Torakur dan Aneka Jajanan Serba Tomat Khas Bandungan

Vote Us

torakur-oleh-oleh-khas-bandungan01

Puasa sudah memasuki minggu ke-dua nih, hampir setengah jalan menuju hari kemenangan. Cepat banget ya? Kira-kira di Semarang ada keramaian apa mendekati Lebaran ini? Berdasarkan pengamatan saya selama mondar mandir Ungaran – Semarang, toko-toko swalayan sudah mengambil ancang-ancang tuh. Toples dan kaleng roti menggunung di etalase utama, botol botol sirup warna warni berderet menyesaki pelataran toko. Iya, sudah banyak warga Semarang yang mulai mencari jajanan Lebaran.

Kalau jajanan lebaran seperti roti, nastar, ampyang, dan wafer pasti sudah biasa kan? 1 bulan setelah lebaran paling juga masih utuh, tak ada yang menjamah. Berbeda cerita kalau ada suguhan kacang mete dan jenis jajanan yang langka, tuan rumah pasti ketar-ketir kalau saya datang. Takut laris gasik. Saya jadi teringat tetangga saya, sajian lebarannya begitu khas dan selalu laris di hari pertama, yaitu Torakur, Tomat rasa Kurma.

“Ngaturaken sugeng riyadi, sedoyo lepat nyuwun ngapunten” dialog mainstream orang Semarangan ketika sungkeman kepada tetangga atau saudara yang dituakan. artinya (selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf atas semua kesalahan)

“Podo podo ya, le. Sing tuwo yo akeh lupute, sing nom jembar ngapurane…. dst” Kemudian dilanjutkan dengan bermacam doa supaya makin sukses, tekun belajar dan nurut orang tua bagi yang masih sekolah, lekas ketemu jodoh bagi yang jomblo, lekas dikaruniai momongan bagi yang sudah menikah. Doa bisa dimodifikasi sesuai umur.

“wah… kok rasanya ada yang kurang nggih, Bapak? Manisan tomat yang mirip kurmanya kok tak ada?”

“Torakur? Wah iya ya, kelupaan” tak seperti biasanya, sepertinya ada yang disembunyikan.

“yaaaaaaaahhhh…… gak ada deh, pulang yuk” rombongan sungkeman langsung lemas, kecewa karena batal menikmati Torakur gratis.

torakur-oleh-oleh-khas-bandungan05

Asal usul Torakur
Tokoh di balik jajanan khas bandungan ini adalah Ibu Sri Ngestiwati warga Bandungan. Pada pertengahan tahun 2002 harga tomat anjlok karena panen berlimpah. Apabila tidak diolah maka akan segera membusuk. Sehingga muncul ide untuk mengolah tomat agar lebih awet. Maka diubahlah tomat tersebut menjadi manisan tomat menyerupai kurma, lalu dinamakan Torakur. Nah, kemudian usaha tersebut maju pesat dan menjadi oleh-oleh khas wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah hingga sekarang.

Sekilas agak sukar untuk membedakan Torakur dengan kurma kalau sudah disajikan di piring. Bentuknya sama-sama oval dengan warna pekat. Bedanya, warna kurma lebih hitam pekat, sedangkan Torakur kemerah-merahan, bentuknya lebih bulat dan terlihat licin. Soal rasa, ketika dikunyah teksturnya empuk tanpa biji, manis, serta menyisakan aroma dan rasa khas tomat. Patut dicatat, meskipun tanpa bahan pengawet, torakur bisa tahan sampai 6 bulan.

Menurut saya, Torakur sangat cocok untuk sajian Lebaran supaya susana lebih ramai dan ceria. Sayang, di Semarang bawah masih jarang toko yang berjualan Torakur. Lebih enaknya langsung saja ke Bandungan di toko Torakur Bu Ngesti Jl. Pangeran Diponegoro No.51 KM1.7 Bandungan atau warung-warung di pasar Bandungan. Oh ya, buah tomat juga memiliki khasiat untuk kesehatan lho, karena di dalam buah tomat terkandung vitamin A, tinggi serta dan zat antioksidan yang dapat mencegah kanker. Tapi juga harus ingat, kandungan gulanya lumayan banyak di tiap buahnya. Jadi, satu hari cukup 2 buah saja. Jangan banyak-banyak.

torakur-oleh-oleh-khas-bandungan03

Bagaimana Cara Pembuatan Torakur?
Untuk pembuatannya, saya belum pernah ke tempat produksinya. Jadi tidak tahu secara detail bagaimana cara pembuatannya. Maafkan saya. Namun berdasarkan info dari penjaga toko yang saya temui, bahan baku dan hasilnya berbanding 5:1. Misalkan dari 5 kilogram tomat, setelah melalui proses perebusan dan penjemuran hingga menyusut hanya akan menghasilkan Torakur 1 kilogram saja. Walah, kisut, kisut deh itu tomatnya. Soal harga, Torakur ini dijual dalam 2 ukuran, Ukuran box kecil 225 gram dijual seharga Rp17.000,- dengan isi rata rata 12-14 buah/box. dan Ukuran 500gram dengan harga Rp35.000,-.

torakur-oleh-oleh-khas-bandungan06

Selain Torakur, di toko oleh-oleh khas Bandungan Bu Ngesti ini juga menjual bermacam olahan tomat, madu, pepaya, timun ketela dan bermacam hasil bumi kolaborasi dari banyak UKM di Kabupaten Semarang. Banyak sekali jajanan yang menggoda selera. Jadi, kalau lewat atau sedang berwisata di kawasan Bandungan, sepulang dari Candi Gedong Songo atau ngecamp di Gunung Ungaran, tidak ada salahnya mampir dan icip-icip Torakur dan oleh-oleh khas Bandungan yang lainnya sebagai jajanan sajian Lebaran yang akan segera tiba.

(Visited 975 times, 6 visits today)


About

Holiday Runner yang lagi rajin renang, Tertarik dengan street photography dengan kamera handphone Owner www.slamsr.com


'Torakur dan Aneka Jajanan Serba Tomat Khas Bandungan' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool