Wisata Ambarawa : Trip Istimewa Menuju Masa Lalu

Hello Ezytravelers…

Asyik nih sudah mau liburan akhir tahun plus liburan sekolah. Sepertinya kalau jalan-jalan dan ikut berwisata di Ambarawa cucok nih.

Ambarawa? Tentunya sudah banyak Ezytravelers yang tau kan ya tentang kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Semarang ini. Ambarawa enggak jauh kok kalau dari Semarang, sekitar setengah jam saja berkendara dari Semarang kita sudah bisa menikmati pesona kota kecil nan eksotis ini.

Wisata Alam? Pas banget loh kalau mampir ke sini : Pancuran Pitu

Ambarawa identik sekali dengan salah satu tempat bernama Rawa Pening. Ya, legenda terjadinya Rawa Pening itu sudah tersohor sekali. Bagaimana seorang anak kecil yang mencabut sebatang lidi dan kemudian dari bekas cabutan tadi langsung keluar air yang membanjiri desa, tentu sudah sering banget kan ya kita baca di berbagai artikel seputar sejarah terjadinya Ambarawa.

Rawa Pening dan bangunan tua peninggalan Belanda merupakan sebuah daya tarik tersendiri bagi Ambarawa. Sebuah kota kecil nan ramai yang sarat dengan berbagai sejarah. Kemasan sempurna ini memberikan sebuah kesempatan besar bagi pencinta nostalgia untuk menikmati romantisme masa lalu.

Terbayang kan Ezytravelers, dengan potensi semacam ini Ambarawa bakalan punya cara-cara khusus agar para wisatawan bisa dengan penuh hikmat menikmati trip menuju masa lalu. Satu di antaranya adalah dengan menikmati perjalanan kereta wisata dari Ambarawa ke Tuntang.

Trip Menuju Masa Lalu dengan Kereta Wisata

wisata ambarawa dengan kereta

Jes ejesss ejess… yuhuuu kita menikmati masa lalu dengan romantisme naik kereta tua. Perjalanan sejauh kurang lebih 12 km ini ditempuh dengan gerbong kayu yang ditarik sebuah lokomotif uap. Kereta super uzur inimasih mampu berfungsi dengan baik dan sanggup melaju hingga kecepatan 45 kilometer per jam.

Trip menuju masa lalu ini akan terasa sangat istimewa sebab sebelum menjejakkan kaki ke dalam gerbong, stasiun sepuh Ambarawa akan memberi suguhan khas masa lalu. Di pelataran stasiun ini, semua pengunjung memiliki kesempatan untuk berfoto ria dengan puluhan lokomotif tua yang tak lagi berfungsi. Namun, kesan gagah yang mereka pancarkan belum sirna.

Masuk ke stasiun yang diresmikan langsung oleh Raja Willem I pada tanggal 21 Mei 1873 ini, kesan tua tak hilang. Meski sudah disentuh modernisasi di sana-sini, PT KAI tetap mampu menjaga kesan klasik stasiun ini.

Bermacam benda peninggalan perusahaan kereta api Belanda masih tertata rapi di beberapa sudut stasiun. Di area museum, kita dapat melihat bermacam peralatan kereta tua seperti mesin tiket, radio komunikasi, sampai seragam pegawai kereta api masa Hindia-Belanda.  Tur stasiun-museum ini bisa dilakukan sebelum perjalanan kereta wisata dimulai.

wisata Ambarawa

Setelah kereta tiba di peron, Ezytravelers bakalan terpukau dan merasa ingin segera masuk ke gerbong-gerbong kayu tersebut. Sensasi tua akan semakin terasa saat kita sudah masuk gerbong. Di dalamnya terpampang bermacam informasi tentang kereta uap dan gerbong tersebut.

Salah satu gerbongnya adalah CR:72-I. Gerbong sepanjang 9 meter ini dibuat pada 1 September 1911. Dari papan informasi, terlihat bahwa gerbong yang memiliki 40 tempat duduk ini mengalami restorasi penuh pada tahun 1973, setelah 62 tahun beroperasi. Rangkaian kereta ini ditarik sebuah lokomotif uap tua berwarna hitam legam dengan nomor identifikasi  B2502. Sebuah steamies yang hanya mau beroperasi jika sudah diberi bahan bakar kayu jati.

Menikmati Ambarawa dari jendela Kereta Tua

Hore…. sudah saatnya kereta berangkat. Setelah semua penumpang naik, peluit panjang bersahut antara petugas peron dan kereta uap pun ditiup. Dalam sekejap, kereta tua tersebut mulai bergerak maju. Perjalanan menuju Tuntang pun dimulai. Dengan kecepatan sekitar 45 kilometer per jam, kereta berjalan pelan. Hal ini memberikan kesempatan bagi para pelancong untuk menikmati pemandangan area persawahan, perikanan, hamparan Rawa Pening, dan beratus-ratus bangunan tua peninggalan masa kolonial.

Setelah menempuh sekitar 12 km, para penumpang akan tiba di Stasiun Tuntang. Stasiun kecil nan syahdu dengan udara yang sejuk khas kawasan perkebunan. Di sana Ezytravelers akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati lagi romantisme masa lalu. Setelah puas, kereta akan kembali melaju menuju stasiun Ambarawa dan perjalanan pun berakhir.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: tiket murah ke Semarang, cari hotel di Semarang, dan promo menarik.

Perjalanan menuju masa lalu ini memang tergolong mahal. Untuk menyewa rangkaian kereta uap dengan satu loko dan satu gerbong, rombongan wisatawan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 10 juta. Penambahan satu gerbong kayu tua akan dikenai tarif sekitar Rp 2,5 juta dan berlaku kelipatan.

Wisata Ambarawa : Trip Istimewa Menuju Masa Lalu
Vote Us
(Visited 174 times, 1 visits today)

About

Ibu dua orang anak yang gemar ngomong gak penting, senang kumpul-kumpul plus ngumpulin buku


'Wisata Ambarawa : Trip Istimewa Menuju Masa Lalu' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool