Gunung Munara, Si Pelipur Lara di Bogor

Total
0
Shares

Gunung Munara Bogor – Sepenggal lirik dari lagu yang sering kita dendangkan ketika usia masih dibawah lima. Wisata di Bogor akan mengingatkan bahkan mungkin membuat kalian menyanyikan lagu tersebut.

Kini di Bogor ada wisata alam yang sedang menjadi primadona kaula muda! Gunung yang bisa didaki hanya dengan waktu 1 atau 1,5 jam. Meskipun kiri kanannya bukanlah pohon cemara.

Gunung Munara, si pelipur lara. Kenapa? Kok bisa begitu? Teringat salah satu pesan dari scene drama Korea yang berjudul “My Girl”

Jika kamu gundah karena sedang merasa rendah, pergilah ke tempat yang tinggi untuk menenangkan hati”.

Ingin membuktikan wisdom tersebut, maka dari itu Gunung Munara merupakan pilihan yang sangat ideal.

Pemandangan dari Puncak Gunung Munara

Pemandangan dari Puncak Gunung Munara

Sekarang percaya, Gunung Munara memang pelipur lara? Foto tersebut diambil dari puncak Gunung Munara. Seketika, hilanglah jenuh tanpa sedikitpun keluh.

Rasa penat sudah tak lagi melekat. Lalu teringat, hidup itu amat nikmat.

How to go there? Jika kalian adalah perempuan, ada baiknya untuk mengajak banyak teman lelaki.

Kenapa? Simple saja, agar selama perjalanan ada yang bisa jagain kalian. Eits, tapi yang masih muhrimnya ya. Boleh kakak atau adek laki-lakinya, yang rame diajak.

Lokasi dan Rute Menuju Gunung Munara Bogor

Selamat Datang di Situs Gunung Munara

Patokan menuju Gunung Munara yang harus kalian ingat adalah Pasar Parung atau bisa juga Komplek Atang Sanjaya.

Gunung Munara terletak di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Untuk perjalanan berangkat, saya dan dua rekan saya memilih melalui Pasar Parung.

Mudah saja, di belakang Pasar Parung ada jalan, kalian tinggal lurus terus jika khawatir nyasar bisa ditanyakam kepada warga sekitar “Rumpin itu lewat mana ya?”

Jika sudah sampai, itulah yang akan kalian temukan. Tempat parkiran yang bisa menampung banyak kendaraan.

Budget yang dikeluarkan amatlah murah untuk mendapatkan pemandangan yang wahhhh! Parkir motor dikenakan 5 ribu dan mobil 10 rb. Tiket masuk per orang hanya 5 ribu.

Setelah memarkirkan kendaraan, kalian akan dipanggil oleh para petugas. Selain untuk melakukan pembayaran, yang terpenting adalah pendataan.

Terdapat berapa orang per rombongan? Siapa penangungjawab atau perwakilan rombongan? Serta diminta untuk mencatatkan nomor handphone salah satu perwakilan.

Perjalanan Mendaki ke Puncak Gunung Munara

Perjalanan menuju ke puncak Gunung Munara memerlukan waktu 1 atau 1,5 jam atau mungkin bisa juga hingga 2 jam.

Tergantung dari kecepatan kalian mendaki dan seberapa sering beristirahat. Disarankan untuk melakukan pendakian ini di pagi hari agar udara masih terasa segar.

Saya mendaki di siang hari, panasnya pake banget. Ditambah belum makan siang pula. Alhasil ngerengek minta istirahat berkali-kali. Untungnya 2 rekan saya sabarnya luar biasa.

Pada saat pendakian, kalian akan menemukan kurang lebih 3 pos dan juga warung milik warga. Bawalah perbekalan secukupnya dan gunakan pakaian serta alas kaki yang nyaman.

Satu hal yang paling dirindukan pada saat pendakian, yaitu dataran.

Pada pertengahan pendakian, kalian akan menemukan batu besar yang ternyata itu adalah situs keramat Gunung Munara gadogan kuda.

Situs Keramat Gunung Munara

Salah satu rekan saya yang bernama Ajat sangat suka dengan sejarah, dia menjelaskan mengenai situs keramat tersebut.

Namun sayang, kondisi badan yang kala itu amatlah lelah jadi tidak ingat apa-apa.

Sebelum menuju puncak, kalian akan menemukan tebing bebatuan dan banyak orang yang memanjat menggunakan alat bantu tali.

Perjalanan Menuju Puncak

menuju puncak

Salah satu rekan saya yang bernama Ari mengatakan bahwa pertama kali dia kesini mengira tebing bebatuan itu merupakan puncak Gunung Munara.

Ari bersusah payah memanjat tebing hingga badan lecet-lecet ternyata setelah sampai diatas itu bukan puncak Gunung Munara. Sehingga di perjalanan kedua ini bagi Ari harus tercapainya misi.

Kami skip saja tebing bebatuan itu dan melanjutkan tanjakan-tanjakan berikutnya. Kurang lebih 10 menit dari tebing bebatuan itu, sampailah kami di puncak Gunung Munara.

Sampai di Puncak Gunung Munara

Wowwwww! Panasssss dan banyak orang. Sekedar saran, lebih baik mendaki pada weekdays dan tentunya di pagi hari agar bebas untuk berpose depan kamera.

Banyak hal di puncak Gunung Munara yang bisa dilakukan. Anak muda masa kini biasanya bernasis ria dengan menggunakan bendera.

berpose dipuncak munara

Ada juga segerombolan muda mudi yang ternyata sedang melalukan pemotretan untuk Buku Tahunan Sekolah.

Saya sempat berinteraksi dengan mereka, dan ternyata pendaki Gunung Munara ini banyak sekali yang sengaja datang dari Jakarta.

Uwowww… Gunung Munara sekarang memang menjadi primadona.

Perjalanan pulang tadinya kami akan mengambil jalan agar bisa keluar di Ciampea. Namun pada pertengahan, kami memutuskan untuk bisa keluar dari komplek Atang Sanjaya.

Wahhh, ternyata jadi lebih dekat. Sekedar saran, untuk perjalanan kalian lebih baik melalui komplek Atang Sanjaya saja karena tinggal lurusssssss dan terasa lebih dekat.

Baca Juga:

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like