Sentra Kerajinan Bedug Dan Rebana Di Demak

Sentra Kerajinan Bedug Dan Rebana Di Demak
5 (100%) 2 votes

Jika sedang wisata ke Semarang, jangan lupa kunjungi juga  Masjid Agung Demak berikut  kompleks makam dan museumnya. Dan sempatkan pula untuk melanjutkan perjalanan ke Tanubayan, dekat pondok pesantren Betengan. Di gang sebelum pesantren, belok saja ke kiri sampai pojok gang hingga bertemu plang bertuliskan Mushtofa Tukang Terbang yang menjadi penanda di depan sentra kerajinan bedug dan rebana.

Kami datang siang itu disambut seorang lelaki tengah baya berkaos putih dengan keramahan di wajahnya. Beliau dengan sabar menceritakan asal mula dan perjalanan usahanya yang turun temurun ini.

 

hello bedug mustofa

Beliau adalah generasi ketiga, yang belajar membuat bedug dan rebana sejak masih berusia sembilan tahun. Dimulai dari hanya dikerjakan oleh anggota keluarga, sampai kemudian akhirnya merekrut beberapa tetangga untuk membantu pengerjaan produksinya. Meskipun segala resep rahasianya tetap ada di tangan pak Mus sendiri, yang pastinya akan dia wariskan pada anak-anaknya yang akan melanjutkan usaha ini.

hello rebana mus

Pak Mus juga membagikan kepada kami apa saja yang menjadikan usahanya ini masih eksis setelah bertahun-tahun. Tips-nya adalah temen (sungguh-sungguh), tekun, jujur, sabar, nerimo,  dan ikhlas. Dan tentu saja satu lagi  resep pak mustofa adalah tirakat.

Dalam keadaan haus dan lapar karena berpuasa, beliau dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Bahkan mengantar kami melihat langsung proses produksi bedug dan rebana di bagian belakang rumah beliau dan rumah putranya.

hello rebana kering

Ternyata rebana dan bedug itu pembuatannya tidak sesederhana yang kita duga. Kayu trembesi yang dijadikan bahan utamanya, musti dikeringkan dan disimpan dalam jangka waktu satu tahun sebelum bisa digunakan. Supaya kayu tidak mengalami penyusutan yang bisa menyebabkan rebana atau bedug tidak berfungsi dengan baik.

hello rebana press

 

Kulit kerbau dipilih sebagai bahan penampang  bedug karena usianya lebih panjang. Bisa awet hingga dua belas tahun. Sedangkan bedug yang menggunakan kulit sapi biasanya hanya bisa bertahan dalam lima tahun saja, selanjutnya jika kulit sobek atau berlubang bisa direparasi juga di tempat pak Mus. Kekuatan kulit kerbau juga bisa kami saksikan langsung kemarin.

hello even more weight

Rebana atau terbang sendiri menggunakan kulit kambing karena penampangnya lebih pendek. Baru kemarin ini kami tahu kalau istilah terbang untuk rebana, ternyata maksudnya jika memukulnya (rebana) dengan banTER (keras) maka akan aBANG (merah tangannya). Oalaaaah…:XD

 

Proses pengeprasan kulit ke badan/frame kayu juga tidak sembarangan. Semua dilakukan secara manual, karena dengan feeling of tone-nya, pembuat bedug dan rebana harus menge-test suara yang dihasilkan alat musik ini. Nada dan bunyi yang dihasilkan harus sama di tiga titik, Dan musti selaras dengan seperangkat alat yang sama dalam satu paketnya. Jadi tidak bisa sembarangan. Oleh sebab itulah meski beberapa mantan pegawai pak Mus ada yang juga membuka usaha yang sama, tetapi nada yang dihasilkan rebananya tidak semerdu rebana produk pak Mus. Subhanallah.

Untuk bedug, karena penampangnya lebar maka butuh dua orang untuk melakukan pelubangan pada kulitnya. Jarak antar lubang dikira-kira sehingga bentuknya bisa sesuai dengan penampang kayunya.

hello kulit dilubangi

Melihat betapa unik dan tidak mudahnya pembuatan bedug, juga mahal bahannya, maka tak heran jika harga satu buah bedug saja bisa sampai seharga satu kali pergi haji. Tiga puluh tujuh juta rupiah untuk bedug dengan diameter penampang 120 cm.

hello bedug 1 kaji

Sedangkan harga untuk satu paket alat rebana/terbang yang terdiri dari dua belas perangkat adalah 5,5 juta rupiah.

 

(Visited 1,549 times, 1 visits today)


About

penikmat hujan, pecinta purnama.


'Sentra Kerajinan Bedug Dan Rebana Di Demak' have 2 comments

  1. September 6, 2016 @ 10:40 am ali mustajab

    pak mus kapan sa ya mau survey

    Reply

  2. September 6, 2016 @ 10:41 am ali mustajab

    kalau untuk budur berapa kaalau untuk demakan berapa satu paket

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool