Dukuh Plalangan New Selo

Wisata Ke Desa Terakhir Pendakian Gunung Merapi di New Selo

Wisata Ke Desa Terakhir Pendakian Gunung Merapi di New Selo
5 (100%) 1 vote

Saya mau tanya nih, Ezytravelers yang tengah baca artikel ini pernah naik gunung? Iyaaa, naik gunung. Nggak sekedar menyusuri lerengnya namun mendaki tiap jengkal tanah menuju ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut? Gimana kalau kalian saya ajak wisata ke desa terakhir pendakian Gunung Merapi di New Selo. Siapa tahu suatu hari nanti Ezytravelers tertarik mendaki Gunung Merapi. Yuk, siapin fisik dan tekad yang kuat ya. Karena kita benar-benar akan jalan kaki menuju gardu pandang NEW SELO, Dukuh Plalangan.

Sepulang dari selfie di hutan pinus Kragilan, rombongan kami mencari wisata yang ada di sekitar wilayah Selo. Karena masih tengah hari, sayang banget kalo kami cuma makan terus pulang ke Semarang. Setelah memutuskan akan meneruskan perjalanan ke Selo, tiga mobil yang membawa rombongan kami pun berjalan beriringan.

http://hellosemarang.com/top-selfie-hutan-pinus-kragilan/

Beruntungnya kami karena cuaca hari ini sangat cerah. Jadi ketika di jalan kami menemukan pemandangan yang mempesona indra penglihatan, mobil pun kami tepikan. Kami pun turun dan menghirup udara bersih lereng gunung. Apalagi mata kami dimanjakan dengan pemandangan ladang milik penduduk yang tumbuh subur. Meski ada beberapa lokasi terdapat kebun tanaman cabe yang daunnya malah mengecil. Nampaknya panen cabe benar-benar mengalami kegagalan di beberapa lokasi. Duuuh, kasihan dengan petani yang mengusahakan tanaman cabe tersebut.

Rombongan kami melewati obyek wisata Ketep Pass. Kami sudah beberapa kali kesana, jadi kali ini kami numpang lewat aja deh. Rencananya kami ingin menikmati jagung bakar dan mendoan di warung pinggir jalan setelah Ketep Pass.

Yup, saatnya istirahat dan shalat dulu sebelum menuju warung. Apalagi ada masjid yang lumayan megah di kanan jalan. Dan wajah serta tubuh yang terkena guyuran air wudlu jadi makin segar. Airnya dingin sekaliiii!

Makan jagung bakar di Ketep

Warung jagung bakar yang kami tuju tepat berada di pertigaan yang menuju Selo. Sambil menanti jagung yang tengah dibakar, mata kami masih dimanjakan dengan pemandangan ladang yang menghijau. Ucapan syukur meluncur manakala saya sadar tinggal di negeri yang indah. Seharusnya manusia yang tinggal di bumi pertiwi ini mampu mengelola kekayaan alam yang telah dimiliki dengan sepenuh hati.

Aroma kopi, jagung bakar, dan mendoan menggoda rasa lapar yang datang tiba-tiba. Hmm, nggak perlu makan nasi kalau begini. Apa yang ada di hadapan kami sudah lebih dari cukup. Anak-anak memilih memesan susu coklat panas untuk menghangatkan tubuh. Udara di kawasan pegunungan ini benar-benar membekukan kulit tubuh.

Perjalanan kami lanjutkan begitu camilan menghilang dengan cepat ke perut kami semua. Hmm, saatnya menjelajah desa di lereng Gunung Merapi. Meski beberapa ruas jalan ada yang rusak, kami sangat menikmati suasana sepanjang perjalanan. Ngobrol bareng di masing-masing mobil sambil sesekali menatap pemandangan di sisi kanan dan kiri jalan.

Jalur yang kami pilih adalah dari Kragilan – Ketep – kemudian ambil belokan ke kiri, menuju jalur Magelang – Boyolali. Jalan berkelok-kelok menyambut selama kurang lebih satu jam. Dari jarah pandang beberapa kilometer, saya sudah melihat tulisan NEW SELO nun jauh di lereng gunung Merapi. Tulisan yang dibuat berkuran besar berdiri megah menyambut pengunjung. Mobil kami pun mulai belok ke kanan, memasuki Dukuh Plalangan.

Dukuh Plalangan Gunung Merapi

Bila tak ada kabut, gunung Merapi akan terlihat dari jalur masuk menuju New Selo ini. Berdiri gagah menyambut pengunjung.

Jarak lokasi wisata dari gapura Dukuh Plalangan tidak begitu jauh. Ada pengelola yang sudah bersiap memandu pengunjung yang membawa mobil dengan parkir di beberapa lahan parkir di bagian bawah. Lokasi gardu pandang New Selo hanya menyediakan lahan parkir untuk motor, dan beberapa tempat untuk mobil. Jadi kami yang datang usai salat Duhur mesti parkir di bawah. Kemudian kami mesti jalan kaki sekitar 200 meter dengan kondisi jalan yang menanjak.

Jalur pendakian Gunung Merapi di Dukuh Plalangan

Melintasi jalan yang cukup lebar untuk dua mobil berlawanan arah ini bikin saya menggali kenangan lagi bertahun yang lalu. Saat masih menjadi mahasiswi dan suka mengikuti kegiatan pendakian. Jalun pendakian ke Gunung Merapi dari Dukuh Plalangan ini sudah dilebarkan hingga gardu pandang. Dulu jalur ini merupakan jalan setapak dengan kebun milik penduduk setempat dan tanaman keras. Hati saya begitu bahagia bisa menapaki kembali jalur pendakian ini. Meski tentu saja tak lebih sepanjang kurang lebih 200 hingga 300 meter. Udah nggak kuat deh kalau saya meneruskan langkah kaki hingga puncak Garuda. Napas aja udah ngos-ngosan waktu jalan ke gardu pandang, hahaha. Elus-elus dada.

Eh tapi kalian yang nggak mampu berjalan di jalur menanjak ini, bisa menggunakan ojek. Iyaaa, ojek! Asik ya, nggak bakal bikin capai kaki. Murah sih, bonceng si tukang ojek cuma lima ribu. Begitu juga kalau mau turun, tinggal bayar dengan harga yang sama.

Apa aja sih yang dilakukan pengunjung di gardu pandang New Selo?

Tempat parkir di Gardu Pandang New Selo

Kebanyakan tentu saja foto selfie di gardu pandang, atau top selfie yang masih naik lagi sekitar beberapa meter. Sayang karena kabut turun cukup tebal, saya dan rombongan memilih minum dan beli jajanan di warung yang terdapat di New Selo. Saya juga sulit mau mengambil foto puncak Merapi gara-gara tertutup kabut. Akhirnya saya foto-foto saja di depan deretan warung bareng keluarga.

Plalangan New Selo

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel Semarang, tour murah, dan tiket pesawat Semarang
(Visited 201 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Wisata Ke Desa Terakhir Pendakian Gunung Merapi di New Selo' have 4 comments

  1. January 26, 2017 @ 1:46 pm Vita Pusvitasari

    Dulu 2013 pernah off road ke Merapi, nah kalau new Selo penasaran dari dulu pengen kesini deh

    Reply

    • January 29, 2017 @ 6:55 pm Hidayah Sulistyowati

      Ayuk kesini aja Vit, sekarang mobil bisa naik sampai ke gardu pandang. Asal tempat parkir masih ada ya, kalo nggak ya harus jalan kayak aku kemarin, hahaa

      Reply

  2. January 26, 2017 @ 2:40 pm lialathifa

    jadi inget dulu bareng alm. ayah jalan-jalan ke kaki gunung, sekedar menikmati udara sejuknya.. ahh jadi kangen

    Reply

    • January 29, 2017 @ 6:56 pm Hidayah Sulistyowati

      Ajakin keluarga aja kesini, bagus pemandangannya. Udaranya juga masih bersih, alami terjaga 🙂

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool