Wisata Religi: Tiga Masjid Tertua Di Kota Semarang

Vote Us

Kota Semarang yang sudah berdiri sejak 468 tahun lalu merupakan kota yang penuh dengan cerita sejarah besar. Lokasinya yang berada di pesisir utara Pulau Jawa menjadi tempat yang strategis bagi para pedagang dari berbagai negeri untuk memperluas area pemasarannya. Tidak jarang para pedagang datang ke Semarang juga membagi pengetahuan mereka tentang kesenian dan ajaran agama, salah satunya adalah agama Islam.

Jika kalian mau wisata religi Semarang banyak sekali bangunan bersejarah yang menjadi saksi penyebaran agama Islam di kota Semarang. Pada masa itu bangunan masjid digunakan juga sebagai pusat penyebaran dakwah dan ajaran agama Islam di Kota Semarang. Untuk itu mari saya ajak mengetahui lebih jauh tiga bangunan masjid tertua yang dibangun di kota Semarang.

1. Masjid Agung Kauman (1749)

Masjid Besar Kauman Semarang dibangun pada tahun 1749 atau 1170 Hijriyah. Masjid Besar Kauman didirikan oleh Adipati Suradimanggala (Kiyai Terboyo) dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Masjid ini pernah dipugar pada masa penjajahan Belanda yaitu tahun 1889 sampai dengan 1904 dikarenakan pernah terjadi kebakaran pada masjid tersebut.
Awalnya Masjid ini dibangun di kawasan Mugas, namun karena penduduknya tidak juga berkembang, masjid dipindahkan ke Bubakan yang penduduknya lebih ramai. Pada masa itu terjadi pemberontakan orang-orang Cina terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda atau yang dikenal dengan Geger Pecinan, yang akhirnya menimbulkan kebakaran di wilayah perumahan termasuk bangunan Masjid tersebut. Dengan pertimbangan tersebut, Bupati Semarang kala itu, Suro Hadimoenggolo (1713-1751) memerintahkan pembangunan Masjid dipindah ke kawasan Kanjengan, hingga selesai pada tahun 1760.
Arsitektur Masjid Kauman merepresentasikan bangunan tradisional Jawa, dengan atap limas bersusun tiga. Ketiga susunan limas tersebut memiliki makna dari filosofi Islam yaitu Iman, Islam, dan Ikhsan. Jika diperhatikan lagi bangunannya mirip dengan bangunan Kerajaan Majapahit.

Gerbang_masjid_kauman

Memasuki Bulan Ramahan, Masjid Kauman melaksanakan prosesi rutin yang menjadi event tahunan kota Semarang yaitu Pawai Dugderan. Prosesi pawai Dugderan adalah pawai menyambut bulan Suci Ramadhan. Pawai ini kini digabungkan kegiatannya bersama sama 3 masjid utama kota Semarang, yakni Masjid Agung Semarang atau lebih dikenal Masjid Kauman, Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima, dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

2. Masjid Jami Pekojan (1878)

List pertama untuk kalian yang mau wisata religi Semarang adalah ke Masjid Jami Pekojan yang dibangun pada tahun 1309 Hijriah atau 1878 Masehi oleh Haji Muhammad Azhari Akwan. Fakta ini bisa ditemukan di sebuah prasasti marmer bertuliskan huruf Arab gundul di dinding masjid. Selain itu bisa juga kita temukan prasasti lainnya di dinding jalan Petolongan. Prasasti tersebut bertuliskan huruf cina yang konon isinya adalah sebuah doa agar diajuhkan dari musibah. Pada jaman dahulu daerah Pekojan ini dihuni oleh warga pendatang dari India, Arab, dan Gujarat. Mereka datang ke Semarang untuk berdagang dan menyiarkan agama Islam. Nah, mereka juga yang memulai tradisi membuat bubur selama bulan Ramadan sebagai takjil. Maka dari itu bubur yang disajikan sering disebut oleh masyarakat sebagai bubur India.

pekojan
Area Masjid Jami Pekojan ini dikelilingi oleh bangunan makam. Pada tahun 1975 saat dilakukan renovasi, beberapa makam dipindahkan, namun masih ada yang dipertahankan seperti makam keturunan pendiri masjid, imam dan para pengurus masjid. Di area makam tersebut terdapat makam dari Syarifa Fatima, seorang warga Pekojan yang jaman dahulu terkenal suka menolong dan menyembuhkan penyakit warga. Di dekat makam Syarifa Fatima ada pohon bidara yang bibitnya didatangkan langsung dari Gujarat. Daun dari pohon bidara ini bisa dimanfaatkan untuk melemaskan otot mayat yang kaku sekaligus menghilangkan bau tak sedap saat mayat dimandikan. Warga pun sering memanfaatkan daun pohon bidara untuk keperluan pengobatan.

GUNUNG ANDONG GUNUNG YANG RAMAH UNTUK PEMULA
Read Artikel

3. Masjid Layur (1802)

Bangunan Masjid yang bergaya Arab ini merupakan salah satu bangunan kuno yang ada di Semarang, biasa disebut juga dengan nama Masjid Menara Kampung Melayu. Secara keseluruhan bangunan Masjid Layur ini masih utuh sama seerti waktu pertama kali dibuat. Pada tahun 1743 sebagian orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang Melayu maka dari itu disebut juga dengan Kampung Melayu.
Bangunan-utama-masjid-layur

Pada jaman dahulu tempat ini menjadi lokasi mendaratnya kapal dan perahu yang membawa barang dagangan. Kemudian diketahui juga bahwa orang-orang dari Arab kemudian juga menempati kampung tersebut. Pada akhirnya tahun 1802 sejumlah saudagar dari Negeri Yaman mendirikan Masjid Layur sebagai tempat untuk beribadah dan menyebarkan ajaran agama Islam.

Berikut sedikit list dari www.hellosemarang.com untuk kalian yang mau explore wisata religi di kota Semarang, selamat dijalan dan selamat bersenang-senang.

Yuk Pesan Tiket Pesawat ke Semarang dan Hotel Murah di Semarang, Hanya di Ezytravel.co.id

sumber foto: exploresemarang.com | id.wikipedia.com

(Visited 262 times, 1 visits today)


About

blogger, social media strategist, dan fanboy DC.


'Wisata Religi: Tiga Masjid Tertua Di Kota Semarang' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool