Segara Anak

Menikmati Keindahan Danau Segara Anak dan Gunung Rinjani

Total
1
Shares

Ada yang bilang belum sah jadi anak Lombok kalau belum ke Rinjani. Sekarang saya boleh dong menyombongkan diri, saya sudah sah jadi anak Lombok karena sudah ke Rinjani.

Walaupun sih nggak sampai ke puncak Rinjani yang tingginya 3.726 mdpl (meter di atas permukaan laut) itu.

Tapi saya sudah sampai ke tempat impian saya sejak beberapa tahun lalu, Segara Anak. Hehehe

Segara Anak
Sumber: superadventure.co.id

Mengunjungi Segara Anak adalah impian saya sejak dulu. Sejak saya duduk di bangku SMP. Pada zaman itu, saya sering dengar cerita keluarga-keluarga saya yang kerap pergi berendam ke air panas di kawasan Rinjani.

Kakak-kakak sepupu dan ayah saya yang sering kesana selalu memuji keindahan Segara Anak, betapa indahnya pemandangan dengan deretan rindang pohon-pohon cemara.

 

Segara Anak
Sumber: djavavista.co.id

Kata sepupu saya keindahannya tidak pernah cukup digambarkan dengan kata-kata dan katanya juga saya harus pergi melihat secara langsung.

Beberapa tahun lalu, kakak-kakak sepupu dan ayah saya berencana mendaki ke Segara Anak.

Tak lain tujuannya adalah untuk berendam di air panas. Saya pun membujuk ayah agar saya diikutkan dalam perjalanan itu.

Segara Anak
Sumber: jatimnet.com

Tapi ayah tidak mengizinkan. Kata beliau saya nggak akan kuat berjalan seharian, daripada nanti menyusahkan orang saya disuruh diam saja di rumah. Kesel juga, tapi nggak mungkin juga ngotot, ntar kualat di jalan. Hehehe

Rombongan ayah berangkat sebelum Subuh menuju Sembalun. Waktu itu saya ikut bangun dan melihat ayah serta rombongan naik ke mobil yang mengantarkan mereka ke Sembalun.

Segara Anak
Sumber: kupastuntas.co

Saya pun masih sempat membujuk ayah kalau saya pingin banget ikut ke Rinjani. Karena sangat ingin ikut rombongan ayah, malamnya saya sempat mimpi saya ikut ayah dan kakak-kakak sepupu ke Rinjani. Hahaha

Mimpi itu pun tetap saya pendam sampai saya lulus SMP, lulus SMA, pun sampai lulus kuliah.

Alhamdulillah, karena saya percaya kekuatan mimpi, akhirnya tahun 2014 saya berhasil ke Segara Anak. Terharu dan bahagia banget.

Segara Anak
Sumber: rinjaniexcellent.com

Waktu itu saya pergi berenam. Empat cowok dan dua orang cewek; saya dan teman saya Indri.

Guide kami itu Paman Hepi yang mana Rinjani itu bisa dikatakan rumah pertamanya karena hampir tiap hari hidup di sana.

Kami mendaki melalui jalur Sembalun dan memang tujuan utama kami adalah Segara Anak karena para cowok ingin berlama-lama di Segara Anak untuk mancing.

Segara Anak
Sumber: telusurindonesia.co

Dari pintu masuk menuju Taman Nasional Gunung Rinjani menuju Pos Dua, kami berjalan setengah hari dan sampai disana pada sore harinya.

Trek yang kami lalui masih lumayan ringan, walaupun terus mendaki melewati padang savana yang sering disebut orang bukit Teletubbies.

Segara Anak
Sumber: trekkingrinjani.com

Setelah berjalan sekitar tujuh jam, diselingi beberapa kali istirahat akhirnya kami sampai di Pos Dua dan menginap di sana.

Kami melanjutkan perjalanan esok pagi menuju Segara Anak. Berangkat jam 08.30 pagi dari Pos Dua, kami sampai di Pelawangan jam 16.30.

Istirahat sebentar, kami pun melanjutkan perjalanan ke Segara Anak dan sampai sekitar pukul 21.00 malam.

Segara Anak
Sumber: mysocialmate.com

Selama dua hari kami camping di pinggir danau Segara Anak. Saya sangat bersyukur akhirnya bisa sampai di tempat impian saya sejak dulu dan puas menikmati pemandangan yang sangat indah.

Keindahannya tak pernah cukup digambarkan dengan kalimat-kalimat panjang.

Saya pun teringat almarhum ayah saya dan bergumam dalam hati, “Saya sudah sampai di tempat yang dulu bapak sering ceritakan. Alhamdulillah.”

Ditulis oleh: Yanet Fawzia

Kunjungi Juga:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like