Lawang Sewu, Romansa Kejayaan Semarang Tempo Doeloe

Total
0
Shares

Hello Semarang – Venetia van Java. Begitulah Semarang jaman dulu dijuluki. Bukan hanya karena tipografinya yang lebih rendah dari laut yang membuatnya sering terendam air laut.

Namun juga karena bangunan bangunan indah khas kolonial yang masih berdiri dengan gagah sampai dengan saat ini.

Sebuah tempat wisata di Semarang yang cocok untuk dikunjungi jika anda sedang berada di kota Loenpia untuk menikmati romansa Semarang tempo doeloe.

Salah satu landmark kota Semarang yang sangat legendaris dan menjadi simbol kota adalah Lawang Sewu (Pintu Seribu), bangunan milik Perusahaan Jawatan Kereta Api atau yang sekarang kita kenal sebagai PT KAI ini adalah saksi sejarah Semarang.

Bangunan ini menyaksikan perang lima hari di Semarang, menjadi bukti kejayaan perkereta apian Semarang, menjadi penegasan kejamnya penjajahan Jepang sekaligus menjadi simbol sebuah “keangkeran” yang sekian lama menjadi label bangunan Belanda satu ini.

Lokomotif sebagai lokasi foto yang monumental

Sekian lama dibiarkan menjadi tua dan usang serta adanya sebuah tayangan televisi yang menjadikannya lokasi uji nyali.

Semakin membuat kesan horor yang justru lebih ditonjolkan dibanding dengan estetika bangunan dan sejarah panjang yang terpahat disetiap jengkal dindingnya.

Gedung yang beralih fungsi sekian kali ini pada medio 2000 akhir memang dikujungi untuk sekedar menguji nyali menyusuri bangunan ini dimalam hari.

Ada ruang bawah tanah yang dulu dimanfaatkan oleh Jepang sebagai penjara yang tidak manusiawi, sebuah saksi kekejaman kolonial yang hawanya masih bisa dirasakan sampai sekarang.

Bangunan ini juga terhubung dengan aliran drainase bawah tanah rancangan Belanda yang masih berfungsi sampai sekarang.

Disinilah lokasi uji nyali itu dilakukan. Ada yang mengatakan jika kita ber 10, maka 2 diantara kita akan melihat penampakan.

Itu cerita masa lalu, sekarang Lawang Sewu bersolek. Sejak era kepemimpinan PT KAI yang baru, aset aset lama KAI memang diberdayakan lagi. Bangunan yang dulu kusam segera dipercantik.

Tembok yang muram itu diberikan sentuhan kuas lagi menjadi baru. Kusen kusen lawasnya dibersihkan, dicat lagi menjadi cerah. Sudut sudut gelap yang sumpek diberi penerangan yang cukup.

Lantai 2,Lokasi Shooting Ayat Ayat cinta
Lantai 2,Lokasi Shooting Ayat Ayat cinta

Dalam sekejap, gedung yang menjadi lokasi shooting Ayat Ayat Cinta ini menjadi cantik kembali. Beberapa lokomotif tua yang sudah tidak terpakai dipajang menjadi sebuah spot foto yang sangat monumental.

Segera saja pengelola membuat tempat ini menjadi jauh lebih baik. Setiap pengunjung yang datang dikenakan biaya Rp 10.000. Untuk mendapat penjelasan yang lebih mendalam pengunjung bisa menggunakan guide yang siap menjadi pemandu wisata disana.

Gedung yang banyak dimanfaatkan sebagai lokasi foto pre-wedding ini berdiri sejak tahun 1904. Menjadi markas besar Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij dan beralih tangan sekian kali sampai dengan diambil alih sebagai aset PT KAI.

Gedung rancangan C Citroen ini memang sangat kental dengan aroma Eropa. Mulai dari design, struktur bangunan sampai dengan detail tiap tiap ruang sudah disesuaikan dengan kebutuhan masa itu.

Hasil Penataan Ulang Gedung Lawang Sewu

Tak mengherankan lokasi wisata ini menjadi semakin ramai pengunjung yang sekarang tidak hanya ingin menguji nyali, namun lebih kepada melihat sisi sejarah dan menikmati arsitektur tua yang monumental.

Oiya, ada beberapa spot yang sangat bagus untuk berfoto di Lawang Sewu. Salah satunya di lantai 2 pada sebuah teras yang langsung menghadap ke Tugu Muda.

Anda akan mendapatkan sebuah angle foto berbackground museum Mandala Krida, Wisma Perdamaian dan Tugu Muda akan kelihatan sangat indah.

Sebaliknya, jika anda sedang berada di kompleks luar Lawang Sewu, cobalah berpose didekat lampu merah sudut depan pintu masuk Lawang Sewu, dan anda akan mendapat angle keseluruhan lawang sewu yang sangat menarik. Layak untuk dicoba.

Jangan khawatir dengan transportasi dan akomodasi menuju kesini. Banyak penginapan dan hotel murah di Semarang yang bisa anda gunakan di sekitar kawasan Lawang Sewu.

Akses menuju Lawang Sewu sangat mudah karena terletak dikawasan premium kota Semarang yaitu diujung pertemuan segitiga emas Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda.

Tepat diujung pertemuan dua jalan teramai di Semarang. Hampir seluruh angkutan umum akan melewati area ini. Cukup menyebut Lawang Sewu, dan anda sudah akan ada pada arah yang tepat. Selamat berwisata di Semarang.

Kunjungi Juga:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like