Karnaval Dugderan semarang

3 Tradisi Jelang Puasa Ini Ada di Kota Semarang. Cek di Sini!

Nggak terasa bulan Ramadhan semakin dekat ya, Ezytraveler. Seluruh umat Islam akan merayakan dengan melakukan ibadah puasa. Ada tradisi jelang Ramadhan di Semarang, lho! Mungkin beberapa acara pun terjadi di beberapa daerah sesuai dengan adat istiadat mereka masing-masing.

Setiap daerah punya ciri khas dan adat istiadat menjelang puasa. Nah, 3 tradisi ini biasanya dilakukan di Semarang Ezytraveler. Mungkin kalau kalian datang ke Semarang menjelah hari sebelum puasa mungkin kalian akan mudah menemukan salah satu titik keramaian yang ada di Kota Semarang.

Mari kita intip, apa aja sih tradisi jelang Ramadhan di Kota Semarang? Biar kalian nggak penasaran yuk di cek pembahasan di sini:

1. Acara Dugderan tak pernah ketinggalan dan sudah jadi tradisi jelang Ramadhan di Semarang

tradisi jelang Ramadhan

Sumber dari Seputar Semarang

Nah, kalau di Semarang acara sebelum puasa bisa kalian jumpai di sekitaran pasar Johar. Tepatnya di area masjid Kauman Semarang. Acara itu sering disebut masyarakat dengan “Dugderan” yang berasl dari kata Dug=bedug dan Der=letupan atau ledakan kembang api.

Siapa sangka acara dugderan ini sudah ada sejak masa kolonial lho!

Tapi dulu acara ini dipusatkan di daerah Simpang Lima. Nah, awalnya acara ini dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh mercon dan kembang api. Disitulah muncul kata dugderan.

Perayaan ini biasaanya ditandai oleh beragam macam pedagang gerabah yang tersebar di area pusat pasar dugderan. Nah, sekalian belanja membeli oleh-oleh di sana. Acara ini hanya ada setiap tahun sekali lho, barang-barang yang dijual pun hanya bisa kalian temukan di sana.

Kalian pun akan melihat beberapa macam arena hiburan rakyat berupa pasar malam. Mungkin kalian bisa mengajak adik serta anak-anak untuk datang dan menikmati beberapa wahana permainan di sana. Dugderan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa bulan suci Ramadhan akan segera datang dan segeralah mempersiapkan diri.

2. Festival Dugderan yang diarak dari Balaikota hingg masjid Agung

tradisi jelang Ramadhan

Sumber Foto dari dot Semarang

Selain pasar kaget yang ada di kawasan masjid Kauman. Festival Dugderan ini pun dimeriahkan denhan arak-arakan karnaval dari pusat kota hingga Masjid Agung. Masyarakat menyebutnya arak-arakan Warak Ngendog. Warak Ngendog sendiri adalah semacam simbol akulturasi budaya yang ada di Semarang.

Arak-arakan ini menjadi daya tarik wisatawan juga lho! Sebelum acara dimulai terkadang banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke Semarang sudah menunggu di sekitaran jalur karnaval. Warak Ngendog ini akan diarak sampai ke Masjid Agung menggunakan mobil bak terbuka yang dihiasi oleh pernaj pernik yang nampak meriah.

Warna-warni warak ngendog ini melambangkang unsur Cina, Arab, dan Jawa yang menyatu secara harmonis. Arak-arakan ini bisa menyadi pemersatu masyarakat Semarang untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan. Setelah resmi diumumkan tanggal 1 Ramadhan maka acara Dugderan pun secara resmi di tutup dan akan dibuka lagi di tahun berikutnya.

3. Tradisi nyadran pun masih ada sampai sekarang di Semarang

Nyadran adalah sebuah tradisi jelang Ramadhan dengan berkunjung ke makam untuk mendoakan para leluhur kita yang sudah menginggal. Bisa juga mendoakaan para saudara kita yang sudah pergi mendahului kita. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kita tentang kematian.

Siapa yang gak mau traveling hemat? Ambil promo murah Explore Budaya Semarangpromo hari raya dan booking hotel murah. Yuk berangkat!

Bergota adalah salah satu makam terbesar di Kota Semarang. Sebelum puasa, biasanya sepanjang jalan di kawasan Bergota akan ramai dan dipadati oleh pengunjung yang akan melakukan tradisi nyadran.

Nyadran ini sudah ada sebelum Wali Songo masuk ke Jawa. Nyadran sendiri berasal dari kata sodron yang artinya tidak waras. Jaman dulu sebelum penyebaran islam masuk pulau Jawa, banyak masyarakat yang menyembah pohon, batu, bahkan binatang sambil membawa sesaji dan membaca mantra-mantra. Hal itu dianggap tidak waras, hingga pada akhirnya datanglah Wali Songo ke Jawa untuk meluruskan akhlak masyarakat.

Setelah itu, Kanjeng Sunan pun mengganti mantra-mantra itu dengan doa-doa yang di panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nah, sampai sekarang tradisi tersebut masih berlangsung higga saat ini.

***

Nah, ezytraveler 3 paparan di atas adalah tradisi jelang Ramadhan yang ada di Kota Semarang. Kalau di Kota kalian apa ni? Kalian bisa sharing juga lho di kolom komentar di bawah ini!

3 Tradisi Jelang Puasa Ini Ada di Kota Semarang. Cek di Sini!
Vote Us
(Visited 354 times, 1 visits today)


About

Seorang gadis yang doyan jalan-jalan. Selalu menceritakan cerita perjalanannya melalui tulisan dan foto.


'3 Tradisi Jelang Puasa Ini Ada di Kota Semarang. Cek di Sini!' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool