Wisata Religi di Kota Semarang (Bagian I)

Halo Ezytravelers, Kota Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki penduduk yang multietnis. Sejak dahulu, penduduk pribumi dan pendatang mampu hidup membaur dan saling berdampingan.Dalam proses tersebut, terjadilah proses akulturasi budaya dan agama. Tempat-tempat peribadatan pun mulai  tumbuh dan berkembangan di tengah-tengah masyarakat. Beberapa tempat peribadatan tersebut telah berubah menjadi destinasi wisata religi kota Semarang. Berikut adalah beberapa destinasi wisata religi di kota Semarang.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) terletak di Jalan Gajah, Semarang. Proses pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah dilakukan pada tahun 2001-2006 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah didesain oleh Ir. H. Ahmad Fanani dengan arsitektur campuran Jawa, Arab, dan Romawi.

Bangunan masjid yang berbentuk limas merupakan penggambaran budaya jawa. Ornamen kaligrafi yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah merupakan gambaran budaya Arab. Sedangkan koloseum yang ada di pelataran masjid terinspirasi dari arsitektur bangsa Romawi.

Beberapa fasilitas yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah antara lain adalah Menara Asma Al-Husna setinggi 99 meter, Museum Perkembangan Agama Islam, Gardu Pandang, dan Tempat Rukyat Al-Hilal.

Selain itu, di Masjid Agung Jawa Tengah terdapat enam payung raksasa yang dibuka ketika perayaan hari besar umat Islam. Seperti salat Idul Fitri dan Idul Adha. Masjid Agung Jawa Tengah selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Wisatawan tidak hanya dari kota Semarang. Namun juga dari luar kota, seperti dari Kendal, Pekalongan, Tegal, Kudus, Surabaya, Cirebon, dan Jakarta. Masjid Agung Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi wisata religi di kota Semarang

wisata religi kota Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong merupakan tempat persinggahan dan pendaratan Laksamana Zheng He/ Cheng Ho. Laksaman Cheng Ho merupakan laksamana Tiongkok yang beragama Islam. Klenteng Sam Poo Kong terletak di daerah Simongan, Semarang.

Seperti bangunan klenteng lainnya, Klenteng Sam Poo Kong memiliki desain khas bangunan Tiongkok yang didominasi warna merah. Klenteng Sam Poo Kong digunakan untuk sembahyang umat Konghucu. Terdapat beberapa patung dewa yang bisa disembah.

Selain itu, di area klenteng juga terdapat patung Laksamana Cheng Ho. Patung ini merupakan patung Laksamana Cheng Ho yang tertinggi di dunia dengan tinggi 10.7 meter. Di area klenteng juga terdapat relief yang menceritakan pelayaran Laksamana Cheng Ho.

Selain tempat sembahyang untuk umat Konghucu, Klenteng Sam Poo Kong juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Seperti panggung pertunjukan, kios menjual Hio, mushola, toilet. Panggung pertunjukan biasanya digunakan untuk pertunjukan barongsai.

Wisatawan juga bisa menyewa pakaian khas Tiongkok untuk berfoto. Klenteng Sam Poo Kong selalu ramai dikunjungi dari berbagai daerah. Apalagi ketika ada perayaan seperti Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Waisak. Klenteng Sam Poo Kong menjadi salah satu destinasi wisata religi di kota Semarang.

wisata religi kota Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong

Vihara Buddhagaya Watugong

Vihara Buddhagaya Watugong terletak di jalan Perintis Kemerdekaan, Semarang. Vihara mulai dibangun pada tanggal 19 Oktober 1955. Di vihara terdapat sebuah patung Buddha. Di area vihara juga terdapat sebuah pagoda yang diberi nama Pagoda Avalokitesvara.

Pagoda ini merupakan pagoda tertinggi di Indonesia dengan tinggi 45 meter. Di dalamnya terdapat patung Dewi Kwan Im. Selain itu, juga terdapat pohon bodhi yang di tanam sejak tahun 1956.

Bangunan vihara memiliki desain arsitektur bergaya Tiongkok dan Thailand. Bahkan terdapat relief naga di pilar Pagoda Avalokitesvara. Saat ini, vihara masih digunakan umat Buddha sebagai tempat sembahyang. Namun, tempat ini juga terbuka untuk umum dan wisatawan. Hanya perlu meminta ijin kepada satpam untuk memasuki area vihara.

Banyak wisatawan berkunjung untuk menikmati suasana vihara. Terkadang mereka juga mencoba ciamsi, yaitu seni meramal nasib yang berasal dari Tiongkok. Vihara Buddhagaya dan Pagoda Avalokitesvara menjadi salah satu destinasi wisata religi di kota Semarang.

wisata religi kota Semarang

Vihara Buddhagaya Watugong

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk merupakan gereja Kristen tertua di Jawa Tengah. Dibangun pada tahun 1753 dengan bentuk heksagonal. Gereja Blenduk memiliki nama asli Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel. Nama Blenduk berasal dari penyebutan orang lokal karena bentuk atap berupa kubah.

Gereja Blenduk terletak di samping Taman Srigunting, kawasan Kota Lama, yaitu di Jalan Letjend Suprapto No 32. Gereja Blenduk memiliki desain arsitektur seperti bangunan Eropa. Jadwal ibadah di Gereja Blenduk setiap hari Minggu pagi dan sore. Tidak semua wisatawan bisa memasuki area gereja. Gereja yang merupakan bangunan cagar budaya ini telah menjadi ikon Kota Lama dan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Semarang.

wisata religi kota Semarang

Gereja Blenduk

Gereja Katedral Semarang

Gereja Katedral Semarang merupakan gereja Katolik terletak di Jalan Dr. Soetomo, Semarang. Letaknya di kawasan Tugu Muda. Tidak jauh dari Lawang Sewu, Tugu Muda, dan Museum Mandala Bakti. Gereja Katedral dibangun pada tahun 1927.

Awalnya bangunan katedral merupakan balai kesehatan. Kemudian pada tahun 1927 digunakan sebagai gereja Katolik. Pada tahun 1937, gereja ini ini ditetapkan sebagai katedral dan Mgr. A. Soegijapranata diangkat sebagai uskup agung pertama di kota Semarang.

Kawasan Gereja Katedral katedral inti, ruang pertemuan, dan sekolah. Selain itu juga terdapat kantor Uskup yang berisi sebuah kapel, arsip, sekretariat, taman, dan ruang pertemuan. Gereja Katedral memiliki jadwal tetap dalam setiap ibadahnya. Ketika Hari Natal, gereja ini selalu ramai dengan jamaah yang ingin merayakan ibadah natal.

wisata religi kota Semarang

Gereja Katedral Semarang

Pura Agung Giri Natha

Pura Agung Giri Natha merupakan tempat sembahyang umat Hindu. Pura Agung Giri Natha berdiri sejak sejak tahun 1970. Sejak awal, bangunan ini difungsikan sebagai tempat pemujaan Sang Hyang Widhi oleh umat agama Hindu.

Pura Agung Giri Natha beberapa kali mengalami renovasi dan perluasan area. Pada tanggal 4 April 204, pura ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, yaitu H. Mardiyanto. Pura Agung Giri Natha beramalat di Jalan Sumbing No 12 Semarang.

Tempat ini mirip seperti pura-pura yang ada di Pulau Bali. Lengkap dengan beberapa bangunan pendukung pura. Wisatawan harus meminta ijin kepada pengurus pura jika ingin memasuki area pura. Namun, jika sedang ada upacara keagamaan umat Hindu, wisatawan dilarang untuk masuk.

Jangan lupa wisatawan juga diwajibkan melepas alas kaki, bersikap tenang dan sopan ketika memasuki area Pura Agung Giri Natha.

Cobain wisata religi kota Semarang? Kenapa enggak? Yuk cari: Tiket Pesawat ke Semarang, hotel di Semarang, dan Wisata Semarang 

wisata religi kota Semarang

Pura Agung Giri Natha

Beberapa destinasi wisata religi di kota Semarang yang hingga saat ini masih berdiri dan digunakan untuk beribadah. Meskipun destinasi-destinasi tersebut bisa dikunjungi oleh wisatawan, sebaiknya wisatawan tetap tenang dan menghormati setiap umat yang sedang melakukan peribadatan atau sembahyang.

 

Wisata Religi di Kota Semarang (Bagian I)
5 (100%) 1 vote
(Visited 250 times, 1 visits today)


About

Traveller, Travel Blogger


'Wisata Religi di Kota Semarang (Bagian I)' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool