Wingko Babad

Wingko Babad Cap Kereta Api, Alternatif Toko Oleh-Oleh di Semarang

Wingko Babad Cap Kereta Api, Alternatif Toko Oleh-Oleh di Semarang
5 (100%) 1 vote

Saat berlibur ke suatu tempat, mencari oleh-oleh menjadi salah satu item yang harus masuk itinearary selain wisata kuliner. Bagi sebagian orang magnet kulkas dan kartu pos menjadi barang yang wajib diburu. Sedangkan yang lain belum afhdol rasanya kalau belum menenteng oleh-oleh khas daerah tersebut. Kamu termasuk yang mana? Atau enggak memasukkan item “mencari oleh-oleh” ke itineararymu?

Sudah sering liburan di Semarang? Pasti nggak asing lagi dengan kawasan Jalan Pandanaran yang ngehits akan oleh-olehnya itu. Lalu lalang kendaraan wisatawan tak jarang membuat macet kawasan ini. Belum lagi para pedagang kaki lima dan pengemis yang berjajar di sepanjang toko. Membuat suasana semakin riuh rendah.

Terkadang ada orang yang lebih suka memilih berbelanja di tempat yang ramai. Banyak pengunjung berarti toko tersebut nggak diragukan lagi kredibilitasnya. Tapi ada juga yang malas antre, lebih baik mencari toko lain yang cenderung sedang saja pengunjungnya. Toh untuk ukuran kualitas barang juga seimbang.

Sedang berlibur dan malas berburu oleh-oleh di kawasan Pandanaran? Ada salah satu tempat yang bisa menjadi alternatif loh. Wingko Babat Cap Kereta Api, begitu nama yang tertera di plang di depan toko tersebut. Wingko babad di sini cukup tersohor lho, walaupun bukan makanan asli Semarang. Perpaduan gula, kelapa dan tepungnya memang patut diacungi jempol. Yang pasti tanpa pengawet, pemanis buatan dan penguat rasa. Untuk pilihan rasa, ada variasi seperti original, coklat, nangka, durian, pisang raja. Masalah harga nggak perlu khawatir, mulai Rp.3.000,- kita sudah bisa mencicipi gurihnya wingko babad. Walaupun wingko babad menjadi icon, toko ini juga menyediakan aneka makanan lain. Bahkan ada souvenir seperti magnet kulkas, gantungan kunci, kaos dan kartu pos.

Wingko Babad Cap Kereta Api

Wingko Babad Cap Kereta Api

Magnet kulkas sendiri dibandrol Rp.28.000,- per biji. Sedangkan kartu pos satu pack berisi 10 biji dijual Rp.12.000,- Kertas yang digunakan kartu pos ini tebal dan gambarnya pun tajam. Aneka bangunan dan makanan yang menjadi icon kota Semarang dituangkan dalam kartu pos cantik. Selain itu juga ada beberapa tempat di Indonesia. Cocok banget untuk dikoleksi para postcrosser.

Oleh-oleh dari Semarang

Aneka Souvenir

Oleh-oleh dari Semarang

Magnet Kulkas

Wingko Babat Cap Kereta Api terletak di kawasan Kota Lama, tepatnya di Jalan Cendrawasih No. 14 Semarang. Sebuah toko tak terlalu besar berdiri anggun di jalan ini. Seperti bangunan lain di Kawasan Kota Lama, toko ini mempunyai kesan tua namun tetap elegan.  Tokonya cukup resik dan sejuk. Lantainya masih terbuat dari tegel jadul memberi kesan unik. Terdapat kolam ikan dan meja kursi untuk istirahat menunggu pesanan. Tersedia juga kamar mandi di sudut toko persis samping kolam ikan. Sambutan ramah dari ibu-ibu penjaga toko membuat kita nyaman berbelanja. Enggak sungkan mau nanya-nanya.

Oleh-oleh dari Semarang

Ruang tunggu di depan kolam ikan

Kolam ikan yang paling digandrungi anak-anak 😀

Wingko Babad Cap Kereta Api buka dari jam 07.00 – 19.00 WIB setiap harinya. Pas banget kan kita acara keliling Kota Lama diakhiri dengan berburu oleh-oleh di sini? Toko ini selalu ramai lho setiap harinya. Banyak wisatawan yang datang silih berganti. Terdapat tempat parkir yang cukup luas sehingga memudahkan pengunjung untuk keluar masuk. Jika kamu sedang berkunjung ke Semarang, jangan lupa cicipi wingko legendaris ini yah.

Oleh-Oleh Wingko Babad

Pengunjung lagi milih pesanan

Oleh-Oleh Wingko Babad

Tokonya klasik dan unik kan?

(Visited 15,638 times, 20 visits today)


About

Penggemar makanan dan minuman tradisional (KW 5), tukang numpuk buku lupa baca, suka mlipir jalan-jalan tapi pusing liat keramaian :D


'Wingko Babad Cap Kereta Api, Alternatif Toko Oleh-Oleh di Semarang' have 2 comments

  1. April 29, 2015 @ 2:46 pm Dwi Pramono

    Waah… Ada lagi yang khas di toko itu (mudah-mudahan masih), yaitu bubuk jahe dan kopi jahe instan yang ditempatkan dalam botol plastik. Duluuu (alm) bapakku yang selalu minta dioleh-olehi itu selain wingko.

    Reply

  2. April 30, 2015 @ 2:31 pm Inung Djuwari

    ehh penampakan kerudung biru, siapa ituuu…? 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool