Sumber Sirah

Pesona Sumber Sirah Malang Sebagai Tempat Favorit Para Penyelam

Total
0
Shares

Sumber Sirah Malang – Pesona Kota Malang memang tak ada habisnya untuk dikupas. Apalagi banyak sekali potensi wisata yang bermunculan di kota ini.

Satu bulan di sini tak akan bisa mengunjungi semua tempat wisata. Namun, ada beberapa tempat yang memang harus diprioritaskan.

Jika kamu suka air dan pesona di dalamnya, tak perlu jauh-jauh ke laut dengan turun ke dalam kedalaman yang luar biasa.

Di Malang ada satu sumber yang bisa didatangi dan dinikmati keindahannya bagi para pecinta snorklling.

Ups, tidak hanya snorkling, yang tidak bisa berenang pun bisa. Kenapa? Karena kedalamannya hanya 1,5 meter.

Sumber Sirah Sebagai Tempat Favorit Penyelam di Malang

Sumber Sirah
Sumber: amazingmalang.id

Kemarin lusa saya jelajah sumber dengan sepupu yang tinggal di Urek-urek, Gondanglegi.

Ternyata di sekitar tempat tinggalnya banyak sekali sumber air, di antaranya adalah Sumber Maron, Sumber Taman, dan Sumber Sirah.

Nah, yang saya bicarakan di sini adalah Sumber Sirah, salah satu surganya para penyelam.

Ini pun saya baru pertama kali ke sini, sebenarnya sudah lama sekali mendapat info tentang Sumber Sirah atau Sumber Jaya, tapi belum ada kesempatan untuk datang langsung.

Tempat ini mempunyai dua nama. Pertama adalah Sumber Sirah karena ada makam Mbak Sirah di bawah pohon besar. Kedua adalah Sumber Jaya karena terletak di Desa Sumberjaya.

Lokasi Sumber Sirah

Sumber Sirah
Sumber: ongistravel.com

Lokasinya juga sangat mudah dijangkau. Jika dari Kota Malang, lewat Gadang, menuju Gondanglegi.

Nanti di kanan jalan ada papan yang bertuliskan Sumber Sirah. Belok kanan lurus terus. Ada perempatan atau pertigaan, lurus saja sampai ada jalan bergeronjal di tengah pohon tebu.

Ini juga lurus saja. Berhenti saat ada tukang parkir di tengah jalan. Sudah sampai. Untuk masuk ke lokasi, dikenakan biaya seribu rupiah. Wow, hanya seribu.

Setelah itu berjalan turun lurus, nanti akan mendapati sebuah sumber yang di samping kiri kanannya banyak penjual makanan dan minuman.

Perlengkapan yang Ada di Sumber Sirah

Sumber Sirah
Sumber: amazingmalang.id

Makanan yang dijual di sini kebanyakan instan, tapi ada juga makanan berat. Kalau minuman, ada bermacam-macam.

Jika tidak membawa baju ganti, di sana juga jual. Ada juga kacamata bawah air maupun alat penyelam. Kamar mandi dan tempat ganti baju juga ada.

Jika kamu datang ke tempat ini, disarankan tidak membawa tikar, karena tidak ada tempatnya. So jika ingin istirahat, duduk di pinggir sumber atau ke orang jualan.

Keindahan Bawah Air Sumber Sirah

Sumber Sirah Malang
Sumber: khoirurosida.com

“Jangan tertipu ya? Itu bukan terumbu karang, tapi lumut dan tumbuhan air yang tidak dibersihkan!

Di sini adalah tempatku bolos sekolah saat SMP dulu. Hehehe,” kata sepupu, karena saya saat itu tak masuk ke dalam air.

Saat itu, banyak sekali orang yang datang ke sana. Kebanyakan adalah mahasiswa dan penyelam.

Terlihat dari cara mereka berbicara dan pakaian yang dikenakan. Ada juga rombongan keluarga yang terpaksa harus balik arah ketika tak melihat tempat untuk menggelar tikar mereka.

Setelah memesan tiga mangkok mie instan dan tiga minuman, saya duduk di bawah pohon kecil yang ada mejanya. Sepertinya tempat itu memang dikhususkan untuk istirahat oleh penjual.

Asma dan sepupu terlihat asyik bercengkerama, lalu bersiap mandi. Sayangnya Asma tak berani masuk ke dalam air, dia malah minta gendong. Saya hanya tertawa sambil menjaga tas.

Tongsis jangan sampai ketinggalan, apalagi kamera bawah air untuk mengabadikan moment di sana. Jika membawa hape, jangan lupa pelindung anti air untuk selfie dan power bank.

Kasihan kan hapemu kalau sampai basah, apalagi tidak bisa selfie karena kehabisan baterai.

Kesan yang Luar Biasa di Sumber Sirah

Sumber Sirah
Sumber: deskgram.net

Tak lama di sana, setelah memotret sana-sini, kami pun bersiap pulang. Ternyata hanya habis 15 ribu untuk makanan tadi. Parkir motor 2.000.

Tapi lumayan capek juga saat mendaki ke tempat parkir. Oh iya, buat yang mau ke sini, tinggalkan jejak kaki saja, ya?

Jangan lupa bawa pulang lagi sampahnya, atau langsung dibuang ke tempatnya.

Satu bulan di sini tak akan bisa mengunjungi semua tempat wisata. Namun, ada beberapa tempat yang memang harus diprioritaskan.

Kunjungi Juga:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like