WIngko WIjen Evita

Wingko Wijen Khas Semarang

Wingko Wijen Khas Semarang
5 (100%) 1 vote

Wingko merupakan kue tradisional nusantara dengan bahan utama dari beras ketan dan kelapa. Wingko yang paling terkenal berasal dari Semarang. Ini menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa wingko juga berasal dari kota ini, meskipun sebenarnya berasal dari Babat, suatu kota kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Mengenai wingko Semarang, rekan Lestari telah menuliskan tentang wingko “Cap Kereta Api” yang legendaris. Produsen wingko ini merupakan generasi keempat dari Loe Lan Ing, yang dikisahkan sebagai pembuat wingko pertama di Kota Babat.

Sebagai jenis makanan yang banyak digemari masyarakat sebagai oleh-oleh khas, maka kemudian banyak produsen lain yang membuat usaha sejenis. Salah satunya adalah keluarga Evy Loadinata yang sejak tahun 1970-an juga memproduksi wingko. Evy sebagai satu-satunya anak perempuan dalam keluarga merasa bahwa produksi wingko dari dulu begitu-begitu saja. Maka ia membuat terobosan dengan membuat varian wingko yang lain daripada yang lain baik dalam resep dan paduan rasa maupun dalam bentuk dan kemasannya. Evy bahkan mengklaim bahwa wingko produksinya adalah KHAS Semarang dan diberi merek dagang “Wingko Wijen Evita” yang merupakan kependekan namanya.

Wingko Wijen

Umumnya wingko dijual dalam kemasan per bungkus dengan bentuk bulat pipih. Wingko Wijen Evita disajikan dalam bentuk yang tidak biasa-biasa saja seperti wingko yang dijual di pusat oleh-oleh. Dikemas dalam box ukuran 17×9 cm, Wingko Wijen Evita disajikan dalam bentuk kue ukuran 16×8 dan tebal sekitar 2 cm. Selain memiliki varian rasa original, coklat, durian, nangka, dan pandan keju, yang istimewa adalah taburan durian di dalam adonan wingko maupun sebagai toppingnya.

Evy sangat menjaga kualitas bahan dan proses pembuatan wingko wijen ini. “Jujur, wingko produksi saya hanya bertahan tiga hari karena bebas bahan pengawet dan bahan tambahan pangan berbahaya lainnya,” kata Evy yang saat ini produknya selain dipasarkan di Semarang juga sudah sampai di Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. Masa daluwarsa yang relatif cepat ini tentu cukup tinggi risikonya. Untuk yang dipasarkan di Semarang, biasanya produk langsung habis dalam sehari. Meskipun demikian, bila hari kedua belum laku maka persediaan langsung diganti dengan produk baru. Sedangkan produk-produk yang ditarik dibagikan ke panti sebelum rusak, karena Evy pantang membuang makanan.

Wingko Wijen

Dalam memasarkan produk, Evy memanfaatkan jalur komunitas seperti perkumpulan tenis dan line dance yang dia ikuti, atau melalui organisasi IWAPI dan Kadin yang sering menyelenggarakan pameran UMKM. Selain itu, Evy juga bermitra dengan beberapa toko oleh-oleh yang dititipi produknya seperti Istana Berlian di kawasan Simpanglima, Excellent Bakery, Loenpia Delight dan pemesanan langsung melalui telpon. Untuk mendukung produksinya, Evy telah mendapatkan ijin P-IRT dan sertifikat halal. Saat ini Evy belum menggunakan jalur internet baik lewat media sosial atau pemasaran online mengingat kapasitas produksinya masih terbatas dan upaya untuk menjaga kualitas. Namun dalam waktu dekat, Evy sudah merencanakan untuk mewujudkan toko oleh-oleh di lokasi yang strategis.

Wingko Wijen

(Visited 620 times, 1 visits today)



'Wingko Wijen Khas Semarang' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool