Sunset di goa kreo

Goa Kreo Semarang, Perpaduan Wisata Alam dan Sejarah

Total
0
Shares

Saat berkunjung ke Semarang, nggak ada ruginya bila kamu berkunjung ke Goa Kreo Semarang yang melegenda itu. Selain Kalian bisa bercengkrama dengan kawanan kera, kalian pun bisa melakukan hal lain saat berkunjung ke sana, lho!

Saat memasuki kawasan Goa Kreo Semarang, Kalian akan disambut dengan segerombolan kera yang kucu dan jinak. Meskipun mereka tergolong kera yang liar, tapi mereka bukan tipikaL kera yang usil dan jahil.

Nggak perlu takut saat kalian membawa atau memakai aksesoris atau barang lainnya. 7 hal ini bisa kalian lakukan saat berkunjung ke Goa Kreo Semarang:

1. Memberi makan kera yang seru

kera goa kreo
Memberi makan kera sambil bercengkerama

Salah satu atraksi seru yang ada di Goa Kreo Semarang adalah memberi makan kera. Atraksi ini memang tidak setiap hari. Saat ada tamu atau rombongan saja yang meminta.

Kalian bisa melihat serunya para monyet memanjat tali dan batang bambu yang sengaja didirikan untuk meletakkan makanan dan mimuman.

Monyet-monyet itu pun dengan sigap dan cekatan memanjat batang bambu untuk merebut aneka makanan yang memang sudah disiapkan oleh pengelola. Tak jarang pula kalian akan melihat tingkah lucu mereka. Benar-benar hiburan lho.

2. Mengetahui sejarah Goa Kreo dan Sunan Kalijaga mencari kayu jati

sejarah goa kreo

Kalian bisa mencari tahu tentang sejarah tempat ini pada tur guide lokal yang memandu perjalanan kalian. Umumnya mereka akan bercerita tentang Sunan Kalikaga yang mencari kayu jati di suatu tempat di Semarang.

Namun, setelah sampai di tempat itu kayu jati yang dimaksudkan hilang dan Sunan Kalijaga pun pergi ke kawasan Kreo. Tempat hilangnya kayu jati itu pun sekarang dikenal dengan Jatingaleh.

Baca Juga: Bukit Cinta Rawa Pening

3. Mengintip Goa Kreo tempat Kanjeng Sunan Kalijaga bertapa

goa kreo semarang

Goa Kreo Semarang dipercaya sebagai tempat Sunan Kalijaga bertapa meminta petunjuk untuk menemukan kayu jati yang dicarinya.

Uniknya goa yang dipercaya sebagai tempat bertapa Sunan Kalijaga itu steril dengan kawanan kera lho. Entah kenapa kera-kera itu tidak mau masuk ke dalam goa itu.

4. Menikmati sunset di waduk Jatibarang

Sunset di goa kreo

Ada pemandangan bagus di sekitaran Goa Kreo Semarang. Waduk yang membentang luas di sisi kanan dan kiri.

Kalau sore hari kamu bisa menikmati indahnya sunset juga lho! Lebih asik lagi kalau kalian datang bersama pacar atau gebetan. Tentunya suasana romantis pun akan terasa.

Tempat lain di Semarang yang rekomended dengan alamnya adalah wisata bandungan.

5. Naik kapal boat mengitari waduk

Naik kapal boat
Sumber: seputarsemarang.com

Naik kapal boat mengelilingi waduk? Pasti seru dong! Cukup membayar Rp. 100 ribu saja per kapal bisa kalian nikmati bersama teman-teman. Satu kapal berisi 4 sampai 5 orang. Nggak mahal kan?

6. Foto-foto dengan kawanan kera

Foto di goa kreo
Sumber: travelingyuk.com

Seperti halnya di Sangeh di Kreo pun kamu bisa berfoto dengan kawanan kera. Pastinya seru dan asik kalau bisa foto bareng kera-kera yang lucu.

Tapi ingat, jangan pernah bawa makanan di dekatnya ya! Kera-kera itu memang tidak akan usil dan mengambil barang kalian tapi, dia akan merebut makanan atau minuman yang kalian bawa.

Lucunya, kera-kera itu tahu lho mana makana dan minuman yang enak. Mana minuman yang berasa atau yang tidak. Untuk kalian yang pelit, siap-siap saja akan berebut dengan makanan dengan mereka.

Siapa yang gak mau traveling hemat? Ambil promo murahnya tiket Garuda online dan hotel di Semarang. Wah, ternyata bisa buat paspor online juga!

7. Melihat pemandangan dari atas

Foto di goa kreo

Pemandangan dari atas bukit lebih indah lho. Kalian bisa melihat luasnya hamparan waduk dari atas. Selain itu kalian juga bisa trekking ala-ala ke atas bukit lho! Di atas buktit kalian bisa melihat petilasan Sunan Gunung Jati lainnya.

Selain Goa Kreo, Resto Eling Bening Ambarawa adalah salah satu objek wisata di atas awan lainnya.

Ada yang unik di atas bukit itu, percaya atau tidak, ada segerombolan batu gaib. Konon batu itu pernah minta dipindahkan dari bawah untuk naik ke atas bukit dengan cara digendong menggunakan selendang. Sekarang batu itu sudah aman di atas dan dibuat monumen sebagai penanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like