Lumpia Generasi Luar

6 Jenis Lumpia Khas Semarang yang Perlu Kamu Ketahui

Total
0
Shares

Kuliner Semarang – Makanan Lumpia sudah sangat melekat dengan Kota Semarang sebagai makanan khas atau oleh-oleh. Lumpia Semarang adalah sejenis makanan rollade yang berisi udang, rebung, ayam, atau telur.

Jika menilik sejarah Lumpia sendiri, jenis makanan ini bisa ditemukan di beberapa negara Asia seperti Tiongkok, Vietnam, dan Filipina, tentunya dengan nama dan adonan yang berbeda-beda.

Lumpia Semarang sendiri konon merupakan kuliner perpaduan Tiongkok-Indonesia, yang awalnya dibuat oleh pasangan Tjoa Thay Yoe dari Tiongkok dan Mbak Wasih yang menghasilkan cita rasa manis yang digemari masyarakat Semarang.

“Lunpia” atau “Lumpia”?

Lumpia Semarang

Orang semarang ada yang menyebutnya Lunpia ada juga yang menyebutnya lumpia, keduanya tidak salah.

Lun atau lum berarti lunak atau lembut, bergantung pada dialek pengucapnya. Pia sendiri berasal dari dialek Hokkian (Tionghoa) yang berarti kue.

Pada awal mula memang lumpia Semarang ini tidak digoreng.

Ada dua jenis lumpia yang kita kenal menurut proses pembuatannya, yaitu lumpia basah dan lumpia kering. Secara mendasar yang membedakan adalah kulit lumpianya.

Namun jika melihat dari sejarah pembuatnya, ada 6 Jenis Lumpia yang dijual di kota Semarang.

Yang pertama hingga yang ketiga merupakan aliran dari pembuat lumpia pertama di Semarang seperti yang disebutkan tadi yaitu pasangan Tjoa Thay Yoe dan Mbak Wasih.

Ketiganya masih memiliki hubungan kerabat antara lain anak dan cucunya.

1. Lumpia Gang Lombok (Siem Swie Kiem)

Lumpia yang dijual di Gang Lombok ini merupakan meruapakan miliki Siem Swie Kiem, cucu dari Tjoa Thay Yoe. Siem Swie Kiem merupakan generasi tertua di Semarang.

Lumpianya dijual di kios warisan ayahnya di Jl. Gang Lombok no. 11. Dengan keistimewaan rasa yang asli dan racikannya yang tidak berbau amis saat dihidangkan.

2. Lumpia Jalan Pemuda (Siem Swie Hie)

Lumpia Semarang

Lumpia di Jalan Pemuda ini adalah miliki almarhum Siem Swie Hie, adik dari Siem Swie Kiem yang juga cucu dari Tjoa Thay Yoe.

Warung lumpia di Jalan Pemuda (Depan Gang Grajen) ini diteruskan oleh purinya yaitu Siem Siok Lien atau lebih dikenal dengan Lumpia Mbak Lien.

Lumpia Mbak Lien yang merupakan ‘generasi ke-4 lumpia Semarang’ ini juga membuka dua cabangnya di Jalan Pandanaran.

Yang menjadi ciri khas Lumpia Mbak Lien adalah racikan ayam pada isi lumpia.

3. Lumpia Jalan Mataram (Siem Hwa Nio)

Lunpia Crab

Lumpia di Jalan Mataram ini milik almarhumah Siem Hwa Nio, kakak dari Siem Swie Kiem dan Siem Swie Hie, yang juga cucu dari Tjoa Thay Yoe.

Generasi ini disebut pula generasi ‘Lumpia Mataram’ karena almarhumah Siem Hwa Nio pertama kali membuka kios loen-pia di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono).

Selain itu kios lumpianya juga dibuka di berbagai kota di luar Semarang hingga Jakarta.

4. Lumpia Jalan Tanggamus (Ny. Mechtildis Tyastresna Halim)

Lumpia Jalan Tanggamus

Lumpia ini bukan merupakan generasi langsung dari Tjoa Thay Yoe. Lumpia yang disajikan memiliki ciri khas tersendiri yaitu bentuknya yang bulat dan rasanya yang gurih. Tidak ada salahnya kamu juga mencoba lumpia jenis ini saat berkunjung ke Semarang.

5. Lumpia Buatan Mantan Karyawan Lumpia Mataram dan Pemuda

Lumpia Buatan Mantan Karyawan Lumpia Mataram dan Pemuda

Ada juga lumpia yang dibuat oleh para mantan karyawan yang sebelumnya bekerja di Lumpia Mataram maupun Pemuda.

Cita rasanya tidak terlalu berbeda anmun mereka mimiliki rasa dan ciri khas tersendiri, tentu dengan harga yang lebih murah.

6. Lumpia Generasi Luar

Lumpia Generasi Luar

Lumpia ini dibuat oleh orang-orang yang memiliki hobi kuliner maupun yang bergerak di bidang bisnis kuliner, serta tidak ada hubungan langsung dengan lumpia generasi pertama di Semarang yaitu Tjoa Thay Yoe.

Lumpia ini tersebar di berbagai daerah di kota Semarang antara lain Loenpia Express, Loenpia Djoe, Loenpia Delight, dan lain-lain.

Kunjungi Juga:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like