi. Nah untuk menghormati kepercayaan tersebut, Sunan Kudus melarang pengikutnya menyembelih sapi di Kudus, dan kebiasaan itu sedikit banyak masih terbawa hingga sekarang. Sebagai ganti sapi, warga Kudus menyembelih kerbau.

Cukup banyak warung atau resto yang menjual sate kerbau di Kudus. Salah satunya sate kerbau Nusantara milik Pak Min Jastro.  Sate kerbau Nusantara sudah ada sejak tahun 1950-an, nenek Pak Min yang memulai berjualan kala itu dengan cara dipikul. Resep sate kerbau Nusantara akhirnya diturunkan kepada Pak Min yang kini membuka kedai di komplek pertokoan Agus Salim blok D.

Membayangkan hewan kerbau yang besar dan gempal, perkiraan saya sate kerbau ini pasti dagingnya cukup keras dan alot. Tapi ternyata saya salah.  Sate kerbau milik Pak Min ini dagingnya ternyata empuk!

sate kerbau

Bumbu sate kerbau berbeda dengan sate ayam atau kambing. Bumbunya cenderung berasa manis gurih, ada rasa mirip serundeng di dalamnya. Disajikan bersama lombok rawit rebus bagi Anda yang suka pedas.

Harga sate kerbau Pak Min persepuluh tusuknya Rp 42.000,- Buka pada pagi hari pukul 07.30 juga sore pukul 17.00, dan selalu ramai pembeli, baik itu wisatawan luar Kudus, maupun warga Kudus sendiri yang memang menyukai sate kerbau. Di sekitar kedai sate juga cukup banyak pedagang makanan lain. Disebelahnya persis ada kedai wedang yang menyediakan berbagai macam wedang seperti wedang ronde dan wedang roti. Jadi jika Anda datang ke komplek pertokoan ini bisa sekalian mencicipi berbagai macam kuliner yang ada di Kudus.

Selain sate kerbau, masih banyak kuliner yang enak dan unik di Kudus loh travelers, seperti lentog, nasi pindang, dan soto kerbau. Wisata sejarah dan religinya juga sangat menarik untuk disimak. Di lain kesempatan, kita sambung acara jalan-jalan dan makan-makannya ya…

(Visited 2,364 times, 1 visits today)


About

Ibu dua anak, blogger, penulis komik Mak Irits dan #DiaryMamaMie


'Sate Kerbau Pak Min Jastro: Empuk, Manis, dan Gurih' have 4 comments

  1. May 21, 2015 @ 8:36 am munif

    Menarik untuk dicoba nih, biasanya klo ke kudus nyarinya lentog… 🙂

    Reply

    • June 2, 2015 @ 11:18 am Rahmi

      Banyak yang enak selain lentog mas Munif, kayak soto kerbau, nasi pindang, atau bakwan jagung bakar di gor.

      Reply

  2. May 22, 2015 @ 8:26 am Hidayah Sulistyowati

    Ini warung sate langganan keluarga besar kami loh. Dagingnya empuk, terasa pas juga bumbunya 😀
    Kapan-kapan kopdar di kota ini yok, banyak keluargaku yang tinggal di sini juga, karena ibu asli Kudus, Mi

    Reply

    • June 2, 2015 @ 11:19 am Rahmi

      AKu biasanya sebulan seklai ke Kudus mbak Wati. KAlo Mba Wati pas mau ke Kudus kabar2in yaa

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool