Gua Jepang Gunung Ungaran

Uji Nyalimu Dulu di Gua Jepang, Sebelum Mendaki Gunung Ungaran

Uji Nyalimu Dulu di Gua Jepang, Sebelum Mendaki Gunung Ungaran
5 (100%) 1 vote

Dari sekian banyak pegunungan di Semarang, siapa sih yang tidak tahu Gunung Ungaran? Pernah mendengar ada Gua di Promasan? Mungkin kamu kuat mendaki sampai puncak Gunung Ungaran, tapi apakah kamu cukup kuat untuk uji nyali menyusuri lorong-lorong di Gua Jepang Promasan, sendirian? hmmm… belum tentu berani kan? saya juga #eh.

Dari pengamatan saya, dari sekian kali saya kelayapan di Gunung Ungaran, sedikit sekali pendaki yang tertarik dengan Gua Jepang. Sayang sekali, padahal cukup menarik lho menurut saya, mungkin belum ada info dari Basecamp Mawar sendiri tentang adanya Gua Jepang. Bahkan di peta jalur pendakian yang dibagikan ketika mendafatar, tidak ada Check Point Gua Jepang sebagai destinasinya. Paling mentok adalah Promasan. Justru di sini letak uniknya, khususnya bagi para pendaki bernyali besar (tepuk dada sendiri), pasti tidak akan melewatkan untuk menyusuri Gua bekas romusa  penjajahan jepang ini.

Gua Jepang Gunung Ungaran

Lokasi dan Transportasi ke Gua Jepang Promasan

Secara administratif berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Lokasinya berada tepat di kebun teh, sebelah timur Desa Promasan. Terlihat jelas kok dari Desa Promasan, Salah satu pintu atau ventilasinya bagian atas dekat dengan pemakaman setempat. Nah lho…

Untuk menuju ke sana ada 2 jalur. Jalur pertama, yaitu jalur yang paling saya suka dan paling asyik adalah jalur pendakian Gunung Ungaran dari Camp Mawar – Bandungan dengan cara jalan kaki. Ada pepatah mengatakan “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”, maka bila melalui jalur ini, akan ada banyak sekali spot menarik seperti Hutan primer, Air terjun, kolam mata air, kebun kopi, kebun teh, Desa Promasan, Candi Promasan dan tentunya Gunung Ungaran. (menatap jauh ke pucuk 2050mdpl)

Jalur yang kedua bisa dilalui dengan mengendarai mobil atau motor untuk sampai ke Promasan. Jika dari Simpang Lima Semarang bisa langsung ke arah Mijen – Cangkiran – Boja – Medini. Eits.. tapi tunggu dulu, siapkan kondisi kendaraan kamu, karena medan jalanan tidak akan semulus aspal atau seempuk roti tawar.  Kamu akan melewati jalan berbatu nan terjal, berkerikil dan bakal licin kalau hujan.

Gua Jepang Gunung Ungaran

Pintu Barat / Bawah Gua Jepang Promasan

Sejarah Singkat Gua Jepang di Promasan
Gua jepang ini dibangun oleh romusa, yaitu tenaga kerja paksa, yang didatangkan Jepang dari negeri-negeri lain yang mereka jajah, termasuk Indonesia sekitar tahun 1942 – 1945. Orang-orang malang inilah yang menggali bukit-bukit dan membangun jaringan gua di bawah perut bumi sebagai tempat persembunyian Jepang karena merasa terancam oleh serangan balik sekutu, sekaligus sebagai penjara bagi pemberontak dan tempat penyimpanan senjata.Gua ini sebenarnya belum selesai dikerjakan dan belum pernah difungsikan karena Jepang menyerah pada sekutu dan Indonesia merdeka pada tahun 1945. Jadi, jangan membayangkan dan membandingkannya dengan sejarah kelam panjara bawah tanah di Lawang Sewu yang menyeramkan dan bermacam cerita mistisnya ya?

Gua Jepang Gunung Ungaran

Kondisi di dalam Gua Jepang Promasan sebelum keluar

Kondisi di Dalam Gua, Siapkan Nyalimu!
Ketika mulai memasuki mulut gua, padahal baru beberapa langkah atmosfer langsung berubah. (saya masuk dari pintu bawah) Udara di kebun teh Promasan yang tadinya gerah (siang itu cuaca cerah berawan), sinar matahari lumayan terik, seketika berubah menjadi sejuk, lembab dan bertambah pengap bila semakin jauh ke dalam.Dinding gua, pahatan tangan kasar para romusa yang berumur lebih dari setengah abad ini terasa begitu dingin, lantainya benyek berlumpur karena rembesan hujan semalam, aroma tanah basah dan bebatuan yang khas begitu terasa menembus hidung. Di tengah perjalanan kami dihadang oleh genangan air setinggi mata kaki, sepanjang 5 meter lebih. Saya terpaksa melepas sepatu, telanjang kaki. “dingiiiin!!!” Airnya berasa aneh di telapak kaki. Iya, jika kamu berkunjung di musim hujan pasti akan ada genangan air.

Kebetulan saat itu saya tidak sendirian. Misalkan sendirian pun, saya bakal lebih milih berendam di air kolam Candi Promasan yang dingin daripada masuk sendirian kalau tidak terpaksa. Saya menjadi guide dari 2 gadis yang begitu penasaran setelah saya cekoki cerita-ceita misteriusnya Gua Jepang. Wajah mereka pun ikut berubah, ada rasa takut bercampur penasaran yang meluap.

Isi dada sebelah kiri berdegup lebih kencang dan bulu-bulu pun seakan ikut waspada. Gelap! semakin ke tengah semakin gelap. Cahaya dari LED handphone hanya mampu menerangi jalan becek dengan radius 2 meter, selebihnya gelap dan singup. Jadi saran saya, bawalah headlamp atau senter yang cukup terang. Supaya jalan terlihat jelas dan bila foto foto hasilnya tidak blur atau gelap.

Bentuk ruangan di dalam gua menyerupai bangunan yang dipondasi oleh bata dan semen, padahal aslinya sama sekali tidak ada semen atau beton. Panjang lorong sekitar 150 meter, tinggi sekitar 1.8-2 meter dan lebar tidak sampai 2 meter. Perjalalan dari ujung ke ujung pintu sekitar 10 menit saja, namun ketika berada di dalam kegelapan, waktu akan terasa sangat lambat. Terdapat bilik bilik di sisi kanan dan kiri lorong, luasnya sekitar 3-4 meter berjumlah 26 bilik. Saya langsung penasaran, pikiran melambung kemana mana, ada rasa takut tapi juga penasaran. Sebenarnya ada cerita misteri apa di dalam bilik tersebut pada jaman romusa dulu (yakin deh, sensor horor di bulu kuduk mulai aktif). Setelah keluar dan melihat matahari, rasanya akan begitu lega dan getaran jantung pun mulai kalem. Slamet… Slamet!

Gua Jepang Gunung Ungaran

Pintu Sebelah Timur /atas  Gua Jepang Promasan

Keunikan Gua Jepang Promasan
Gratis, alias tidak bayar. Belum ada pengurus atau penjaga gua yang berada di tengah kebun teh ini. Rasa penasaran dan nyali anda akan teruji di sini. Rasanya belum lengkap bila mendaki Gunung Ungaran namun tidak mampir ke Gua Jepang. Bila waktu Anda cukup lama ketika liburan di Semarang, sempatkanlah mampir dan cari tahu sejarahnya. Yang perlu diperhatikan adalah masyarakat sekitar menganggap gua ini sakral lho, setiap bulan diadakan upacara pada gua tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya kita jaga, jangan sampai ada tangan jahil yang merusak gua ini.

(Visited 1,046 times, 1 visits today)


About

Holiday Runner yang lagi rajin renang, Tertarik dengan street photography dengan kamera handphone Owner www.slamsr.com


'Uji Nyalimu Dulu di Gua Jepang, Sebelum Mendaki Gunung Ungaran' have 6 comments

  1. May 28, 2016 @ 2:52 pm Ika Puspitasari

    Kalo aku..udah nyerah duluan kalo di suruh masuk ke gua ini. Mendingan nunggu di luar aja deh..haha

    Reply

    • May 30, 2016 @ 8:47 am Slamsr

      Nunggu di luar sambil mendirikan tenda mba, sama masak sosis

      Reply

  2. May 28, 2016 @ 11:28 pm dini rahmawati

    udah pernah masuk sana 2 kali mak,, jaman sma dulu, lebih dr 20 tahun lalu. alamak.. tuwir amat aku yak.. hihi

    Reply

    • May 30, 2016 @ 8:48 am Slamsr

      Wow 2x? Dalam rangka apa nih mba? Diksar kah

      Reply

  3. June 8, 2016 @ 9:25 pm Hidayah Sulistyowati

    Aku udah pernah masuk Goa Jepang ini jaman SMA sekali. Trus waktu kuliah, lupa berapa kali. Sering sih ke Promasan jaman muda dulu. Masih sama ya nggak berubah aroma singupnya

    Reply

    • June 16, 2016 @ 4:17 am Slamet Riyadi

      masih sama kayanya mba\
      mungkin bakal berbeda kalau sudah ada lampu penerangan di dalam gua, atau ada yang jualan ponari di mulut gua

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool