perkebunan teh wonosobo

Wisata Perkebunan Teh dan Kuliner khas Wonosobo

Wisata Perkebunan Teh dan Kuliner khas Wonosobo
5 (100%) 1 vote

Ezytravelers, ada pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Begitu pula dengan saya yang beberapa waktu lalu berkesempatan pergi ke Temanggung. Setelah puas menikmati keindahan pemandangan “golden sunrise” di Posong saya dan teman-teman memutuskan untuk melipir sejenak ke Wonosobo. Kami bermaksud untuk wisata ke perkebunan teh dan mencicipi kuliner khas Wonosobo.

Ternyata untuk menuju Kabupaten Wonosobo tidak butuh waktu lama. Kurang lebih 30 menit dari lokasi wisata Posong kami sudah melewati batas wilayah kota Temanggung dan Kabupaten Magelang. Meski hari beranjak siang, udara dingin masih cukup menusuk karena kami melintasi jalan yang berada di antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Gunung yang dulu hanya bisa saya pandang di kejauhan kini nampak di depan mata.

Sepanjang kanan kiri jalan menuju Wonosobo terhampar luas perkebunan teh. Itulah yang membuat saya dan teman-teman tertarik untuk mampir. Sekedar melihat aktivitas para pemetik teh dan menyentuh daun-daun teh-nya saja. Sebenarnya sekalian untuk foto-foto juga, sih. Seandainya punya waktu lebih banyak, saya pasti akan mengeksplorasi lebih banyak tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Oh iya Ezytravelers, perkebunan teh di Wonosobo ini cukup terkenal lho. Dulu perkebunan teh ini milik Belanda bernama Bagelen Thee & Kina Maatschappij yang dikelola oleh NV Jon Peet. Namun setelah Indonesia merdeka, semuanya diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Perjalanan sedikit berliku kemudian menakdirkan pada tahun 1954 NV eks PPN Sindoro Sumbing akhirnya bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Wonosobo dan mendirikan perusahaan baru bernama PT Tambi.

kebun teh wonosobo

Perkebunan teh Tambi ini luasnya 829,14 hektar dengan tiga unit perkebunan, antara lain unit Tambi, unit Bedakah dan unit Tanjungsari. Berada di lereng Gunung Sindoro, perkebunan teh Tambi tumbuh di ketinggian 800-2000 mdpl. Curah hujan yang tercukupi membuat perkebunan teh ini tumbuh subur dan menghijau sejauh mata memandang.

Perkebunan teh Tambi juga sering dimanfaatkan untuk agrowisata. Dengan membayar 85 ribu rupiah per orang dengan sedikitnya 20 orang sudah bisa ikut tur mengelilingi perkebunan teh Tambi. Pasti asyik deh, bisa mengelilingi perkebunan bersama-sama sambil menikmati pemandangan. Sayangnya saat kami berada di sana, suasana perkebunan sudah sepi. Sepertinya para pemetik teh sudah selesai melakukan pekerjaannya memetik pucuk-pucuk teh. Rasa kecewa karena tak bisa melihat secara langsung aktivitas para pemetik teh terobati dengan pemandangan hijau sejauh mata memandang.

Selain perkebunan teh, saya dan teman-teman juga penasaran dengan kuliner khas Kabupaten Wonosobo yaitu mi ongklok. Akhirnya kami sepakat untuk mengisi perut yang mulai keroncongan dengan mencari warung mi ongklok. Kami menemukan warung mi ongklok tak jauh dari perkebunan teh.

mie ongklok wonosobo

Jujur saja Ezytravelers, ini adalah kali pertama saya mencicipi mi ongklok setelah bertahun-tahun (oke ini berlebihan) dibuat penasaran dengan rasanya. Dulu saya membayangkan mi ongklok adalah mi rebus dengan potongan ayam berbumbu dan sebagainya seperti mi ayam. Ternyata saya keliru. Mi ongklok disajikan dengan sayur dan potongan tahu dengan kuah yang kental. Mi yang digunakan adalah mibasah berwarna kuning. Kuah mi ongklok berbentuk kental karena dicampur dengan tepung sagu, bumbu kacangnya dan rasanya manis. Biasanya mi ongklok ini disajikan bersama sate sapi atau sate ayam. Berhubung kami datang ke warung terlalu awal, jadi kami tidak menemukan sate-sate yang dimaksud. Tapi itu bukan alasan untuk kami tidak menikmati mi ongklok khas Wonosobo.

Mengapa dinamakan mi ongklok?

Menurut penjualnya karena cara membuatnya dengan cara mencelupkan mi basah dan sayuran ke dalam air mendidih kemudian diongklok-ongklok “digoyang-goyangkan”. Setelah itu mi bersama sayur ditiriskan dan dimasukkan ke dalam mangkok, diberi potongan tahu dan disiram dengan kuah kental.

Bagaimana rasanya?

Meski awalnya lidah saya belum begitu familiar dengan rasanya, tetapi lama-lama habis juga satu mangkok mi ongklok. Ezytravelers juga harus mencoba mi ongklok khas Wonosobo, lho.

Meski hanya sempat mampir di perkebunan teh dan mencicipi kuliner khas Kabupaten Wonosobo tetapi saya dan teman-teman cukup puas dengan pengalaman yang kami dapatkan hari itu.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel semarang, tour murah, dan tiket pesawat semarang
(Visited 122 times, 1 visits today)


About

Blogger yang pengen jadi "traveller". Suka baca, musik dan kopi.


'Wisata Perkebunan Teh dan Kuliner khas Wonosobo' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool