Masjid Agung Jawa Tengah, Pilar 25 Nabi Ala Koloseum di Semarang

Total
0
Shares

Masjid Agung – Dibangun di atas lahan dengan luas 10 hektar, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang berada di Jalan Gajah Semarang ini merupakan salah satu masjid termegah yang ada di Indonesia.

Dengan segala kemegahannya, adanya 6 payung elektrik raksasa hingga tower dengan ketinggian 99 meter yang memungkinkan kita untuk melihat landscape pemandangn kota Semarang dengan sempurna.

Tak ayal masjid ini juga menjadi salah satu tempat wisata di Semarang.

Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah

Sejarah MAJT

Keberadaan masjid ini tidak bisa dilepaskan dari Masjid Besar Kauman Semarang. Dibangunnya Masjid Agung ini diawali dari kembalinya tanah wakaf milik Masjid Besar Kauman yang sudah sangat lama tidak jelas rimbanya.

Secara fisik, pembangunannya dimulai pada tanggal 6 September 2002, dengan pemancangan tiang pertama MAJT ini juga dihadiri oleh duta duta besar dari negara sahabat seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir dan juga Saudi Arabia.

Arsitektur Masjid Agung ini dirancang dengan gaya campuran Islam, Jawa, Romawi hingga Yunani.

Ahmad Fanani, pemenang “Sayembara Desain MAJT” yang digelar pada tahun 2001 menjadi arsiteknya.

Penggunaan masjid ini diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hadir pula Menteri Agama Maftuh Basyuni, Mendagri M. Ma’ruf, dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto.

Meski diresmikan pada 2006, sebenarnya masjid ini secara fungsi sudah digunakan sekitar 2 tahun sebelumnya.

Arsitektur Bangunan Masjid

Memasuki area MAJT ini terdapat air mancur mini dalam jumlah sangat banyak yang ditengahnya terdapat 5 tulisan dalam bingkai stainless steel, yaitu Syahadat, Shalat, Shoum, Zakat dah Haji, yang merupakan kelima rukun Islam.

Di pelataran masjid terdapat 25 pilar dengan gaya koloseum Athena di Romawi dengan berhias kaligrafi nan indah. Jumlah 25 pilar tersebut melambangkan 25 nabi.

Pada pintu gerbang dihias huruf arab melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“ dan juga 2 kalimat syahadat.

Di serambi terdapat enam payung elektrik seperti seperti yang terdapat di Masjid Nabawi.

Payung dengan diameter 14 meter dan tingginya 20 meter tersebut biasanya dibuka saat Shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Dan jika ada pengunjung yang ingin melihat proses mengembang dan menutupnya payung elektrik tersebut, dapat menghubungi pengurus MAJT.

Bangunan utama MAJT beratap limas khas bangunan Jawa dengan bagian puncaknya terdapat kubah besar dengan diameter 20 meter serta 4 menara dengan tinggi masing masing 62 meter.

Melihat Pemandangan Landscape Kota Semarang dari Menara 99 Meter

Di sisi depan terdapat menara yang menjulang tinggi dengan ketinggian 99 meter, Menara Asmaul Husna namanya.

Kompleks bangunan Masjid Agung Jawa Tengah ini selain sebagai masjid, juga menarik sebagai satu destinasi wisata religi.

Di lantai tertinggi menara, pengunjung bisa melihat atau mengabadikan landscape pemandangan kota Semarang dari pegunungan ungaran hingga area pelabuhan.

Di lantai bawahnya terdapat restoran dengan lantai yang dapat berputar 360 derajat.

Di lantai 2 dan 3 terdapat Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah yang mencatat berbagai perkembangan agama Islam yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah.

Museum Masjid Agung Jawa Tengah
Museum Masjid Agung Jawa Tengah

Untuk tamu atau pengunjung dari jauh, tidak perlu khawatir mencari tempat menginap yang lokasinya tak jauh dari MAJT ini, karena di sayap kiri juga disediakan hotel untuk menginap. Hotel di Semarang yang berada di kompleks MAJT ini bernama hotel Graha Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like