Sejarah Perkeretaapian

Spoorweg Menyusuri Sejarah Perkeretaapian Di Kota Semarang

Sejarah perkeretaapian di Kota Semarang sangatlah asyik bila Ezytravelers kulik dan susuri. Banyak sekali bukti-bukti sejarah yang dapat kalian pelajari. Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba menyusuri Sejarah perkeretaapian tersebut.

Mungkin dalam benak kalian tak pernah terbesit untuk melakukan hal tersebut. Jika Ezytravelers tahu, Semarang merupakan kota yang memiliki cerita sejarah yang diperkuat dengan bukti-bukti sejarah. Salah satu sejarah yang akan dibahas adalah sejarah kereta api di Semarang. Mari kita bahas lebih lengkap!

1 . Stasiun Tawang

sejarah perkeretaapian

Siapa yang tak mengenal Stasiun Tawang? Tempat di mana orang bertemu dan berpisah. Sampai pada saat ini, Stasiun Tawang masih eksis digunakan secara normal sesuai perkembangan jaman. Namun, bila kalian pahami banyak sekali cerita sejarah perkeretaapian yang tertoreh di balik gedung tua di Stasiun Tawang.

Stasiun Tawang memiliki bangunan utama yang cukup megah. Bangunan tersebut masuk dalam list bangunan cagar budaya. Coba kalian tengok secara detail di setiap sudut bangunan, kalian akan melihat betapa tuanya bangunan tersebut. Stasiun ini diresmikan pada tahun 19 Juli 1868 oleh  Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Sebuah perusahaan kereta api yang sedang berjaya pada masa itu.

Baca Juga : 

2 . Stasiun Jurnatan

sejarah perkeretaapian

kini yang dapat kita lihat hanyalah pusat pertokoan.

Kalian pasti bertanya, dimana stasiun ini berada. Tak sulit sih, untuk menyebutkan daerah Stasiun Jurnatan. Stasiun ini berada di Bubakan, Semarang. Tapi, jangan sekali-sekali kalian mencarinya ya! Pasalnya stasiun ini sudah non aktif dan sudah beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Kalian akan menemukan sederet ruko-ruko dibandingkan dengan jaman dahulu ketika Stasiun Jurnatan masih beroperasi.

Lalu apa buktinya bila area tersebut pada mulanya adalah stasiun. Buktinya adalah terdapatnya sebuah batu penanda bertuliskan PT. Kereta Api Indonesia, yaitu perusahaan kereta api yang berjaya pada era modern ini.

Stasiun ini dibangun pada tahun 1882 oleh  Samarang – Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) sebuah perusahaan kereta api Hindia – Belanda. Stasiun Jurnatan adalah pusat trem uap di kota Semarang. Jalur yang dilaluinya adalah tengah kota. Jadi bisa kalian bayangkan, pada jaman dahulu kita bisa berpergian dengan menggunakan trem.

Karena dianggap tidak menguntungkan, dan tidak dapat bersaing dengan moda transportasi lainnya maka jalur trem ditutup pada tahun 1940 dan kemudian dipindahkan ke Surabaya. Setelah itu pada tahun 1974  Stasiun Jurnatan ditutup dan semua kereta api dialihkan ke Stasiun Semarang Tawang. Namun, tak lama kemudian semua jaringan kereta api eks-SJS  ditutup.

3 . DAOP 4 (Kantor Kereta Api)

sejarah perkeretaapian

Beralamat di Jalan MH Thamrin No.3, Sekayu, Semarang Tengah, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Daerah Operasi IV Semarang atau Daop 4 adalah salah satu daerah operasi perkeretaapian di Indonesia yang benaung di bawah PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Kantor ini masih beroperasi hingga saat ini. Terdapat sebuah replika lokomotif di halaman kantor tersebut. Tentunya lokomotif tersebut adalah lokomotif tua yang menjadi moda trasnportasi pada watu itu.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: Pesan hotel murah , Wisata di semarang , dan Tiket pesawat murah 

4 . Lawang Sewu

Sejarah Perkeretaapian

Siapa yang tak mengenal Lawang Sewu? Bangunan tua yang masih berdiri kokoh di pusat Kota Semarang ini menyimpan segudang cerita sejarah. Salah satunya adalah sejarah perkeretaapian di Semarang. Lawang Sewu adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau sering disebut NIS.

Selain itu, bangunan tua tersebut juga digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) setelah kemerdekaan Indonesia. Bangunan ini pun diakui sebagai bangunan cagar budaya dan dibuka untuk umum sebagai tempat wisata.

5 . Kantor Van De Semarang – Joana Stoomtram Maatschappij

Sejarah Perkeretaapian

Jika kalian hendak melakukan perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Mas, tentunya kalian akan melewati sebuah bangunan di ujung Jalan Ronggowarsito. Bangunan yang nampak kumuh dan tak terawat itu adalah sebuah bangunan tua bekas kantor Van De Semarang – Joana Stoomtram Maastschappij.

Perusahaan ini mengelola jalur kereta api sepanjang 417 di sekitar Semarang. Selain itu di Kabupaten Demak, Kudus, Jepara, Blora, Grobogan, Bojonegoro, dan sebagian di daerah Tuban. Daerah-daerah tersebut termasuk daerah tambang emas perusahaan SJS karena merupakan penghasil komoditi gula, kapuk, dan kayu jati. Namun jalur tersebut sudah tidak aktif lagi sejak tahun 1987-1992 dan seluruh lahan eks SJS sudah dikelola olah PT. Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang.

Dari ke-5 bahasan tersebut, bisa kalian jadikan referensi untuk sekedar mengetahui sejarah perkeretaapian di Semarang.

Spoorweg Menyusuri Sejarah Perkeretaapian Di Kota Semarang
5 (100%) 1 vote
(Visited 71 times, 1 visits today)

About

Seorang gadis yang doyan jalan-jalan. Selalu menceritakan cerita perjalanannya melalui tulisan dan foto.


'Spoorweg Menyusuri Sejarah Perkeretaapian Di Kota Semarang' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool