Toko Oen Semarang

Toko Oen Semarang, Menu Eropa di Restoran Dengan Suasana Tempo Dulu

Toko Oen Semarang, Menu Eropa di Restoran Dengan Suasana Tempo Dulu
5 (100%) 1 vote

Saya sangat beruntung memiliki teman-teman yang baik dan memiliki kesamaan hobi suka baca karya sastra. Kebaikan mereka adalah peduli dengan mengajak bertemu salah seorang penulis favorit saya semasa remaja hingga kini. Pasti sobat semua sudah tahu kan Nh. Dini, penulis karya sastra yang tersohor hingga ke manca negara. Nah, kami semua melekatkan panggilan Eyang pada beliau. Di samping faktor usia dan bentuk penghormatan dari yang muda pada sesepuh, juga karena Eyang Dini lebih suka dengan panggilan ini.

Toko Oen, Restoran Bernuansa Jadul

Beberapa kali saya diajak bertemu dengan Eyang Dini. Terakhir kali adalah awal bulan Mei, di salah satu restoran yang legendaris di kota Semarang. Restoran OEN sangat dekat dengan beberapa hotel yang terletak di jalan Pemuda. Jadi bila sobat sedang berada di Semarang dan menginap di hotel terdekat. bisa menikmati hidangan yang sudah direkomendasikan di Toko Oen Semarang.

Toko Oen Semarang

Saat memasuki ruangan resto, saya sudah disambut dengan senyum ramah pramusaji. Dengan hangat mereka mendekati saya dan bertanya akan duduk di ruang resto bagian mana. Saya dan Artie, penulis yang tinggal di Salatiga, langsung menyebut nama Eyang. Pramusaji segera menunjukkan meja tempat Eyang telah berkumpul dengan beberapa teman kami.

Eyang Dini terlihat segar dan sehat, meski usianya mencapai bilangan 80 tahun. Senang melihat atensi beliau pada kami, teman-teman muda yang selalu terpesona mendengarkan cerita hidupnya. Sering kami mendengar sambil mencocokkan dengan cerita yang dituliskan dalam buku-bukunya. Suasana ruangan di bagian dalam pun jadi ceria dengan gelak tawa kami. Kami sempat foto bersama dengan dibantu oleh staf resto yang ramah.

Toko Oen Semarang

Siang itu kami ditraktir Eyang untuk memilih makanan yang ditawarkan oleh Toko Oen Semarang. Saya, Mbak Dian dan Winda memilih menu yang sama, yaitu Gado-Gado. Alasan saya karena suka banget dengan sambel kacangnya yang sedap. Kayaknya saya nggak bisa move on dari Gado-Gado Toko Oen, saking lezatnya.

Toko Oen Semarang

Melihat pesanan saya dan Winda, Eyang berseloroh:”Itu aja? Nggak pengen pesan steak? Enak loh menu daging di sini,”

Eyang Dini sendiri memilih menu Eropa, berupa steak dengan saus dan sayuran. Daging steaknya lebar dan terasa bumbu rempahnya. Sausnya juga enak, dipadukan dengan kentang yang digoreng berukuran agak besar serta wortel rebus. Pesanan Eyang sama dengan Mbak Sugi yang datang dari Bandung.

Toko Oen Semarang

Oh iya saya tak menyangka bertemu Mbak Sugi di Toko Oen. Mbak Sugi adalah teman blogger saya dalam satu grup WA ini, rela datang ke Semarang karena ingin bertemu dengan Eyang Dini. Ternyata Mbak Sugi sangat menyukai karya beliau. Tumpukan buku Eyang menyertai perjalanannya ke Semarang untuk dimintakan tanda tangan Eyang Dini. Jadi selama berbincang di ruangan Toko OEN yang bernuansa jaman dulu, Eyang menarikan penanya di atas halaman pembuka buku koleksi Mbak Sugi.

Artie yang paling muda di antara kami, memesan menu Nasi Goreng Spesial. Lihat aja porsi yang tampak melimpah, dengan toping irisan telur dadar, telor ceplok, dan kerupuk Udang. Yakin nih dek, bisa menghabiskan seporsi nasi goreng itu? Kami menggodanya sambil tergelak geli.

Toko Oen Semarang

Eyang juga memesan Salad Daging (Huzarensla) untuk dinikmati bersama. Saya dan teman-teman yang baru pertama kali mengincipi menu salad ala Eropa ini, merasakan kelezatannya. Isi sajian salad berupa Kentang goreng, rebusan wortel yang dipotong kotak kecil, dan jagung rebus. Disajikan dengan saus khas resto ini dengan taburan irisan daging sapi yang empuk di atasnya. Ada acar mentimun yang segar dan crunchy. Ah, yummy banget nih buat makanan pembuka.

Toko Oen Semarang

Pandangan saya melayang sesekali, menikmati arsitektur bergaya Eropa yang masih dipertahankan oleh sang pemilik. Meski sudah berusia 80 tahun lebih, interior ruangan masih terawat dengan baik. Ada sebuah piano, jam lemari, foto-foto hitam putih dan lukisan.

Siang itu Eyang memesankan untuk kami dua porsi Ice Cream Tutti Frutti. Es krim yang berbentuk seperempat lingkaran, dengan bagian tengah berisi buah dan dilapisi dengan coklat di bagian luar. Cita rasa buahnya terasa sekali, begitu juga bagian coklatnya. Rasa manisnya pas menurut selera saya. Es krim di Toko OEN dibuat dari resep turun-temurun dan rasanya tidak pernah berubah. Begitu juga menu makanan yang lain yang disajikan di sini, masih seperti resep yang lama. Saat ini Toko OEN Semarang masih dikelola oleh Ibu Yenny Megaputri, cucu pendiri Toko OEN yaitu Ibu Liem Gien Nio.

Toko Oen Semarang

Rasanya puas sekali menikmati makanan sambil berbincang dengan Eyang Nh Dini. Suasana resto yang jadul dan hening, sangat cocok menjadi tempat bertemu dan berbincang dengan akrab. Tak heran bila banyak warga Belanda yang selalu mampir ke Toko OEN bila terbang ke Semarang. Yuk sobat, terbang ke Semarang bila ingin menikmati menu khas TOKO OEN.

(Visited 767 times, 6 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Toko Oen Semarang, Menu Eropa di Restoran Dengan Suasana Tempo Dulu' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool