Banjir Kanal Barat

Wisata Girli Kanal Banjir Barat Semarang

Wisata Girli Kanal Banjir Barat Semarang
5 (100%) 2 votes

Sobat Ezytravellers,

Hari Minggu cerah pengin kemana, ya? Ke Simpang Lima, wow penuh manusia aneka rupa. Kalau ke bonbin.. wah, kurang romantis kayaknya. Bagaimana kalau mencoba Wisata Girli saja?

Dari padang ilalang menjelma jadi taman yang nyaman

Wisata Girli alias wisata pinggir kali mulai digemari sebagai salah satu tujuan wisata di Semarang, semenjak Kanal Banjir Barat selesai dinormalisasi dan direvitalisasi akhir tahun 2012 yang lalu. Kanal Banjir Barat yang merupakan sungai terpanjang di kota Semarang, adalah hilir dari Sungai Garang, Sungai Kreo, dan Sungai Kripik yang bermata air di Gunung Ungaran. Kanal banjir ini sudah ada sejak jaman Belanda dan berfungsi sebagai pengendali banjir utama di Kota Semarang.

Sebelum dibenahi dan ditata, Kanal Banjir Barat terlihat ditumbuhi semak ilalang bahkan di beberapa bagian muncul “pulau” di tengah sungai akibat sedimentasi yang tinggi. Sungai menjadi sempit dan dangkal bahkan bisa dipakai untuk mencuci kerbau. Sepanjang bantaran muncul banyak bangunan liar baik untuk berjualan maupun tempat tinggal.

Banjir Kanal Barat Semarang

Kondisi Kanal Banjir Barat sebelum normalisasi dan revitalisasi

Pagi ceria, malam gemerlap

Dengan adanya normalisasi, bantaran sungai ditata menjadi jalur pedestrian dengan beberapa taman hingga menjadi arena berkumpul yang nyaman.  Keadaan di sekitar terlihat bersih dan rapi, sehingga masyarakat senang berkunjung ke sana.

Pemanfaatan kawasan wisata di Kanal Banjir Barat dimulai di daerah hulu, yakni sekitar Tugu Soeharto yang sering dijadikan ritual masyarakat Semarang saat Malem 1 Syuro.  Para wisatawan juga bisa bersantai untuk sekedar bercengkrama dengan teman-teman dan bisa menggunakan beberapa fasilitas pendukung yang sudah tersedia, seperti jogging track, plaza di Kokrosono, tribun, perahu penyeberangan, dan fasilitas penunjang lainnya.

Open Theatre di Kanal Banjir Barat

Jogging track, perahu penyeberangan, dan open theatre di Kanal Banjir Barat sekarang

Festival Kanal Banjir Barat

Untuk semakin menyemarakkan keadaan di sekitar sungai ini, maka setiap tahun diadakan Festival Banjir Kanal Barat, antara lain dengan karnaval perahu hias dan lampion yang selalu ramai dengan kedatangan pengunjung.

Selain festival perahu hias, ada juga festival kuliner, lomba mancing, pagelaran wayang, pentas musik, dan lain sebagainya. Festival Kanal Banjir Barat 2015 merupakan tahun ke-5 akan dilaksanakan bulan Mei mendatang sekaligus memperingati ulangtahun Kota Semarang ke-468. Seperti tahun lalu festival akan diawali dengan menerbangkan 3000 lampion.

PAKET WISATA KE SEMARANG

Festival Kanal Banjir Barat

Suasana Festival Kanal Banjir Barat tahun lalu (2014)

Catatan

Saat artikel ini ditulis, kondisi sebagian besar bantaran Kanal Banjir Barat kurang nyaman untuk dikunjungi akibat limpasan lumpur sepanjang musim hujan. Selain lumpur kering, rumput liar juga tumbuh subur di banyak tempat. Biasanya menjelang event Festival Kanal Banjir Barat baru dimulai kerja bakti untuk pembersihan bantaran. Untuk Sobat Ezytravellers, Bersiaplah terbang ke Semarang untuk ikut menikmati wisata girli dan Festival Kanal Banjir Barat Semarang bulan Mei 2015 yang akan datang.

(Visited 2,197 times, 1 visits today)



'Wisata Girli Kanal Banjir Barat Semarang' have 7 comments

  1. March 29, 2015 @ 8:41 am Hidayah Sulistyowati

    Pas ada karnaval perahu hias meriah banget suasananya 😀

    Reply

    • March 30, 2015 @ 8:11 am Dwi Pramono

      Benar, mbak. Sebenarnya bisa lebih banyak atraksi yang bisa dibuat baik di atas kanal maupun di bantarannya. Masyarakat Semarang tentu senang ada hiburan-hiburan yang tidak biasa seperti di KBB ini.

      Reply

      • March 30, 2015 @ 5:49 pm Slamet Riyadi

        kemarin habis hujan banyak lumpur, sebenarnya enak buat nikmatin sungai ketika senja dan malam hari asyik…

        Reply

        • March 30, 2015 @ 5:53 pm Dwi Pramono

          Setuju. Soal lumpur bawaan selama musim hujan menunjukkan tingginya erosi di daerah hulu. Efeknya, plasa dan bantaran KBB jadi kotor dan ditumbuhi rumput liar. Maka saya tambahkan “catatan” di akhir artikel. Tks,

          Reply

  2. March 31, 2015 @ 4:28 pm munif

    girli tak pikir apa, ternyata pinggir kali, hahaha… 🙂

    Reply

    • April 1, 2015 @ 8:09 pm Dwi Pramono

      dan ternyata sama sekali tidak ada kaitannya dengan “girl” ya, mas..? 😛

      Reply

  3. May 31, 2015 @ 12:54 pm ayu

    festival lampionnya dah selesai ya pak?

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool