Wisata Kuliner Solo, Jangan Lewatkan 3 Menu Ini

Jogja, Solo, dan Semarang atau biasa disingkat Joglosemar merupakan tiga tempat yang bisa menjadi kawasan wisata terpadu. Mereka yang liburan ke Semarang bisa sekaligus mengunjungi Solo dan Jogja. Ketiga tempat ini jaraknya tidak terlalu jauh, dan memiliki banyak pesona wisata. Jika memiliki waktu yang panjang saat liburan, tentu sangat menyenangkan jika bisa mengunjungi 3 tempat ini sekaligus. Apalagi kamu dapat mencoba kuliner Solo yang bervariasi.

Pesona wisata di Joglosemar semakin lengkap karena juga kaya akan kuliner khas dengan cita rasa yang menggoda. Tidak heran jika Jogja, Solo, dan Semarang menjadi kota tujuan wisata kuliner. Setelah banyak menulis tentang wisata kuliner Semarang di Hello Semarang, kali ini saya mencoba untuk mengulas wisata kuliner Solo. Kota ini bisa ditempuh dari Semarang hanya sekitar 3 jam perjalanan. Berikut 3 kuliner Solo yang sayang untuk dilewatkan saat jalan-jalan ke Solo atau Surakarta.

Nasi Liwet

Tidak sulit mencari nasi liwet di kota yang letaknya di antara Semarang dan Yogyakarta ini. Rasanya pun bisa dikatakan sama-sama nikmatnya. Jika ingin mencoba, salah satu yang legendaris adalah Nasi Liwet Wongso Lemu yang sudah ditawarkan sejak tahun 1950. Letaknya di tengah kota, yaitu di Jalan Teuku Umar, bisa jalan kaki jika dari Jalan Slamet Riyadi.

Nasi Liwet Solo

Nasi liwet merupakan nasi dengan suwiran ayam dengan kuah ayam yang gurih. Di Nasi Liwet Wongso Lemu ada dua pilihan yang ditawarkan. Yaitu Nasi Liwet Komplet dan Nasi Liwet Telur Suwir. Untuk nasi liwet komplet di dalamnya ada telur, rempela ati, suwiran ayam, tahu, dan sayuran.

Disajikan dengan pincuk daun pisang, membuat menu nasi liwet terasa lebih nikmat. Begitu disantap, gurihnya langsung terasa di lidah dan bikin ketagihan. Jika Anda belum pernah mencoba, bisa datang ke Nasi Liwet Wongso Lemu yang buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 01.30 dini hari.

Timlo Solo

Mencari Timlo tentunya Timlo Sastro bisa jadi tujuan utama. Timlo Sastro yang beralamat di Jalan Kapten Mulyadi ini merupakan pelopor warung timlo yang berdiri sejak 1952. Timlo merupakan jenis makanan dengan kuah yang berlimpah dan disajikan dalam mangkuk. Sehingga langsung terlihat kesegarannya begitu disajikan.

Timlo Solo

Variasi menu timlo cukup banyak, tergantung selera pemesan. Ada menu yang hanya berupa telur kuah, sosis kuah, rempela ati kuah, telor sosis, sosis rempelo ati, telor rempelo ati, ataupun timlo komplet yang merupakan gabungan semua menu yang ada. Karena itu, jika Anda penasaran dengan rasa dari berbagai variasi menu Timlo Sastro, cukup memesan timlo komplet. Timlo tetap terasa nikmat dimakan dengan nasi atau pun tanpa nasi.

Untuk mengunjungi lokasi Timlo Sastro sangat mudah, karena letaknya berada di pusat kota, tidak jauh dari keraton dan balaikota Surakarta, tepatnya berada di sekitar Pasar Gede. Jika Anda tidak menggunakan kendaraan pribadi cukup minta antar tukang becak yang banyak dijumpai di sekitar keraton.

Warung Makan Timlo Sastro cukup luas, sehingga cukup nyaman untuk bersantap. Namun bisa jadi Anda harus rela antre beberapa saat jika datang saat jam makan siang. Namun jangan kuatir selagi menunggu, pengunjung bisa menikmati alunan pertunjukan musik tradisional yang sering dihadirkan untuk pengunjung. Jadi, suasana makan yang nyaman dan khas bisa langsung Anda rasakan.

Tengkleng

Salah satu kuliner Solo berbahan dasar kambing tidak sulit ditemui, baik itu sate kambing, tongseng, maupun tengkleng. Salah satu yang tidak boleh dilewatkan saat jalan-jalan ke Solo adalah Tengkleng Pasar Klewer. Banyak orang rela antre untuk bisa menikmati menu khas yang satu ini. Sebelum dibuka pukul 13.00 bahkan sudah banyak yang menunggu, dan hanya dalam 3-4 jam menu yang dihidangkan habis terjual.

Gimana sih Rasanya Pelopor Tengkleng di Semarang, Baca Ulasannya !!

tengkleng solo

Tengkleng yang dihadirkan Bu Edi ini memang cukup nikmat disantap, dagingnya empuk dan bumbunya meresap. Sensasinya adalah saat menikmati daging kambing yang menempel di tulang. Dengan kuah yang pedas manis dan pas di lidah, pengunjung tidak merasa sia-sia mengantre menu ini.

Tengkleng Bu Edi kini dikelola oleh generasi penerusnya, sedangkan Bu Edi sendiri dahulu telah berjualan tengkleng sejak 1971. Dia meneruskan usaha yang dirintis nenek dan ibunya sejak sebelum masa kemerdekaan. Pada awalnya Bu Edi berjualan keliling pasar dan masih jarang pembeli. Sekitar awal 1980-an, dia mulai menetap di tempat berjualan sekarang.

Seiring waktu, penggemar tengkleng Bu Edi semakin banyak, dari masyarakat biasa sampai pejabat. Para wisatawan yang ke Solo pun tidak mau melewatkan kelezatan tengkleng ini. Apalagi lokasinya di Pasar Klewer, wisatawan bisa menyantap menu ini, setelah berbelanja atau sebelum berbelanja oleh-oleh di Pasar Klewer.

Wisata Kuliner Solo, Jangan Lewatkan 3 Menu Ini
5 (100%) 4 votes
(Visited 284 times, 1 visits today)


About

Aktif mengenalkan Wisata Semarang melalui berbagai media


'Wisata Kuliner Solo, Jangan Lewatkan 3 Menu Ini' have 4 comments

  1. October 11, 2016 @ 12:26 pm luoghidavedere.it

    Posted on December 18, 2012 at 4:46 amHello there! Would you mind if I share your blog with my zynga group? There’s a lot of folks that I think would really enjoy your content. Please let me know. Thanks

    Reply

  2. November 5, 2016 @ 1:11 pm lebensversicherung fondsgebunden

    e6מסכים לגמרי עם דבריו של אסף, וגם מזמין אותך להתנסות בעצמך ולזכור שבקומפוסט ביתי העיקר זה לא לפחד כלל. מומלץ להתנסות וללמוד.21

    Reply

  3. March 7, 2017 @ 5:18 pm http://www.nailsrelaxationspa.com/

    Kudos to you! I hadn’t thought of that!

    Reply

  4. March 22, 2017 @ 4:00 pm boscov coupons

    Une oeuvre d’art ?? Toutes les représentation du Christ n’en sont pas ! Loin s’en faut ! Allez un peu dans les églises vous verrez bien…

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool