Wedang Kacang

Wedang Kacang Kapuran

Sobat Ezytravelers,

Banyak jenis makanan dan minuman khas di Semarang yang kemudian dikatakan sebagai kuliner khas Semarangan, seperti Lunpia, Wingko (meski asalnya dari kota Babat-Jawa Timur), Bandeng (padahal masih mencantumkan Juwana, kota kecamatan di pantura Timur Jateng), dan beberapa jenis kuliner lainnya. Wedang Kacang Tanah, selanjutnya disingkat saja menjadi Wedang Kacang, sebenarnya juga banyak dijumpai di kota-kota lainnya, tapi saat memasukkan kata kunci “wedang kacang” di mesin pencari, biasanya Wedang Kacang Kapuran muncul di deretan atas karena memang legendaris karena sudah lebih dari 40 tahun menjadi salah satu kuliner popular di Semarang.

mbak NahAdalah pak Yusman (70 tahun) yang mengawali berjualan wedang kacang ijo dan wedang kacang tanah di Jalan Kapuran yang dekat dengan Kawasan Pecinan Semarang.  Sempat berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya memilih lokasi sekarang digunakan, bersebelahan dengan Sate Kambing Kapuran (yang juga terkenal dan sudah berdiri sejak 1947). Saat ini usaha Wedang Kacang pak Yusman dilanjutkan oleh putrinya (mbak Santi) dibantu adik iparnya (mbak Nah) yang lebih sering menjaga warung. Meskipun sangat laris, warung ini tetap memilih menjadi warung kaki lima (bongkar pasang tenda).

Variasi wedang yang dijual di warung ini adalah wedang kacang ijo, wedang kacang tanah, dan wedang durian. Memang wedang dan bukan bubur, karena santan/kuahnya lebih dominan, lebih banyak dan tidak terlalu kental. Wedang kacangnya terbilang istimewa. Meski sudah diolah cukup lama, buliran kacang tanah tetap utuh bentuknya, dan saat sudah masuk mulut butir kacangnya langsung hancur dengan lembut. Kuahnya yang tidak terlalu kental juga sangat terasa aroma kacang tanahnya. Paling nikmat wedang kacang tanah ini dinikmati saat panas, tapi sedap juga kalau ditambah es.

kacang tanah-ketan duren-kacang ijo

TIKET KE SEMARANG

Wedang ketan duren juga sangat enak dan tidak menimbulkan “neg” (mblenger, Jw). Kuah durian diolah dalam komposisi yang manisnya pas dan ketannya pulen. Kalau sedang musim, bisa ditambahkan sebutir durian utuh. Wedang kacang ijo juga sangat lembut (mempur, Jw) buliran kacang ijonya. Biasanya ditawarkan, apakah pengin ditambah ketan atau tidak. Baik wedang kacang tanah, wedang ketan duren, maupun wedang kacang hijau dihargai Rp 6.500,- per mangkok. Porsinya cukup mengenyangkan meskipun ada juga yang senang “tanduk alit” (nambah separo).

Meskipun tidak menyediakan menu makan dengan nasi, pilihan aneka jajanannya cukup menggoda selera. Ada risoles, kroket, lumpia, bakwan udang, siomay, martabak, dan bakcang ayam. Juga ada bakmi dan mihun goreng dalam bungkus daun dilapis kertas. Mbak Nah mengatakan bahwa semua makanan tersebut bukan titipan melainkan dimasak sendiri. Sebagai pengganti nasi ada arem-arem yang lumayan besar porsinya. Harganya pun tidak terlalu mahal, mulai dari Rp 2.500 (arem-arem dll), Rp 8.000 (bakcan ayam), dan Rp 10.000,- (lumpia). Biasanya dengan menikmati semangkok wedang ditambah 2-3 potong jajanan rasanya sudah kenyang sekali.

aneka jajanan

Warung Wedang Kacang Kapuran buka mulai pukul 15.00 hingga 22.00. Meskipun berada di Jalan/Gang Kapuran namun di peta masih termasuk Jl. Ki Mangunsarkoro. Untuk menuju ke lokasi bisa melalui Jalan MT Haryono, belok ke kiri lewat Jalan Jagalan, kemudian pada perempatan pertama belok ke kiri sudah memasuki kawasan gang Kapuran.

Monggo mampir kalau berwisata kuliner ke Semarang..

Wedang Kacang Kapuran
4.5 (90%) 2 votes
(Visited 5,409 times, 1 visits today)



'Wedang Kacang Kapuran' have 5 comments

  1. May 9, 2015 @ 5:30 am Hidayah Sulistyowati

    Orang Semarang harusnya tahu lokasi ini ya Pak Dwi, hehehe

    Btw, ini dekat rumah masa kecil, rumahnya simbah putri. Jadi kalo kesini mampir di rumah keluarga juga 🙂

    Reply

    • May 9, 2015 @ 5:49 am Dwi Pramono

      Iyo, mbak Wati. Beberapa kali ke sana malah ketemunya kebanyakan tamu-tamu dari luar kota, “alumni” Semarang yang kangen wedang kacang.

      Reply

  2. May 9, 2015 @ 5:50 am Inung Djuwari

    Sudah lama banget nggak kesini

    Reply

    • May 9, 2015 @ 6:07 am Dwi Pramono

      Wis dikangeni karo bakule, mbak Inung… 🙂

      Reply

  3. May 16, 2015 @ 11:10 am Johanis Adityawan

    mata langsung terfokus ke “wedang duren” hehehe.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool