Senja di Bibir Pantai Ngebum Kaliwungu

Ada yang bilang “sunrise terindah itu di gunung, sedangkan sunset terindah itu di pantai,” sepertinya saya termasuk yang mengamini kalimat tersebut. Kali ini saya mau mengajak Sobat Ezy untuk menikmati senja di Pantai Ngebum Kaliwungu.  Tak perlu waktu lama kok, hanya butuh waktu 20 menit saja dari Terminal Mangkang Semarang.

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak menginjak pasir dan menikmati semilir angin di pantai ini, mungkin 2 tahun lebih. Pantai yang berada di jalur utara ini nampak banyak perubahan, pohon-pohon cemara sudah makin banyak dan tambah rimbun meneduhkan kursi-kursi malas di pinggir pantai, menara pengawas nampak tegap mengawasi keamanan pantai, warung dan fasilitas umum di sekitar pantai pun makin lengkap. Tidak lupa kebersihan juga makin diperhatikan pengelola pantai dengan banyaknya tong tempat sampah. Yuk, mulai lepas sepatu dan menggulung celana.
kursi-santai-pantai-ngebum-kaliwungu05

Pantai Ngebum atau Pantai Mororejo?

Asal mula penamaannya kurang begitu jelas. Yang pasti, berdasarkan plang dan petunjuk jalan, pantai ini resmi dinamakan Pantai Ngebum. Ada juga masyarakat yang mengenalnya dengan nama pantai Mororejo, karena jalur masuk pantai melalui Desa Mororejo. Pantai ini ramai dikunjungi masyarakat di pagi setelah subuh dan sore menjelang malam sekedar jalan jalan atau rekreasi bersama keluarga. Mitosnya, jika ada bocah pilek atau meriang yang susah sembuh, bawalah ke pantai setelah subuh, penyakitnya akan hilang terbawa angin laut. Percaya?

Untuk menuju lokasi cukup cepat dan mudah, hanya perlu berbelok dua kali saja. Jika dari arah Kota Semarang, langsung saja ke Terminal Mangkang, lurus terus ke jalur Jl. Pantura Semarang-Kendal sekitar 7KM. Jangan lewat Kaliwungu karena sedang ada perbaikan jalan. Nah, sebelum jembatan ada papan petunjuk jalan “Pantai Ngebum” belok kiri lalu belok kanan melewati bawah jembatan menuju ke Jl. Kayu Lapis. Nah dari sini lurus saja sekitar 5KM sampai Pantai Ngebum, di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Perjalanan dari Jl. Kayu Lapis sampai ke gerbang masuk pantai cukup lumayan, jalannya lebar dan sudah diaspal namun ada beberapa titik yang perlu perbaikan. Siapkan uang Rp3.000,-/orang untuk membayar tiket masuk.

senja-pantai-ngebum-kaliwungu03

Suasana Pantai Ngebum Sore Hari

Setelah parkir dan berjalan menuju pantai, angin laut langsung semilir menyapa. Di sisi paling timur nampak berbatasan dengan pabrik kayu lapis dengan hiasan cerobong asap, sedangkan di ujung sebelah barat terlihat dermaga Kota Kendal. Pasirnya tidak putih seperti kebanyakan di pantai selatan jawa, Pantai Ngebum memiliki pasir yang gelap kecoklatan. Airnya juga tidak jernih, namun cukup asyik untuk bermain air. Perlu dingat, tetap menjaga keselamatan dengan mematuhi aturan batas berenang atau memakai pelampung, ya sob.

Jika Matahari terlalu terik, kamu bisa berteduh di bawah pohon cemara yang mulai rimbun atau bersantai ria di atas kursi malas yang cukup untuk 2 orang saja. Banyak sekali kursi malas yang berderet di sepanjang pinggir pantai dari ujung timur ke ujung barat. Jika datang beramai-ramai, bisa menyewa tikar sembari lesehan dan menata bekal untuk selingan. Harga Sewa tikar dan kursi Rp5.000,-. Jangan lupa tetap menjaga kebersihan dengan cara tidak meninggalkan apapun di pantai, terutama sampah. Buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan.

Jika jalan-jalan kemari saya lebih suka sore hari. Saya sendiri lebih suka mampir ke warung terlebih dahulu untuk istirahat dengan memesan kelapa muda atau sekalian makan berat. Banyak warung makan yang berdiri permanen di pinggir pantai, beberapa penjual nasi goreng, mie instan, jagung bakar, dan aneka jajanan minuman. Tips dari saya, carilah warung yang bisa sekalian bisa dititipkan barang bawaan dan ada tempat bilas atau mandi. sunset-pantai-ngebum-kaliwungu08

Hari makin sore, saya memilih merapat ke sebelah timur untuk menikmati cahaya senja yang lebih tenang dan privat. Berjalan santai di bibir pantai dengan ditemani debur ombak yang membasahi kaki dan alunan desir angin. Syahdu. Jadi teringat masa lalu, duh…

Sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu dengan duduk duduk santai menikmati suasana pantai di kursi malas, bermain di pantai dan ada juga yang berenang. Sesekali secara periodik pesawat terbang penumpang melintas rendah di atas pantai menuju Bandara Ahmad Yani.
pasir-tepi-pantai-ngebum-kaliwungu07
Di hari minggu pagi, Pantai Ngebum ini makin ramai, Banyak sekali penjual pakaian, kuliner khas pantai  dan perlengkapan keluarga. Tak ubahnya seperti pasar pagi ketika menjelang Lebaran. Ditinjau sebagai obyek wisata pantai, fasilitasnya cukup memadai, seperti penjaga pantai, persewaan pelampung, perahu karet, speedboat, kursi santai, hingga ATV  untuk menyisir pantai.

Jadi, bila kamu kangen suasana pantai, berada di sekitar Kaliwungu, atau sedang melewati Pantura menuju Semarang. Mampir saja ke Pantai Ngebum. Banyak cara untuk menikmati Pantai, Saya lebih memilih datang sore, meniti pantai ketika senja tiba. Syahdu.

 

Senja di Bibir Pantai Ngebum Kaliwungu
Vote Us
(Visited 1,098 times, 1 visits today)


About

Holiday Runner yang lagi rajin renang, Tertarik dengan street photography dengan kamera handphone Owner www.slamsr.com


'Senja di Bibir Pantai Ngebum Kaliwungu' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool