Warak Ngendog, Ikon Kebudayaan Kota Semarang

Warak Ngendog, Ikon Kebudayaan Kota Semarang
5 (100%) 1 vote

Travelers yang sedang wisata ke Semarang, pasti sering dong melihat ikon di bawah ini. Saya pertamakali melihatnya kalau tak salah pada spanduk Semarang Great Sale yang rutin diadakan tiap tahun di Semarang. Hehe dasar emak-emak ya.

WARAK NGENDOG

Ikon tersebut ternyata adalah ikon kebudayaan kota Semarang, namanya Warak Ngendog. Konon, Warak Ngendog aslinya hanya berupa mainan anak-anak dengan wujud menyerupai hewan, yang selalu dikaitkan dengan perayaan Dugderan, yang diadakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Thifa, Hana, dan mainan warak ngendog

Thifa, Hana, dan mainan warak ngendog

Kata “warak” berasal dari bahasa arab, “wara’i” yang berarti suci. Dan ngendog yang artinya bertelur (jawa) disimbolkan sebagai hasil pahala yang didapat seseorang setelah sebelumnya menjalani proses suci. Secara harfiah, Warak Ngendog dapat diartikan: siapa saja yang menjaga kesucian di bulan Ramadan, kelak di akhir bulan akan menerima pahala di hari lebaran.

Binatang mitologis ini digambarkan sebagai simbol pemersatu tiga etnis mayoritas yang ada di Semarang Bagian-bagian tubuhnya terdiri dari Naga (Tionghoa), Buraq (Arab) dan Kambing (Jawa).

Warak Ngendog disebut-sebut sudah mengalami beragam modifikasi dari bentuk aslinya. Beberapa sumber mengatakan bahwa sebenarnya bentuk asli dari warak ngendog ini adalah kepala bersudut lurus menyerupai kambing (melambangkan etnis Jawa), leher yang jenjang menyerupai leher unta (melambangkan etnis Arab) dan badan dengan proporsi tubuh menyerupai kilin (melambangkan etnis Tionghoa). Bulu-bulunya keriting seperti gibas (wedus gembel), mulutnya menyeringai seperti singa atau naga, kepala bertanduk seperti tanduk kambing dan di bagian ekor terdapat telur.

Tubuh warak aslinya memiliki sudut-sudut yang lurus mencerminkan perilaku orang Semarang yang lurus (tidak berbelit-belit), terbuka (apa adanya, tanpa basa-basi), dan egaliter (tidak mementingkan kasta atau formalitas)

Menurut cerita sebagian warga, Warak Ngendog sudah hadir sejak awal mula pendirian Kota Semarang. Bahkan, saat Ki Ageng Pandan Arang atau yang dikenal sebagai Raden Pandanaran mendirikan Kota Semarang dan menjadi Bupati pertama kali, hewan mitologi ini pun sudah hadir di tengah masyarakat. Akan tetapi ada juga yang mengatakan Raden Pandanaranlah memperkenalkan Warak Ngendog ini pertama kali kepada warga Semarang kuno kala itu. Dan sejak saat itu, Warak Ngendog terus dijadikan salah satu maskot Kota Semarang.

Selain menjadi mainan yang selalu dijual pada acara dugderan atau pameran lainnya, patung warak ngendog juga berdiri megah di salah satu taman yang ada di Semarang, yaitu Taman Pandanaran. Pada pagi, sore, dan malam hari banyak orang berkumpul di situ. Baik hanya sekedar nongkrong ataupun yang ingin mengabadikan momen bersama ikon khas kota Semarang. Apalagi letaknya sangat strategis, di pusat kota dan sangat dekat dengan tempat penjualan oleh-oleh khas Semarang.

Taman Pandanaran

Sumber: Wikipedia, metrosemarang[dot]com

(Visited 1,318 times, 1 visits today)


About

Ibu dua anak, blogger, penulis komik Mak Irits dan #DiaryMamaMie


'Warak Ngendog, Ikon Kebudayaan Kota Semarang' have 6 comments

  1. June 27, 2015 @ 6:24 am Nurul Fitri Fatkhani

    Pertama kali lihat,agak bingung juga. Hewan apa ini. Ternyata perpaduan dari berbagai jenis binatang ya… 😉

    Reply

    • July 28, 2015 @ 4:39 pm Rahmi

      Iya mba, makna filosofisnya dalem

      Reply

  2. June 28, 2015 @ 5:48 am prananingrum

    jadi tahu nih sejarahnya warak ngendog mksh mbak ulasannya ciamik

    Reply

    • July 28, 2015 @ 4:38 pm Rahmi

      Aku juga baru tahu setelah skian lama tinggal di Semarang mba hehehe

      Reply

  3. June 30, 2015 @ 10:03 am Hidayah Sulistyowati

    Dulu kalo beli mainan ini buat anak2ku, malah cepet rusak karena ditunggangi, hahahaa

    Reply

    • July 28, 2015 @ 4:38 pm Rahmi

      Kok sama kaya Hana mbak hehehe

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool