Semarang Art Gallery

Semarang Contemporary Art Gallery

Semarang Contemporary Art Gallery
5 (100%) 2 votes

Hello hellooo sobat blogger semua…. Ada yang sudah dapat tiket pesawat murah dan punya rencana untuk berkunjung ke Semarang kah dalam waktu dekat ini? Apalagi kalau juga sudah mendapatkan hotel murah di Semarang, yuuukk puas-puasin menjelajah Semarang.

Selain berbagai tempat wisata, bangunan-bangunan bersejarah dan wisata kuliner yang mak nyos, di Semarang ada juga loh alternatif tempat berkunjung yang letaknya masih di seputaran kota lama yang cantiknya sudah mendunia itu.

Bila jalan-jalan di seputaran Taman Srigunting (dekat Gereja Blenduk), bergeraklah ke arah utara sedikit saja. Tepatnya di Jalan Taman Srigunting 5-6 Semarang kita akan menemukan bangunan berwarna putih dengan entrance berhiaskan seperti ini :

Contemporary Gallery Semarang

Apa sih sebenarnya Semarang Contemporary Art Gallery?

Galeri yang semula berada di pusat kota namun pada tahun 2008 berpindah ke lokasi kota lama ini dipergunakan untuk memperkenalkan karya seni dari para seniman muda. Berbagai pameran dan event telah dilakukan di tempat ini dalam kaitannya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni kontemporer dari para artist / seniman Asia, khususnya yang berasal dari Indonesia.

Art Gallery di Kota Semarang

Saat itu saya sedang mengikuti event jalan-jalan dengan blogger lainnya. Sayang dong ya kalau tidak sekalian menjelajah kota lama yang memiliki berbagai tempat istimewa. Apalagi untuk teman-teman yang berasal dari luar kota Semarang, wajib banget nih mampir ke sini. Tempatnya asyik lhoooo…

Tiket masuknya tidak mahal kok, cukup sepuluh ribu rupiah saja. Lalu kita bisa sepuas-puasnya berkeliling menikmati aneka karya seni kontemporer yang sedang dipamerkan.

Galeri Seni di Kota Semarang

Oya saat pertama kali masuk melewati tempat pembelian tiket, kita akan menemukan tulisan yang terpasang di dinding ruang depan galeri ini. Di situ tertulis tentang sejarah singkat gedung yang dipergunakan sebagai Semarang Contemporary Art Gallery.

Panjang ternyata sejarah bangunan yang mulai tahun 2008 bertransformasi menjadi Semarang Gallery ini. Berawal dari tahun 1822 bangunan ini digunakan sebagai tempat ibadah umat Katolik sekaligus sebagai tempat tinggal pasturnya. Selanjutnya digunakan untuk kantor perusahaan asuransi bahkan sempat disewakan kepada perusahaan farmasi Tempo.

Nah setelah mengetahui sejarah gedung kita akan dibawa berkelana ke berbagai karya seni kontemporer yang tersebar mulai dari lantai satu hingga ke lantai dua.

Di lantai satu tepat setelah pintu masuk akan terpampang meja pamer dan instalasi seni berikut ini.

Semarang Contemporary Art Gallery

 Lanjutkan langkah hingga ke hall tengah, masih di lantai satu ini, akan terlihat karya seni yang menunjukkan manusia dalam putaran roda jaman.

Semarang Gallery

Cukup lama saya termangu di depan karya yang satu ini untuk memahami apa sebenarnya yang berusaha disampaikan oleh seniman pembuatnya. Sesuai dengan apa yang saya baca dari berbagai sumber, seni kontemporer menggunakan beragam medium untuk menyampaikan pesan dari senimannya yang cenderung mengarah ke kekinian. Bagi penikmat awam seperti saya, tanpa bantuan pemandu memang agak sulit memahaminya.

Langkah pun berlanjut ke lantai dua dengan koleksi karya seni yang tak kalah bagusnya. Bahkan ada salah satu lukisan yang dibuat dengan teknik rajut benang. Sayang sekali pas di lukisan itu foto saya kurang bagus sehingga tidak bisa menampilkan detil lukisannya.

Penasaran? Hayuuukk datang saja ke galeri ini. Masih banyak lagi karya seni kontemporer yang lain. Sayang banget loh kalau belum ke sini. Apalagi kalau tidak bisa foto narsis seperti ini, rugiiiii….. 🙂

Semarang Art Gallery

courtesy of Inung Nie

(Visited 3,484 times, 1 visits today)


About

Ibu dua orang anak yang gemar ngomong gak penting, senang kumpul-kumpul plus ngumpulin buku


'Semarang Contemporary Art Gallery' have 3 comments

  1. April 14, 2015 @ 2:20 pm Hidayah Sulistyowati

    Foto yang terakhir kalo miring lagi, pasti makin sip;)

    Reply

    • April 14, 2015 @ 4:57 pm Inung Djuwari

      wis nganti kesel kui mbak…tak kon miring…. 😀

      Reply

  2. April 14, 2015 @ 5:00 pm Inung Djuwari

    Kayaknya temanya beda-beda ya…tiap beberapa bulan?

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool