bukit cita rawa pening

Bukit Cinta Rawa Pening, Pesona dan Mitos Dibaliknya

Total
1
Shares

Bukit Cinta – Ada pepatah yg mengatakan “Banyak Jalan Menuju Kota Semarang”. Nah berarti ada banyak juga cara untuk bisa menikmati pesona Rawa Pening.

Salah satu caranya adalah menikmati dari Goa Rong View, dimana kamu hanya bisa menatap dan menikmatinya dari kejauhan tanpa bisa menyentuhnya.

Lalu dari tengah Jalur Kereta Api desa Sumurup, kamu bisa merapat dan menyatu dengan para nelayan tambak untuk menyelaminya.

Satu lagi yang sangat pas bagi Sobat Hello bila ingin menikmatinya bersama keluarga, yaitu Bukit Cinta Rawa Pening yang terleak di Kota Ambarawa Kab. Semarang. sekitar 1 jam dari Pusat kota Semarang.

Rawa pening dengan luas 2.670 hektar ini bagaikan magnet bagi apra penikmat fotografi, daya tariknya mampu membuat orang untuk datang kembali lagi dan lagi.

Termasuk saya hehehe… entah sudah berapa kali saya menyambangi kubangan air raksasa ini.

Legenda Rawa Pening dan Mitos Bukit Cinta

pemandangan dari puncak goa rong

Ada sebuah legenda tentang Rawa Pening. Sudah pada tahu tentang Legenda Baru Klinting?

Yaitu cerita tentang sebuah mata air yang muncul dari bekas cabutan lidi seorang anak jelmaan ular naga, hingga menimbulkan banjir dan menenggelamkan desa, kemudian membentuk rawa yang cantik yang sekarang kita kenal dengan Rawa Pening.

Berbicara mitos, Bukit Cinta Rawa Pening dengan luas 2 hektar ini juga mempunyai mitos. Apabila pasangan bukan muhrim datang ke sana ( pacaran), makan hubungan mereka akan putus.

Akan tetapi ini cuma mitos, percaya tidak percaya saja sih. Namun beberapa orang telah membuktikan mitos tersebut dengan membawa pasangan masing-masing, mereka malah berlanjut ke pelaminan dan beraanak pinak. Jadi, jangan takut untuk ke Bukit Cinta.

Loket Tiket Masuk Berbentuk Kepala Ular Naga

gerbang masuk bukit cinta
Sumber: tribunnews.com

Beberapa tahun yang lalu bukit cinta melakukan banyak renovasi, terutama di bagian wajah yaitu depan gerbang.

Mengikuti trend yang ada, maka dibuatlah kata sambutan berupa tulisan besar “BUKIT CINTA RAWA PENING” berwarna putih kekuningan di sisi kanan dan Gerbang masuk yang sangat bersar bertuliskan “SELAMAT DATANG DI BUKIT CINTA RAWA PENING”.

Loket, tempat loket ini juga menarik, berupa ular naga raksasa dengan mulut menganga berasa ingin memakan para tamu menjadi salah satu ikon dari Bukit Cinta.

Harga tiket masuknya ketika hari biasa adalah Rp 6.000 per orang, sedangkan untuk hari libur sebesar Rp.7.500/orang. Cukup mahal menurut saya.

Ada Apa di Bukit Cinta Rawa Pening?

Halaman dan Taman

bukit cita rawa pening

Masuk ke atas setelah menaiki tangga, kita sudah disambut dengan pepohonan pinus yang menjulang tinggi seperti payung meneduhkan taman.

Di tengahnya terdapat sebuah bangunan seperti aula yang belum rampung dikerjakan, kadang digunakan oleh para pecinta burung untuk lomba kicau burung. Biasanya lomba ini di gelar pada pertengahan tahun antara bulan Mei sampai Juli.

Kursi Taman

Banyak tempat duduk yang disediakan seperti foto di atas, salah satu kursi taman yang berada di tengah bukit bisa cukup untuk 3 orang.

Kursi yang lainnya berupa kuris yang terbuat dari semen dan beton berada di sekeliling dan pinggi taman.

Wahana Bermain

Bagi yang sudah berkeluarga dan membawa anak anak, di bagian utara juga ada wahana bermain untuk anak seperti ayunan, jungkat jungkit, putar.

Kemarin saya piknik asyik berasama teman teman, membawa bekal makanan dalam rantang, gelar tikar dan dimakan bersama di bawah rindangnya pepohonan pinus.

Bila kamu tidak membawa makanan sendiri, di sekitar dan di dalam taman ada warung penduduk yang cukup bersih yang menawarkan makanan dan minuman. Ada juga jajan khas Banyubiru berupa kripik belut.

Pemandanan dari Tengah Rawa Pening, Nampak gundukan Bukit Cinta dengan Background Gunung Merbabu, Telomoyo dan Perbukitan Gajah Mungkur.

Perahu

Nah, point paling asyik adalah kita bisa menjelajah sampai ke tengah rawa dengan menyewa perahu bermotor seharga Rp.30.000 per setengah jam (biasanya kita diajak berputar selama 1 jam) maksimal penumpang 6 orang.

Kita akan diajak berputar membelah enceng gondok menuju tambak ikan. Pemandangan dari tengah rawa sungguh menarik, terutama ketika moment matahari terbit dan tenggelam. Warna warna yang muncul sungguh memanjakan mata dan hati.

Jadi sebagai penutup, jangan khawatir tentang mitos yang beredar. cukup datang dan nikmati saja rawa pening dari sisi yang berbeda, yaitu sisi Bukit Cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like