Sendratari Ramayana dalam Rangkaian Acara Bakdan Ning Solo

Kota Solo menjadi salah satu tujuan arus mudik yang cukup ramai di Jawa Tengah pada momen Lebaran tahun 2016 ini. Tidak ketinggalan, Pemerintah Kota Solo sudah menyiapkan rangkaian acara bertajuk budaya yang turut meramaikan hari Lebaran. Kota Solo yang hanya berjarak 2,5 jam dari kota Semarang ini memang terkenal dengan budaya Jawanya yang kental serta kulinernya yang beragam.

bakdan ning solo

Bakdan Ning Solo atau Lebaran Di Solo dalam bahasa Indonesia, dimeriahkan oleh pagelaran Sendratari Ramayana yang diadakan di halaman Benteng Vastenburg, Solo selama tiga hari berturut-turut yaitu tanggal 8 s.d. 10 Juli 2016. Sendratari Ramayana tersebut merupakan sebuah pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama yang diangkat dari cerita pewayangan Ramayana dengan lakon Hanoman.

Pertunjukan semakin menarik karena tokoh Hanoman dan para kera melakukan berbagai atraksi dengan bergelantungan di sebuah pohon besar tepat di sisi belakang panggung. Adegan Hanoman obong juga memukau para penonton yang hadir, bangunan kayu beratap jerami benar-benar dibakar untuk mendukung jalannya cerita.

bakdan solo

Benteng Vastenburg yang menjadi tempat pagelaran Sendratari Ramyana adalah Benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1745 sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta. Setelah kemerdekaan bangunan ini sempat digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Setelah lama tidak terpakai, benteng yang menjadi tidak terawat ini direstorasi kembali oleh walikota saat itu, Ir. Joko Widodo pada tahun 2012. Kini Benteng Vastenburg sering digunakan sebagai tempat pagelaran seni dan budaya untuk menarik wisatawan.

Selain sendratari Ramayana, masih ada banyak agenda wisata di kota Solo yang diselenggarakan untuk meramaikan hari Lebaran. Antara lain Bakdan Ning Balekembang, yaitu pagelaran seni budaya, kuliner, dan bazar kerajinan produk lokal yang diadakan di Taman Balekembang, Solo. Taman Balekembang merupakan taman yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada tahun 1921 dan berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Surakarta.

Berjalan lagi menuju Pasar Tradisional Triwindu, Pasar Gede dan Pasar Kembang, saya menemukan banyak sekali lukisan besar dipajang di depan bangunan pasar. Ya, lukisan tersebut adalah wajah para pedagang yang sehari-harinya menjajakan dagangannya di pasar tradisional. Pameran yang bertajuk Market of Smile ini bertujuan untuk menampilkan secara intim wajah-wajah pedagang pasar tradisional yang tetap setia membangun dan menjaga spirit kotanya.

market of smile

Selain itu diadakan juga Theatre of Memory di Pasar Triwindu, Solo yang mengangkat beragam barang antik dan pedagang pasar Triwindu. Sementara itu di Pasar Gede juga mengadakan Art Performance oleh Bambang Mbesur dengan tajuk Badak-Badak. Kegiatan tersebut menjadi satu rangkaian acara Festival Pesona Pasar Tradisi yang berlangsung pada 8 s.d. 10 Juli 2016

Sendratari Ramayana dalam Rangkaian Acara Bakdan Ning Solo
5 (100%) 1 vote
(Visited 109 times, 1 visits today)


About

blogger, social media strategist, dan fanboy DC.


'Sendratari Ramayana dalam Rangkaian Acara Bakdan Ning Solo' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool