pasar triwindu solo

Tempat Seru untuk Wisata Belanja di Solo (2)

Tempat Seru untuk Wisata Belanja di Solo (2)
5 (100%) 2 votes

Tempat wisata di Solo memang menyenangkan, banyak tempat-tempat seru yang bisa kita kunjungi. Sehingga jika Anda Liburan di Semarang bisa melanjutkan perjalanan ke Solo atau sebaliknya. Jika dalam tulisan sebelumnya yang berjudul Tempat Seru untuk Wisata Belanja di Solo (1), saya mengangkat Pasar Klewer dan Pusat Grosir Solo, tulisan ini akan mengulas tentang Pasar Triwindu dan Pasar Gede, dua pasar legendaris di Solo.

Pasar Triwindu

Salah satu tempat wisata di Solo adalah pasar Triwindu Surakarta berdiri sejak tahun 1939, sebelum terjadinya perang kemerdekaan. Nama Triwindu berasal dari peristiwa ulang tahun tahta Mangkunegaran VII yang ke 24 tahun. Tri berarti tiga dan windu berarti delapan, jadi triwindu artinya 24 tahun.

pasar triwindu solo salah satu tempat wisata di solo

Pasar Triwindu terletak di depan Puro Mangkunegaran di tengah Kota Solo. Tanah lokasi pasar tersebut dahulu milik Mangkunegaran yang sebelumnya dipakai sebagai kandang (gedogan) kuda milik Mangkunegaran. Berdasar peraturan, tanah bekas milik Mangkunegaran tersebut kini dikuasai oleh Pemerintah Kota.

Para pedagang di Pasar Triwindu dapat dikatakan 90 persen telah berganti generasi ke II dan ke III. Sedang untuk generasi ke I banyak yang sudah sukses dan telah memperluas usahanya di tempat lain. Dari pasar Triwindu inilah secara langsung maupun tidak langsung telah melahirkan eksportir mebel kayu dan rotan serta barang-barang mebel antik di Surakarta, Yogyakarta, Jepara, Jakarta, dan kota lainnya.

Pada awal berdiri sampai 1966, barang dagangan di Pasar Triwindu masih bercampur antara onderdil sepeda motor atau mobil, alat-alat pertukangan, alat-alat rumah tangga dan sedikit model antik. Mulai 1990 para pedagang barang antik di Pasar Triwindu mulai membuat barang baru yang bermotif antik (reproduksi), misalnya mebel dari Jepara, patung perunggu dari Trowulan Jawa Timur, keramik dari Jawa Barat, dan lainnya.

Kini Pasar Triwindu memang telah jauh lebih bagus. Banyak perbaikan yang telah dilakukan saat Joko Widodo menjadi Wali Kota Surakarta. Pasar Triwindu bisa dikatakan merupakan pasar barang antik terbesar di Indonesia, tidak heran jika para pedagang barang antik di kota-kota lain, sering berbelanja di Pasar Triwindu.

Untuk mencapai Pasar Triwindu Solo sangat mudah, hanya beberapa meter dari Jalan Slamet Riyadi, yaitu di Jalan Diponegoro. Jika dari Pasar Klewer atau Keraton, Anda bisa naik becak karena lokasinya tidak terlalu jauh dan bisa lebih menikmati suasana Solo.

Pasar Gede

Kepedulian pada tradisi membuat Kota Solo masih banyak dihiasi bangunan bersejarah. Beberapa bahkan masih digunakan hingga saat ini. Salah satunya adalah Pasar Gede Harjonagoro. Jika Anda sedang berwisata ke Solo, sempatkan waktu untuk mampir ke pasar tertua di Solo ini.

pasar gede solo

Letak Pasar Gede sangat mudah dijangkau, tepat berada di seberang Balai Kota Surakarta, tidak jauh dari Patung Slamet Riyadi. Bentuk bangunan depan yang megah dan khas membuat Pasar Gede ini menarik dan mudah dikenali. Setiap hari Pasar Gede selalu ramai pengunjung, baik dari penduduk setempat maupun wisatawan.

Hingga saat ini Pasar Gede masih menjadi pasar tradisional termegah di Solo. Di dalamnya pengunjung bisa mencari segala kebutuhan harian, mulai dari sembako, buah-buahan, pakaian, juga jajanan pasar. Makanan tradisional seperti dawet, mendut, bubur saren, dan jajanan pasar lainnya sangat mudah ditemukan di sini.

Sejarah Pasar Gede berawal dari zaman kolonial Belanda, pasar yang tadinya hanya sebuah pasar kecil ini, kemudian dibangun seluas 10.421 hektare. Bangunannya dirancang oleh seorang arsitek ternama Belanda bernama Ir Thomas Karsten. Pasar Gede selesai dibangun pada tahun 1930, dan diberi nama Pasar Gede Hardjanagara. Nama Pasar Gede dipilih karena pasar ini terdiri dari atap yang besar.

Perpaduan gaya bangunan Belanda dan Jawa, begitu tampak pada Arsitektur Pasar Gede. Sayangnya, Pasar Gede pernah mengalami kerusakan karena serangan Belanda pada tahun 1947. Saat Pemerintah Republik Indonesia telah mengambil alih wilayah Surakarta, Pada tahun 1949, untuk mengembalikan kemegahannya Pasar Gede kemudian direnovasi.

Proses renovasi Pasar Gede ternyata memakan waktu cukup lama terutama pada bagian atap pasar yang baru selesai pada tahun 1981. Pemerintah mengganti atap lama dengan atap baru yang terbuat dari kayu. Kemudian bangunan kedua dari Pasar Gede digunakan untuk kantor DPU yang sekarang digunakan sebagai pasar buah.

Mau jalan-jalan Ke Solo? Temukan Kemudahannya Untuk : Hotel Murah, tour murah, dan paket wisata by Ezytravel.co.id

Dalam sejarahnya Pasar Gede juga menjadi salah satu tempat yang tak luput dari amuk massa pada bulan Oktober 1999. Pasar termegah di Solo ini dibakar habis-habisan oleh massa yang mengamuk pada saat itu. Namun semua itu hanya menjadi sejarah yang selalu mengingatkan kita untuk tidak lagi membuat kerusakan di masa depan.

Pasar Gede setelah kerusuhan itu kembali direnovasi dengan tetap mempertahankan arsitektur asli. Akhir tahun 2001, Pasar Gede telah selesai diperbaiki dan bisa digunakan kembali. Hingga kini Pasar Gede tetap berdiri megah dan menjadi salah satu tempat wisata di Solo.

(Visited 152 times, 1 visits today)


About

Aktif mengenalkan Wisata Semarang melalui berbagai media


'Tempat Seru untuk Wisata Belanja di Solo (2)' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool