Wisata Sejarah: 8 Bangunan Karya Insinyur Thomas Karsten di Semarang (1)

Herman Thomas Karsten adalah seorang Insinyur tata kota asal Belanda yang berpengaruh dalam perencanaan kota dan arsitektur di Indonesia. Karya-karya arsitekturnya tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Magelang, Malang, Bogor, Madiun, Cirebon, Yogyakarta, Suarakarta, Palembang, Padang, Medan, Banjarmasin dan Semarang. Kini peninggalannya menjadi wisata sejarah bagi kita.

Kota Semarang sendiri merupakan tempat Ir. Thomas Karsten memulai karirnya di Indonesia sebagai penasihat perencana kota yaitu sekitar tahun 1914. Menurut Karsten, Semarang adalah kota yang unik dengan berbagai permasalahannya. Karsten berupaya untuk menyatukan masyarakat kolonial untuk memberikan kesempatan pada semua penduduk tanpa melihat latar belakang etnis melalui perencanaan kota yang dirancangnya.

Berwisata Sejarah Juga Yuk Ke Prasasti Gondosuli Biar Lebih Pinter

Ada beberapa bangunan hasil karya Ir. Thomas Karsten yang kini memiliki nilai historis tinggi dan juga menjadi wisata sejarah menarik untuk kita, bahkan beberapa di antaranya masih aktif digunakan hingga saat ini.

1. Volksteater Sobokartti (1929)

wisata sejarah Gedung Sobokartti

Membicarakan tentang tempat wisata sejarah Semarang, tidak lengkap jika tidak membahas Gedung Kesenian Sobokartti yang kini termasuk salah satu Cagar Budaya di kota Semarang. Gedung Kesenian ini didirikan pada bulan Oktober tahun 1929 oleh Ir. Herman Thomas Karsten. Awalnya Karsten bersama dengan Mangkunegara VII kala itu ingin memadukan konsep seni pertunjukan Jawa yang biasa dipentaskan di pendopo keraton dengan konsep pementasan teater di Barat.
Gedung Sobokartti berlokasi di Jl. Dr. Cipto no 31-33 Semarang. Saat ini Gedung Kesenian Sobokartti digunakan untuk berbagai kegiatan terutama kesenian tradisional, seperti Karawitan, Pedhalangan, Tari Tradisional, dan pembuatan wayang atau tatah sungging.

2. Pasar Jatingaleh (1930)

pasar jatingaleh
Pasar Jatingaleh merupakan pasar yang dibangun oleh pemerintah Kota Semarang melalui Herman Thomas Karsten sebagai arsiteknya. Pasar Jatingaleh pada masa itu bisa dibilang pasar tradisional yang sangat mewah. Pasar Jatingaleh ini juga bisa dibilang sebagai pilot project Thomas Karsten untuk membangun pasar-pasar tradisional lainnya di Semarang, hal ini bisa dilihat antara lain dari bentuk kolom dan sistem udara dan pencahayaan yang sama dengan pasar tradisional lainnya seperti Pasar Johar, Pasar Randusari dan Pasar Bulu.

3. Pasar Randusari (1932)

pasar randusari
Pasar Randusari kini lebih dikenal dengan pusat penjualan bunga untuk pengantin, ziarah makam serta perlengkapan untuk orang meninggal. Namun di bagaian belakang masih ada tempat yang digunakan untuk berjualan kebutuhan pokok sehari-hari seperti daging, sayur dan buah. Pembangunan Pasar Randusari oleh Thomas Karsten juga masih berkaitan dengan Pasar Jatingaleh yang dibangun dalam waktu yang berdekatan.

4. Pasar Johar (1933)

Awalnya pada tahun 1860 di persimpangan Johar dahulu adalah sebuah alun-alun Semarang dan penjara di sisi baratnya. Di sana terdapat tempat berjualan kecil untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang sedang menjenguk tahanan serta menunggu jam besuk di bawah pohon di sekitar Johar. Pada tahun 1931 pemerintah kota membangun Pasar Johar untuk menyatukan pasar di kawasan tersebut dan pada tahun 1933 pemerintah menunjuk Thomas Karsten untuk membuat struktur bangunannya.

pasar johar

Seperti ditulis di atas, Pasar Johar ini merupakan kelanjutan proyek Thomas Karsten dari Pasar Jatingaleh. Dalam merancang Pasar Johar, Karsten melakukan suatu kajian mendalam yang disesuaikan kondisi iklim, cuaca serta perilaku masyarakat di Semarang. Cahaya matahari masuk di seluruh sudut pasar namun tidak terlalu panas, karena udara pun bisa masuk dengan sirkulasi yang baik.

Pasar Johar tidak hanya melayani pedagang dan pembeli di Semarang saja namun hingga ke berbagai kota di Jawa Tengah, hal itu yang menjadikan Pasar Johar sempat menjadi ikon kota Semarang. Pada tahun 1955 Pasar Johar sempat disebut sebagai pasar terbesar dan terbaik di Asia Tenggara. Namun pada bulan Mei 2015 yang lalu musibah kebakaran menimpa Pasar Johar. Para pedagang yang dulunya berjualan di Pasar Johar kini harus berpindah lokasi agar bisa tetap berdagang.

Masih ada 4 bangunan lagi karya Insinyur Thomas Karsten di kota Semarang yang akan saya tulis di artikel selanjutnya yaitu “ Wisata Sejarah : 8 Bangunan Karya Insinyur Thomas Karsten di Semarang (2) ”. Kota Semarang tidak melulu tentang kekayaan menu kulinernya, jika punya waktu luang kita juga bisa berwisata sejarah menikmati kejayaan dan mengenal lebih dekat kota Semarang di masa lalu.

Menarik Kan? Pesan Tiket Pesawat ke Semarang sekarang dan Dapatkan Paket Wisata-nya!!

Source:
Sejarahsemarang.wordpress.com| Seputarsemarang.com | Pekakota.or.id | Joharku.blogspot.com | idsejarah.net | picnesia.blogspot.co.id | pamboedifiles.blogspot.co.id
foto:
tribunnews.com | siary.wordpress.com | pasarsemarang.ssndoc.com | rs-elisabeth.com | jalan2.com

Wisata Sejarah: 8 Bangunan Karya Insinyur Thomas Karsten di Semarang (1)
5 (100%) 1 vote
(Visited 781 times, 1 visits today)


About

blogger, social media strategist, dan fanboy DC.


'Wisata Sejarah: 8 Bangunan Karya Insinyur Thomas Karsten di Semarang (1)' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool