Paralayang Di Puncak Bogor

Yuk Seru-seruan Terbang Dengan Paralayang Di Puncak Bogor

Total
0
Shares

Wisata di Bogor kurang lengkap rasanya jika belum merasakan sensasi terbang dengan paralayang.

Bersahabat dengan angin merupakan pengalaman yang mengasyikan. Menyaksikan keindahan ciptaan Tuhan dari ketinggian mengundang kesyukuran.

Paralayang Di Puncak Bogor
Sumber: wisatatempatku.com

Kawasan agrowisata (Naringgul) Gunung Mas atau lebih dikenal dengan Bukit Gantolle menyuguhkan wisata terbang yang tentunya aman karena ditangani oleh para atlet olahraga paralayang. Bukit Gantolle ini berlokasi tidak jauh dari masjid At-Ta’awun.

Tiket masuk ke Bukit Gantolle dikenakan biaya Rp13.000/orang (sudah termasuk asuransi), kendaraan kecil dikenakan Rp5.000, sedangkan motor yaitu Rp2.000.

masjid atta'awun
Sumber: pegipegi.com

Perjalanan saya bersama 3 rekan lainnya yang bernama Ovie, Mba Desi, dan Mas Sugih sudah kami rencanakan sebelumnya. Kawasan puncak kala weekend dipastikan macet maka kami memutuskan menggunakan kendaraan beroda dua untuk mencapai Bukit Gantolle.

Jam 9 pagi kami sudah berada di lokasi lalu kami menuju tempat registrasi paralayang puncak.

Namun sayang, kami harus menunggu kurang lebih 10 orang yang terlebih dahulu sudah melakukan registrasi untuk terbang. Keadaan angin yang begitu kencang maka penerbangan belum bisa dilakukan.

Paralayang Di Puncak Bogor
Sumber: merahputih.com

Serunya, banyak hal yang bisa dilakukan sambil menunggu rendahnya kecepatan angin. Banyak penjual yang menjajakan barang daganganya.

Kami memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu di warung makan terdekat. Mie instant merupakan pilihan yang paling menggiurkan. Kuahnya yang hangat amatlah nikmat.

Setelah perut kenyang, hari mulai agak siang, dan kami mengharapkan agar angin sudah tidak begitu kencang. Saatnya untuk terbang! kami pikir.

Paralayang Di Puncak Bogor
Sumber: flypuncak.com

Dari warung makan, kami berjalan menuju area paralayang dan ternyata angin masih kencang. Tapi tenang, untuk menghilangkan rasa bosan dalam penantian, kami main balon-balonan.

Seorang crew paralayang puncak memegang alat pengukur kecepatan angin. Jika angka menunjukkan angka 0 hingga 20 maka masih aman untuk terbang, tetapi jika angka menunjukkan lebih dari 20 maka sebaiknya urungkan saja niat untuk terbang.

Paralayang Di Puncak Bogor
Sumber: paragliding.co.id

Saya dan Ovie menuju tempat registrasi karena kecepatan angin sudah di bawah angka 20. Biaya untuk terbang dikenakan 350ribu untuk lokal dan 400ribu untuk WNA (Warga Negara Asing).

Setelah mendaftar, kami dipasangkan helm dan flight suit (seperti backpack yang berguna untuk alas duduk saat kita terbang).

Kami berdiri di landasan terbang yang ketinggiannya 1300 mdpl untuk menunggu giliran. Saya meminta duluan untuk terbang, karena betul-betul sudah tidak tahan.

Hasil penantian dari jam 9 pagi hingga jam 2 siang, berbuah manis. Saatnya untuk terbang! Wohooooooo.

Paralayang Di Puncak Bogor
Sumber: paragliding.co.id

Flight suit saya dan pilot sudah dihubungkan ke parasut lalu kami berlari meninggalkan landasan dan ternyata kami sudah terbang. Subhanallah, keindahan puncak dapat disaksikan dari ketinggian. Entah kenapa, banyak yang bilang paralayang itu pemicu adrenalin.

Tapi ini kok berasa deg-degan aja engga. Mungkin karena ada Bang Adi sebagai pilot ya. Coba kalau sendiri???

Terbang dengan paralayang rasanya gak jauh beda sama main ayunan. Selama 10 menit melayang itu ga berasa, malah pengen nambah. Ahhhhhh ketagihan!

Paralayang Di Puncak Bogor
Sumber: olahraga.kompas.com

Landing spot sudah di depan mata dan para crew sudah siap untuk membantu kita mendarat.

Angkat kaki tinggi-tinggi, begitulah cara mendarat menggunakan paralayang puncak Bogor, eh tau-tau sudah duduk di atas tanah. Pendaratan yang sangat empuk ini dikarenakan adanya flight suit yang menempel di belakang kita. Seru parah!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like