masjid pekojan semarang

Tradisi Unik di Masjid Pekojan Semarang

Tradisi Unik di Masjid Pekojan Semarang
5 (100%) 1 vote

Bagi yang sedang merencanakan liburan di Semarang rasanya belum lengkap jika tidak menjelajahi berbagai tempat yang unik dan menarik di sini. Ya tempat kuliner, wahana permainan maupun tempat-tempat bersejarah yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Semarang memang kaya akan tempat-tempat menarik yang pas sekali untuk didatangi oleh mereka pencinta budaya. Meski tak semeriah kota-kota besar macam Jakarta dan Surabaya, ada banyak lokasi yang bisa disambangi untuk mengetahui sejarah dan uniknya akulturasi yang terjadi di kota ini. Peninggalan kuno yang membentuk ke-khas-an Kota Lama di Semarang masih ada hingga kini. Bahkan saat ini banyak pihak yang mulai menggalakkan pelaksanaan event publik dengan mengambil lokasi di Kota Lama sebagai wujud kecintaan terhadap akar budaya Semarang.

Di seputaran Kota Lama ini ada satu bagian yang mewakili ciri khas hunian masa lalu. Tempat ini sangat populer sebagai kawasan perdagangan utama dan kami warga Semarang menyebutnya sebagai Pekojan. Pekojan mengacu kepada tempat bermukimnya orang-orang Koja alias keturunan Gujarat. Mereka memang terkenal sebagai kaum pedagang yang gemar berkelana hingga ke seluruh penjuru dunia.

Di Pekojan ini lah terdapat satu masjid tua yang menjadi tempat beribadah kaum Koja. Selain melakukan ibadah mereka rupanya juga menjadikan tempat ini sebagai tempat penyebaran agama Islam. Mereka menyatu dengan penduduk setempat. Salah satu media untuk makin mempererat hubungan itu diwujudkan dalam bentuk makan bersama.

Adalah Masjid Pekojan yang digunakan oleh orang-orang Koja untuk beribadah dan menyatu dengan masyarakat pribumi. Interior masjid tersebut terlihat masih mengikuti gaya bangunan lama dengan pintu-pintu kayu berukuran tinggi dan berdesain khas rumah kuno. Masjid tersebut sering digunakan untuk sholat Ashar sekaligus menunggu waktu berbuka puasa di saat bulan Ramadhan. Nah, menu berbuka puasanya nih yang unik.

Di setiap bulan Ramadhan, sesuai dengan tradisi yang telah turun temurun, masjid ini memasak sajian Bubur India. Tak sekedar untuk puluhan porsi saja loh, masjid ini menyediakan bubur hingga 200 porsi.

ezy02

LIBURAN DI SEMARANG

Selepas sholat Dhuhur para juru masak yang bertugas menyiapkan Bubur India ini telah mulai mengolah masakan dan menyiapkannya ke dalam wadah berwarna-warni seperti yang tampak pada foto di atas.ย  Tak kurang dari 20 kilogram beras dimasak untuk keperluan buka puasa bersama ini.

Tak sekedar terkenal di seantero Semarang saja loh tradisi unik ini. Banyak orang dari luar kota yang sengaja datang ke masjid ini di bulan Ramadhan untuk membuktikan benar atau tidaknya legenda Bubur India tersebut. Saya yang asli orang Semarang saja baru sekali datang ke sana dan menyaksikan kemeriahan situasi berbuka puasa ini. Sayangnya saya datang sudah agak terlambat di saat juru masak sudah selesai memasak bubur yang konon dimasak di dalam dandang raksasa dan masih menggunakan kayu bakar.

Hmmm… bisa bayangkan kelezatan bubur ini? Jika suatu saat singgah di Semarang saat bulan puasa, jangan lupa mampir ke Masjid Pekojan yang terletak di Jalan Petolongan Semarang.

(Visited 519 times, 1 visits today)


About

Ibu dua orang anak yang gemar ngomong gak penting, senang kumpul-kumpul plus ngumpulin buku


'Tradisi Unik di Masjid Pekojan Semarang' have 17 comments

  1. March 2, 2015 @ 11:08 am Dwi Pramono

    Artikel yang keren… Saya sudah pernah shalat Jumat di sana. Ada muslim China (memang lokasinya di Pecinan), Arab, dan warga setempat berbaur.

    Reply

    • March 2, 2015 @ 11:37 am Uniek Kaswarganti

      Iya Mas Dwi, berbaurnya segala etnis itu loh yg bikin hati adem klo di sini.

      Reply

  2. March 2, 2015 @ 12:04 pm Hidayah Sulistyowati

    Duuh…ceritamu bikin ngiler pengen menikmati bubur India, mbak ๐Ÿ˜€

    Reply

  3. March 2, 2015 @ 12:30 pm Erna Triastuti

    Mb Uniek….artikel yg sangat menarik. Saya juga pernah baca liputan di koran mengenai pembuatan bubur India ini saat Ramadhan. Pengen ke sana juga suatu saat untuk menikmatinya.

    Reply

  4. March 2, 2015 @ 3:32 pm Inung Nie

    artikel yg menarik….kalau pas puasa aku juga mau diajak kesitu ๐Ÿ˜€

    Reply

  5. March 2, 2015 @ 3:43 pm menik

    Mbak, ini di kawasan Pecinan bukan?kalo ama yang Pasar Semawis deket gak?hehehe

    Reply

    • March 4, 2015 @ 10:50 am Uniek Kaswarganti

      Cenderung lebih dekat Johar sih mba.. ya Pecinan kan deket Johar juga ๐Ÿ™‚

      Reply

  6. March 3, 2015 @ 10:12 am munif

    klo ga bulan ramadan, ada yang jualan bubur indianya ga ya… ๐Ÿ™‚

    Reply

    • March 4, 2015 @ 10:53 am Uniek Kaswarganti

      Sepertinya ijin jualan dibekukan semua mas yg mau jual bubur india ini ๐Ÿ˜‰

      Reply

  7. March 3, 2015 @ 10:24 am rahmiaziza

    Yuk blogger Semarang rame2 ke Masjid Pekojan pas puasa nanti, aku juga pengen nyobain buburnya. Mbungkus entuk rak yo :p

    Reply

  8. March 3, 2015 @ 8:55 pm Lestari

    Ini yang dulu kita janjian tapi nggak kesampaian yes? yok ke sana lagii yook. Setuju sama makmi, sekalian mbungkus :p

    Reply

  9. March 6, 2015 @ 12:37 am Dian Nafi

    kapan-kapan kita coba bubur indianya yuk ๐Ÿ™‚

    Reply

  10. March 7, 2015 @ 7:42 pm Johanis Adityawan

    unforgettable banget deh dulu pas puasa pernah ikutan ngantri bubur pekojan

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

ยฉ2017ย HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool