Wisma Perdamaian

Wisma Perdamaian

Wisma Perdamaian
5 (100%) 1 vote

Sobat Ezytravelers,

Kota Semarang yang baru saja merayakan ulangtahun ke-468 tanggal 2 Mei yang lalu, adalah kota yang memiliki sejarah panjang sejak era Kerajaan Mataram, masa penjajahan Belanda, masa awal kemerdekaan hingga saat ini. Tentu saja salah satu unggulan wisata di Semarang <link> adalah wisata sejarah dengan mengeksplorasi bangunan-bangunan cagar budaya yang tersebar di beberapa wilayah kota.

Salah satu titik penting dalam sejarah Kota Semarang adalah kawasan Tugu Muda yang memang sejak jaman dulu merupakan sentra aktivitas pemerintahan, perdagangan, bahkan titik penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI di Semarang. Beberapa obyek telah ditulis rekan-rekan kontributor, antara lain Monumen Tugu Muda, Gedung Lawangsewu yang terletak di sebelah timur monumen dan Museum Mandala Bhakti di sebelah selatan monumen. Di sebelah Barat Tugu Muda terdapat bangunan yang tidak kalah tuanya, yakni Wisma Perdamaian yang dulu pernah disebut De Vredestein (Istana Perdamaian).

Foto Jadoel De Vredestein

Wisma Perdamaian atau dahulu dikenal sebagai De Vredestein awalnya merupakan bangunan utama di komplek villa milik Nicolaas Hartingh, seorang pejabat VOC yang menjabat sebagai Gouverneur van Java’s Noord-Oostkust (Gubernur Jawa Utara Bagian Pesisir Timur, 1754–1761). Setelah dihapusnya jabatan tersebut oleh Daendels, bangunan ini sempat hanya menjadi rumah singgah Gubernur Jendral. Selanjutnya gedung ini digunakan sebagai rumah jabatan Residen Semarang.

Gedung De Vredestein ini juga memiliki kaitan erat dengan sejarah Perang Jawa. Setelah berakhirnya Perang Jawa pada 1830, pangeran Dipanegara ditahan oleh Belanda dan diasingkan ke Sulawesi, sebelumnya beliau transit di gedung ini selama seminggu (29 Maret-5 April 1830). Di Wisma Residen Semarang, Dipanagara tak lepas dari pengawasan Mayor De Stuers. Bahkan sang mayor tidur sekamar dengan sang pangeran. Pada 5 April 1830 pagi, Dipanagara dan 18 orang pengikutnya berangkat dari Wisma Residen Semarang ke pelabuhan menuju Batavia.

Hingga tahun 1978, bangunan ini digunakan sebagai kampus Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang kemudian menjadi STPDN dan kampusnya pindah ke Jatinangor (Bandung). Pada tahun 1980-an gedung ini digunakan untuk Kantor Sosial dan selanjutnya untuk Kantor Kanwil Pariwisata Jawa Tengah tahun 1994. Gedung yang berada di lokasi sangat strategis di Jalan Imam Bonjol No 209 Semarang ini memiliki luas lahan kompleks ± 15.000 m2 dan luas total bangunan ± 6.500 m2. Setelah direvitalisasi pada tahun 1994 gedung ini sempat menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah pada era Gubernur Suwardi dan “Wisma Perdamaian” disematkan sebagai nama gedung. Untuk fasilitas olahraga, di halaman belakang gedung terdapat sebuah kolam renang dan lapangan tenis. Meskipun strategis dan lengkap fasilitasnya, nampaknya keramaian lalu lintas di kawasan Tugu Muda kurang nyaman bagi para gubernur, sehingga setelah era Gubernur Suwardi, para gubernur kembali menggunakan Puri Gedeh di kawasan Gajahmungkur sebagai rumah dinas.

Fasilitas Wisma Perdamaian

Saat ini Wisma Perdamaian selain digunakan untuk menerima tamu-tamu kenegaraan juga dimanfaatkan untuk banyak kegiatan pendidikan, budaya, maupun seni. Tanggal 11 April 2015 yang lalu, mahasiswa DKV Unnes mengadakan Pasar Branding ke-2 yang merupakan kegiatan memperkenalkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM di Jawa Tengah, sebelumnya pada bulan April 2014 diselenggarakan The First Semarang Violin Open Competition 2014, dan banyak kegiatan lainnya termasuk shalat tarawih setiap bulan Ramadhan yang selalu dipenuhi jamaah.

Gubernur Ganjar Pranowo bahkan mempersilahkan semua elemen masyarakat menggunakan Wisma Perdamaian untuk kegiatan-kegiatan musik, kesenian dan kebudayaan supaya Semarang semakin hidup, mengingat sebagai ibukota provinsi Semarang belum memiliki gedung kesenian yang representatif. Menurut Ganjar, tidak bisa ditunda-tunda lagi bahwa Semarang harus berbuat untuk maju utamanya dalam bidang musik, kesenian, dan kebudayaan itu. Tinggal sekarang komunitas dan pelaku seni dan budaya yang harus mampu memanfaatkan peluang ini.

Bagi wisatawan, Wisma Perdamaian memang tidak secara khusus membuka paket wisata. Namun baik perseorangan maupun rombongan dapat mengunjungi gedung cagar budaya, baik untuk wisata nostalgia, maupun penelitian atau sekedar hunting foto.

 aktivitas di Wisma Perdamaian

(Visited 1,065 times, 1 visits today)



'Wisma Perdamaian' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool