Pasar Gang Baru Semarang

Wisata Kuliner Seru di Pasar Gang Baru Semarang

Wisata Kuliner Seru di Pasar Gang Baru Semarang
4.5 (90%) 2 votes

Seperti kota pesisir umumnya, kota Semarang banyak disinggahi kapal dari belahan dunia. Beberapa di antara pendatang tersebut,  ada yang akhirnya bermukim dan berbaur dengan penduduk lokal. Seperti pendatang dari negeri Tiongkok yang mendapat tempat di negeri ini dan banyak dikenal sebagai pedagang yang ulet.

Meski telah menjadi penduduk di daerah baru, mereka tetap melestarikan budaya leluhurnya. Peninggalan tersebut bisa ditemui di wilayah pecinan dari banyaknya rumah ibadah yang dikenal dengan sebutan klenteng.  Di wilayah ini lah, Pasar Gang Baru hadir di tengah pemukiman untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.

Pasar Gang Baru, bisa diakses dari jalan Gang Pinggir dan Gang Warung. Pasar ini telah ada sejak puluhan tahun silam dan menjadi salah satu destinasi wisata semarang. Tidak ada bangunan seperti umumnya pasar. Rumah warga dijadikan toko untuk berjualan. Orang Semarang menyebutnya pasar krempyeng. Artinya pasar yang buka dari sekitar pukul 05.00 hingga tengah hari. Lambat laun, banyak pedagang yang berdatangan mengadu nasib dengan berjualan aneka barang lain. Pedagang pendatang itu menggelar lapak di tengah jalan.

Pasar Gang Baru Semarang

Suasana pasar Gang Baru

Bagi wisatawan dari luar kota yang ingin wisata kuliner di pasar Gang Baru, bisa menginap di hotel yang dekat dengan lokasi. Seperti Hotel Quest dan Hotel Metro. Dari kedua hotel ini, wisatawan cukup memilih transportasi becak dengan merogoh uang sebesar Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000,-.

Banyak jenis jajanan yang disajikan. Bukan hanya makanan tradisional negeri Tiongkok, seperti Bakpao, kue Moho atau kue keranjang.

Kue Bakpao Semarang

Kue Moho dan Bakpao

Ada juga kudapan lokal, seperti gudeg koyor, pecel semanggi dengan sate keong yang yummy, aneka bubur, serta jajanan lain. Yang suka dengan minuman segar bisa memilih es gempol dan plered. Bahan gempol adalah tepung beras yang dibentuk seperti bakso gepeng. Sedangkan plered berupa lembaran berwarna merah muda yang tebuat dari campuran tepung ketan dan sagu.

Kue Gempol Semarang

Gempol dan Plered dengan kuah dipisah

Bila tidak ingin kehabisan, tentu saja anda harus datang saat masih pagi. Menjelang siang, biasanya banyak pedagang yang sudah meninggalkan lapak jualannya karena laris diserbu pembeli. Terlebih bila hari minggu, banyak keluarga muda, wisatawan lokal kota Semarang yang ikut wisata kuliner di pasar Gang Baru. Sebagian karena ingin bernostalgia bersama keluarga.

Bagi warga keturunan Tionghoa, pasar ini juga dikenal untuk mencari kebutuhan upacara adat pernikahan atau pun pemakaman. Ada beberapa toko yang menyediakan semua kebutuhan tersebut.

Ini perlengkapan yang biasanya dibeli warga tionghoa untuk sembahyang pada hari tertentu di klenteng.

PESAN PAKET WISATA SEMARANG

Uang kertas bentuk nanas

Uang kertas bentuk nanas untuk Dewa

Yang ingin menghias rumah sesuai perlambang tahun imlek, bisa juga memperolehnya di sini. Tentu saja tiap tahun harus diganti sesuai penanggalan imlek. Tahun ini hiasan berbentuk binatang kambing banyak diburu warga keturunan Tionghoa.

Hiasan rumah tahun kambing

Hiasan rumah tahun kambing

Yang ingin menikmati serunya wisata kuliner di pasar Gang Baru, sempatkan waktu anda bersama teman atau keluarga. Dijamin tak bakal cukup waktu satu jam untuk menelusuri pasar dan menikmati satu persatu jajanan yang digelar oleh pedagangnya yang ramah dan sangat komunikatif.

Ragam kudapan manisan

Ragam kudapan permen dan manisan khas negeri Tiongkok

(Visited 3,219 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Wisata Kuliner Seru di Pasar Gang Baru Semarang' have 50 comments

  1. March 5, 2015 @ 4:01 pm menik

    wah, ternyata masih banyak sudut Semarang yang belum terjelajahi 😀
    ini kalo malam minggu yang jadi Pasar Semawis bukan, mbak?

    Reply

    • March 5, 2015 @ 5:16 pm Hidayah Sulistyowati

      Bukan mbak, Pasar Semawis ada di jalan Gang Warung. Cuma ada tiap jumat s/d minggu dan mulai dijajakan pukul 17.00. Mau jalan-jalan? aku temani yuks 😀

      Reply

      • March 6, 2015 @ 12:27 pm menik

        aku udah pernah kalo ke Semawis, nah kalo ke Pasar Baru ini yang belum 🙂

        Reply

      • March 7, 2015 @ 2:00 pm Agustina Purwantini

        ahh, aku mau mbak klo panjenengan temani, serius. Semarang adalah kota berliburku pas tempo dulu. caranya gimana?

        Reply

  2. March 5, 2015 @ 4:09 pm Uniek Kaswarganti

    Mau gempolnya Mba Wati….yuuk ngiras di sana 😉

    Reply

  3. March 5, 2015 @ 5:02 pm munif

    jadi berasa di Tiongkok ya… 🙂

    Reply

  4. March 5, 2015 @ 5:29 pm Aan

    Weiih … bertahun-tahun di Semarang belum pernah ke sini. Eh, kalau lewat kali udah, ya, mung ora nggagas hihi.
    Tulisannya mantap, Mbak Wati 😉

    Reply

    • March 5, 2015 @ 7:00 pm Hidayah Sulistyowati

      Ayo mbak Aan mampir kesini sesekali. Banyak jajanan jadul yang masih dilestarikan. Ada carabikang yang dibuat langsung di tempat, masih panas. Sayang kemarin tinggal sedikit, jadi kurang bagus buat foto.
      Makasih suportnya mbak 😀

      Reply

  5. March 5, 2015 @ 7:01 pm Lestari

    Iki kan moho sing dibahas kae toh? Aku pernah sampe situ tapi belom mampir ke pasarnya. Ke sana yoookk 🙂

    Reply

    • March 6, 2015 @ 5:44 am Hidayah Sulistyowati

      Iya Tar, pernah kita bahas dl.
      Kudu pagi kalo mau kulineran, masih komplit 😀

      Reply

  6. March 5, 2015 @ 10:51 pm Vhoy Syazwana

    Es gempol itu yg gimana ya Bunda? Kalo di Ponorogo gempol salah satu isi es dawet jabung 🙂

    Reply

    • March 6, 2015 @ 5:40 am Hidayah Sulistyowati

      Kayak di Blitar ya? kalo ini cuma gempol sama plered trus dikasih kuah santan dan gula halus. Jadi kuahnya warna putih 🙂

      Reply

  7. March 6, 2015 @ 12:47 am Ria Rochma

    Gempol sama pleret, enak pisan kalau dimakannya pakai gula merah dan parutan kelapa 🙂

    Reply

    • March 6, 2015 @ 11:48 am Hidayah Sulistyowati

      Oh aku belum pernah nyoba tuh. Kalo pake kelapa dan gula merah itu kue putu ya mb Rochma?

      Reply

  8. March 6, 2015 @ 12:49 am Dian Nafi

    yachh…dulu sering lewat tapi jarang menikmati suasananya ya. hiiihhh, gemes deh. mari kita datangi lagi, kali ini get and look closer 🙂

    Reply

    • March 6, 2015 @ 9:48 am Hidayah Sulistyowati

      Siap menemani mbaaak…kudu pagi ya, sekitar jam 8 itu udah pas banget, nggak kepagian 🙂

      Reply

  9. March 6, 2015 @ 8:03 am Slamet riyadi

    aku taunya cuma pasar semawis ya. bhahaha
    jarang turun gunung

    Reply

  10. March 6, 2015 @ 10:58 am Noorma

    Ya Allah… Aku pengen gempooollleee… Kangen gempol kangen kangen kangeennn.. Kangen pean juga mbak Wati.. Xixisisi

    Reply

    • March 6, 2015 @ 11:46 am Hidayah Sulistyowati

      Yuk ah jajan gempoool… sebenarnya sih gempol ada di penjuru Semarang ya. Tapi gempol Gang Baru itu josss tenan lho Noorma.
      Hahahaa senengnya dikangeni cah kesesi 🙂

      Reply

  11. March 6, 2015 @ 3:24 pm Inda Chakim

    Jajan2nya uwow…
    Pengen yg kue keranjang mak….

    Reply

  12. March 6, 2015 @ 4:35 pm Inung Djuwari

    aku pernah lewat tok….belum pernah blusukan… 😀

    Reply

  13. March 6, 2015 @ 5:55 pm primastuti satrianto

    Mba TFS yaaa… Unikk liputannya jadi penasaran nii… Itu kue moho jadi cantik bingit yaaaa… ^_^

    Reply

    • March 7, 2015 @ 12:55 am Hidayah Sulistyowati

      Pasar Gang Baru emang unik sih….pembauran begitu terasa kental di sini. Suka kue moho juga?

      Reply

  14. March 6, 2015 @ 8:51 pm Dewi 'Dedew' Rieka

    ayooo jjs rame-rame yuuuk..*golek konco hihihi

    Reply

  15. March 7, 2015 @ 7:57 am Mawardi

    Wah bisa jadi tujuan wisata berikutnya nih

    Reply

  16. March 7, 2015 @ 8:56 am Susindra

    Kukira gempol pleret hanya ada di Jepara…. di semarang ada to?

    Reply

    • March 7, 2015 @ 9:29 am Hidayah Sulistyowati

      Ada tuh mbak, itu jajananku sejak kecil kalo cuaca Semarang sedang puanasss 😀

      Reply

  17. March 7, 2015 @ 12:18 pm Jogja Ready

    Semarang ga jauh dari jogja…. cuzzzz….

    Reply

  18. March 7, 2015 @ 12:32 pm Gustyanita Pratiwi

    aaaa kue moho yg melegenda ituuhh

    Reply

  19. March 7, 2015 @ 7:29 pm Johanis Adityawan

    asik dapet referensi baru ndolani temen yg main ke semarang hehe

    Reply

  20. March 8, 2015 @ 3:05 pm cputriarty

    Waah jadi kangen balik Semarang..kangen ama kulinernya…es gempol, pecel, petis kangkung, pangsit semua kompliit ada di pasar Gang Baru…hikks

    Reply

  21. March 12, 2015 @ 10:05 am Katarina Eka

    Di pasar gang baru ada pecel enakkkk banget, pecel khas semarang yang ngangenin 😀
    Terus selaen jajanan khas tiongha ada juga jajanan pasar yang ga kalah enaknya, kue cucur dan jajan pasar kaya kue lupis, cetot, klepon, kacamata dan teman2nya 😀
    Kurang satu makanan khas Semarang, Tahu Gimbal dan tahu petis 😀
    Ga bisa nemuin dimanapun selaen di Semarang
    Ayoo mba diulas yg banyak tentang kuliner semarang yang bakal bikin seneng orang wisata kuliner di semarang. Thank you 🙂

    Reply

    • March 17, 2015 @ 5:20 pm Hidayah Sulistyowati

      Next time ya saya nulis jajanan lain yg nggak bisa ditemukan selain di Semarang. Makasih sarannya 🙂

      Reply

  22. March 13, 2015 @ 5:14 am Lela S

    Dari dulu pengen jalan jalan ke Semarang belum tercapai juga, apalagi liat makanan makanan diatas semakin aja ingin ke Semarang, makasih infonya bagus untuk pilihan wisata disana

    Reply

  23. March 27, 2015 @ 8:11 am praevio

    asyik bisa jalan2 pagi sambil jajan disana. Mau nanya ada warkop yg buka pagi nda mba disekitar situ?trima kasih

    Reply

    • March 28, 2015 @ 7:43 am Hidayah Sulistyowati

      Warkop ada juga yang di dalam dan di luar pasar. Cari aja mas, pasarnya sepanjang gang baru itu, dan ada cabangnya yang mengarah ke gang mangkok 🙂

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool