wisata budaya kota semarang

Jelajah Wisata Budaya Kota Semarang dalam Satu Hari

Pada masa kolonial, Kota Semarang merupakan salah satu pusat perdagangan di Pulau Jawa. Banyak pedagang yang berasal dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Persia, Pakistan, dan negara Asia lainnya,  singgah dan ada yang menetap di Kota Semarang. Pemerintah Hindia Belanda juga membangun berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas perdagangan di Kota Semarang.

Para pedagang ini tidak hanya berdagang, namun juga membawa kebudayaan dari negara mereka. Seiring berjalannya waktu, terjadi proses akulturasi budaya dalam masyarakat Kota Semarang. Bukti-bukti akulturasi budaya yang terjadi di masa lampau masih bisa dinikmati hingga sekarang. Bahkan bangunan-bangunan bukti peninggalan masa lampau telah menjadi destinasi wisata budaya Kota Semarang. Beberapa destinasi tersebut bisa dijelajahi dalam satu hari.

 

1. Klenteng Sam Po Kong

Destinasi wisata budaya Kota Semarang yang pertama adalah Klenteng Sam Po Kong merupakan tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho di Kota Semarang. Kata “Sam Po Kong” memiliki arti “Yang Dimuliakan”. Klenteng Sam Po Kong kini menjadi tempat ibadah sekaligus tempat wisata. Ada tiga klenteng utama di kompleks Klenteng Sam Po Kong. Salah satunya adalah Klenteng Dewa Bumi.

Setiap umat agama Kong Hu Cu bisa melakukan sembahyang di Klenteng Sam Po Kong. Klenteng ini selalu ramai dikunjungi ketika Hari Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Waisak. Di bagian belakang klenteng terdapat relief yang menceritakan tentang perjalanan Laksamana Cheng Ho dalam melakukan pelayaran.

Selain itu, di klenteng ini juga terdapat makam seorang juru mudi dari kapal Laksamana Cheng Ho. Untuk memasuki area Klenteng Sam Po Kong, pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp 5.000/orang. Jam operasional Klenteng Sam Po Kong mulai dari pukul 08:00 hingga 21:00. Klenteng Sam Po Kong telah menjadi sebuah destinasi wisata budaya Kota Semarang yang sering dikunjungi.

wiwisata budaya kota semarang

 

2. Gedung Lawang Sewu

Setelah Klenteng Sam Po Kong, destinasi wisata budaya Kota Semarang selanjutnya adalah Gedung Lawang Sewu. Lokasinya hanya berjarak 15 menit perjalanan dari Klenteng Sam Po Kong. Lokasinya yang terletak di tengah kota memudahkan Gedung Lawang Sewu untuk dijangkau. Gedung Lawang Sewu terletak di kawasan Tugu Muda. Tugu Muda merupakan tugu yang dibangun untuk memperingati Pertempuran Lima Hari Semarang.

Gedung Lawang Sewu dulunya merupakan kantor sebuah perusahaan kereta api yang bernama Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Gedung Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904-1907 dengan arsitek Jacob F. Klinkhamer dan B.J Quendeg dari Belanda. Semasa hidupnya, kedua arsitek ini tidak pernah melihat secara langsung Gedung Lawang Sewu yang berada di Semarang. Sekarang Gedung Lawang Sewu dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

Saat ini Gedung Lawang Sewu difungsikan sebagai Museum Kereta Api. Banyak hal yang bisa dipelajari ketika berkunjung ke Lawang Sewu ini, seperti sejarah perkembangan kereta api, desain arsitektur gedung, dan proses renovasi gedung. Selain itu, Gedung Lawang Sewu juga sering dijadikan tempat hiburan musik dan kesenian.

Gedung Lawang Sewu mulai buka pada pukul 08:00 hingga pukul 21:00. Tiket masuk Gedung Lawang Sewu sebesar Rp 10.000/orang untuk umum dan Rp 5.000/orang untuk anak-anak dan pelajar. Pihak pengelola juga menyediakan jasa guide untuk menemani pengunjung berkeliling dan mengetahui sejarah tentang Gedung Lawang Sewu.

wiwisata budaya kota semarang

 

3. Kawasan Kota Lama

Kawasan Kota Lama sudah terkenal sebagai lokasi bangunan peninggalan kolonial di Kota Semarang. Pada jaman dulu, Kawasan Kota Lama merupakan pusat perdagangan. Kawasan Kota Lama sering disebut dengan Outstadt atau berjuluk Little Netherland. Hal tersebut dikarenakan posisi terpisah dengan daerah di sekitarnya. Kota Lama letaknya tidak jauh dari Stasiun Tawang. Salah satu stasiun tertua di Indonesia.

Pusat dari kawasan Kota Lama adalah di Taman Sri Gunting. Di seberang taman terdapat gereja yang dikenal dengan Gereja Blenduk. Beberapa gedung bersejarah lainnya telah dialihfungsikan menjadi perkantoran, galeri, cafe, dan minimarket. Selain itu, di kawasan Kota Lama juga terdapat pasar barang antik. Setiap tahun di kawasan Kota Lama selalu diadakan Festival Kota Lama. Kawasan ini telah menjadi destinasi wisata budaya Kota Semarang dan selalu ramai dikunjungi oleh warga Kota Semarang dan sekitarnya.

wisata budaya kota semarang

 

4. Toko Oen

Ketika bicara tentang wisata budaya, pasti ada yang kurang jika tidak bicara tentang wisata kuliner tempo dulu. Kuliner yang masih mempertahankan cita rasa dari awal didirikan hingga sekarang. Salah satu tempat yang mempertahankan cita rasa khas tersebut adalah Toko Oen.

Toko Oen didirikan oleh Ibu Liem Gien Nio pada tanggal 16 April 1936. Terletak di Jalan Pemuda No 52, Semarang. Sejak awal berdiri hingga sekarang, bangunan Toko Oen belum pernah berpindah. Nama “Oen” diambil dari nama suami pemiliknya, yaitu Oen Tjok Hok.

Toko Oen menjadi salah satu tempat favorit bagi para pemburu kuliner dengan cita rasa tempo dulu. Tidak hanya kulinernya, ruangannya juga memiliki nuansa tempo dulu. Toko Oen tidak hanya menyediakan dengan menu es krim-nya, namun juga menyediakan menu appetizer dan main course. Salah satu menu es krim yang menjadi andalan di Toko Oen adalah es krim OEN’s Symphony.

wisata budaya kota semarang

 

5. Kawasan Pecinan

Pada siang hari, kawasan Pecinan merupakan kawasan perniagaan yang sangat ramai. Banyak toko dan gudang di kawasan ini. Mayoritas warga di kawasan ini adalah etnis keturunan Tionghoa. Meskipun begitu, warga keturunan dan warga pribumi dapat hidup berdampingan. Di kawasan Pecinan terdapat beberapa klenteng. Salah satunya adalah Klenteng Tay Kak Sie.

Klenteng Tay Kak Sie terletak di jalan Gang Lombok dan dibangun pada tahun 1746. Klenteng Tay Kak Sie masih berfungsi sebagai tempat sembahyang umat agama Kong Hu Cu. Klenteng Tay Kak Sie mendapatkan julukan Klenteng Para Dewa. Hal tersebut dikarenakan jumlah dewa yang ada di klenteng ini adalah yang terbanyak dibandingkan di klenteng-klenteng yang ada di Kota Semarang.

wiwisata budaya kota semarang

Di sekitar klenteng terdapat toko lumpia yang sangat terkenal, yaitu Lumpia Gang Lombok. Selain itu, setiap hari Jumat hingga Minggu di kawasan Pecinan selalu digelar Pasar Semawis. Pasar Semawis yaitu pasar kuliner yang hanya buka pada malam hari dan digelar di Jalan Gang Warung. Aneka kuliner dijajakan pedagang Pasar Semawis. Baik makanan lokal, maupun chinese food.

Siapa yang gak mau traveling hemat? Ambil promo murahnya tiket Garuda online dan hotel di Semarang. Wah, ternyata bisa buat paspor online juga!

Perjalanan berkeliling ke destinasi wisata budaya Kota Semarang pun diakhiri di kawasan Pecinan. Melepas lelah setelah berkeliling destinasi wisata budaya di Kota Semarang sambil menikmati suasana dan kuliner yang dijajakan di Pasar Semawis. Sebetulnya rute ini masih bisa diubah sesuai dengan selera dan minat. Apalagi Kota Semarang memiliki destinasi wisata budaya yang memiliki cerita dan kisah yang unik.

Rute wisata budaya Kota Semarang dalam satu hari:

  1. Klenteng Sam Po Kong
  2. Gedung Lawang Sewu
  3. Kawasan Kota Lama
  4. Toko Oen
  5. Kawasan Pecinan

 

Jelajah Wisata Budaya Kota Semarang dalam Satu Hari
Vote Us
(Visited 220 times, 1 visits today)


About

Traveller, Travel Blogger


'Jelajah Wisata Budaya Kota Semarang dalam Satu Hari' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool