1 Dekade “Bermesraan” Dengan Tahu Petis Semarang

Total
0
Shares

“Saya lebih suka menyebutnya mitra bukan franchise, lagian kan saya belum sebesar perusahaan yang jualannya ayam cepat saji itu”

Itulah sepenggal kalimat jawaban “low profile” yang terucap dari Wieke Anggarini pemilik Tahu Petis Yudhistira.

Seorang ibu dan isteri dari Donny Taufik yang saat ini bekerja sebagai Tenaga IT disalah satu perusahaan minuman International.

Hal itu ia ungkapkan ketika ditanya tentang apa yang telah dilakukannya dalam 10 tahun kiprahnya melestarikan Tahu Petis kuliner asli Semarang yang juga menjadi oleh-oleh khas Semarang ini.

Sejarah Tahu Petis Yudhistira Khas Semarang

Wieke Anggarini
Wieke Anggarini – Sumber Foto : Johanis

Bersama Donny Taufik sang suami yang sama-sama pernah berkuliah S2 di IPMI Business School ketika itu mencoba mencari peluang bisnis kuliner yang memang belum banyak dilakukan oleh pebisnis di Jakarta.

Dan ketika kembali ke Semarang ternyata menemukan produk kuliner yang memang masih dapat bersaing di pasaran.

Dengan skillnya dibidang Marketing, dukungan suami yang berketurunan darah Minangkabau dan tentunya menggunakan “blue ocean strategy” Wieke bertekad untuk menjalankan bisnis Tahu Petis ini di Jakarta.

Dari mulai membuat channel promosi menggunakan website, sharing di Kaskus, promosi offline bazar dan booth di Pasar Tebet, Pasar Santa, Mall Ambassador, partnership dengan Red Pepper di Plaza Indonesia.

Sampai ke Pasar Malam Indonesia di Belanda

Dan tentunya menjadi UKM Mitra Binaan Departemen Perindustrian dan perusahaan besar lainnya, mengantarkan Tahu Petis ini sampai ke Pasar malam Indonesia di Denhaag Belanda 2011 dan Halal Food Expo di Malaysia tahun 2015 dari Kementerian Koperasi Indonesia.

Mba Wieke yang biasa disapa ini pernah juga menjadi pemenang juara 2 Femina kategori Wanita Wirausaha di tahun 2008.

“Wah kita cuma jualan tahu agak sulit ya bisa sewa tempat di Plaza Indonesia, kata Donny. Tapi memang si ibu isteri pemilik Jamu Sido Muncul sering datang beli tahu kita di Pasar Santa lanjut Wieke. Alhamdulillah malaikat sering banget dateng tolongin kita, sama seperti alumnus IPB teknologi pangan yang bantuin kita secara cuma-cuma buat riset olahan tahu petis ini karena saya ndak menggunakan bahan pengawet”

Dan beberapa waktu lalu ketika datang undangan icip-icip Tahu Petis di Semarang tepatnya di Jalan Yudhistira alhasil saya hanya bisa gigit jari.

Dan teman- teman blogger Hello Semarang yang berkesempatan berkunjung ke salah satu toko Mba Wieke ini yang menyediakan oleh-oleh Semarang salah satunya Tahu Petis.

Blogger HelloSemarang.com di Toko Tahu Petis Yudhistira Semarang

Dan saat ini tibalah saya bisa icip-icip tahu petis ini ketika Mba Wieke ikut serta dalam bazar di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta 🙂

Mari tetap lestarikan dan budayakan cinta kuliner asli semarang, lumpia, dan sajian tradisional lainnya.

Kunjungi Juga:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like